
Umur, aku lupa menanyakan hal itu kepada lucy dan juga ini adalah kesalahan keduaku sebagai orang tua.
"Umur berapa anak anda tuan nanti bisa kami tunjukann ke bagian yang sesuai"
"He…"
"Iya memangnya sudah umur berapa Lucy sekarang Sayang"
*aku lupa.. aku lupa menanyakan hal itu kepada Lucy, bagaimana ini*
"Tungu sebentar"
Aku mengejak Lucy untuk mendengar umur berapa dia sekarang dan kapan tanggak lahirnya dan dia berkata bahwa dia sekarang berumur enam tahun dan tanggal lahirnya di tanggal 25 juni, aku berterima kasih kepada Lucy dan setelah itu meminta maaf kepadanya atas kelalaianku.
"Anakku berumur enam tahun"
"Silahkan kesini"
Pelayan itu mengantar kami ke tempat untuk tas anak berusia enam tahun dan aku memilihkannya tas laki-laki namun untung saja aku membawa Mai untuk memilih tas yang cocok untu perempuan.
Setelah kami memilih tas kami pergi ke tempat lainnya seperti alat tulis dan juga baju sampai saatnya kami untuk memilih sekokah untuk Lucy, tapi masalah baru muncul kembali saat Mai berkata bahwa bagimana nanti menjelaskan bahwa nama orang tuanya berbeda dengan anaknya.
"Hei sayang bagaimana nanti jika nama orang tuanya berbeda dengan nama Lucy"
"Aku lupa, bagimana ini"
"Hah.. kau ini untum sekarang yang jelas kita harus meresmikan Lucy sebagai anakmu dan memakai nama depanmu baru setelah itu pergi kesekolah untuk mendaftar"
"Baik"
Aku lupa lagi bahwa namaku bersama Lucy itu berbeda dan guru pasti akan curiga jika aku berkata bahwa aku ayahnya nanti, tapi untung saja ada Mai yang berkata kepadaku untuk mengganti namma depan Lucy menjadi samaa dengan nama depanku.
"Lucy bagimana jika nama depanmu diganti menjadi sama dengan papa"
"Hmm.. itu akan bagus karena nama AGATO LUCY belum ada di negara ini"
__ADS_1
"Yosh ayo kita mengganti nama"
Aku mengganti nama Lucy dan mengisi surat-surat untuk aku selesaikan juga yang lain sebagainya sampai saat Lucy sudah resmi menjadi anggota jeluargaku, sekarang hanya tinggal pergi kesekolah untuk mendaftar ke sekolah yang Lucy suka.
Untuk yang pertama aku merekomendasikan untuk yang terdekat terlebih dahulu agar lebih dekat dengan rumah, namun Lucy hanya menginginkan sekolah yang Mai pilih karena dia nampak sangat paham akan sekolah di daerah ini. Aku menyerahkan semua itu ke Mai dan setelah sepuluh melihat daftar sekolah akhirnya Mai menemukan yang cocok untuk Lucy tempati.
"Aku sudah menemukannya dan guru disana perempuan semua juga banyak siswa baik disana itu akan cocok untuk Lucy"
"Oke kita akan kesana"
Aku menuju ke sekolah itu dan untuk usia Lucy sekarang yang berusia enam tahun maka kelas yang kini dia tempati adalah kelas satu sekolah dasar beserta untuk cara menulis dan menghitung juga membaca telah dia terima pelajaran itu dari Hana, itu akan membuat Lucy pintar sebagai siswa baru.
Sesampainya disekolah itu nampak bahwa sekoalh itu cukup bagus beserta berfasilitas lengkap disini dan juga benar yang Mai katakan bahwa aku melihat semua guru disini adalah perempuan, hal itu membuatku lega karena nampak Lucy akan aman disini dan menempuh enam tahun sekolahnya dengan baik.
"Untuk yang pertama kita pergi ke ruang guru untuk menyerahkan berkas pendaftaran Lucy"
"Oke"
Aku menuju ke kantor guru bersama Mai dan Lucy untuk menyerahkan informasi tentang Lucy dan juga untuk menanyakan bagaimana saat di sekolah nanti.
"Permisi ruang guru dimana ya?"
*ganteng*
"Iya saya ingin mendaftarkan anak saya untuk bersekolah disini"
"Oh silahkan kesini"
*wah gantengnya dan untuk seorang ayah nampak sangatlah muda*
"Silahkan masuk"
"Permisi, apakah saya bisa menemui guru untuk menerima pendaftaran murid disini"
*ahh.. dia tampan sekali*
__ADS_1
*dia bilang akan mendaftarkan anaknya disini*
*hmm…*
"Silahkan kesini"
"Permisi disini tempat pendaftaran murid baru"
"Iya silahkan bapak siapa dan siapa yang aka didaftarkan"
"Saya bernama Agato Kei dan ini anak saya Agato Lucy yang akan mendaftar sekolah disini-"
"Agato kei!"
"Ya.."
"Apakah kau Agato kei pemburu phantom itu?"
"Iya saya"
"Mustahil akhirnya aku bertemu denganmu secara langsung"
"Anu memangnya kenapa?"
"Tidak.. tidak apa-apa aku hanya terkejut bertemu pahlawan secara langsung dan ini apa anak anda?"
"Iya dia ingin bersekolah disini dan ini surat-suratnya"
"Baiklah diterima dan mulai besok silahkan berangkat seperti anak sekolah pada umumnya"
"Baik kalau begitu terima kasih"
Entah kenapa saat guru tadi mendengar namaku membuat seisi ruang guru sangat ramai dan membuatku aneh akan hal tadi, namun yang lebih penting adalah besok Lucy sudah mulai bersekolah. Kami kembali dan siang ini cukup sibuk dan dengan wajah Lucy yang tertidur dipangkuan Mai dengan wajah manisnya dan sekarang saat sedang perjalanan pulang aku akan bertanya kepada Mai akan hal yang tadi pagi aku ingin tanyakan.
"Mai"
__ADS_1
"Hmm kenapa?"
"Maukah kau menikah denganku?".