GUARDIAN OF DESTINY

GUARDIAN OF DESTINY
KALAHKAN


__ADS_3

Hal buruk yang aku lihat adalah berita di televisi itu menyempaikan bahwa semua anggota pemburu phantom telah kalah, aku tidak mempercayai hal ini dan akan pergi dari markas lalu menuju untuk menemui kepala pelindung di markas inti.


Aku melihat kota yang sepi dan untunglah aku menitipkan Lucy dengan Mai untuk berlindung bersamanya, aku menuju ke markas pusat dengan berlari tapi memang mustahil karena jaraknya yang lumayan jauh tapi hal ini tidak membuatku giyah sama sekali.


Aku harus sampai di sana dan meminta izin untuk bertarung melawan para phantom itu dan membantu para pasukkan pemburu phantom, namun hal buruk terjadi padaku.


Aku dihadang oleh dua manusia kembar namun kenapa mereka berdua bisa terbang dan juga semua orang disini telah diungsikan ke tempat lebih aman tapi kenapa mereka berdua disini.


"Selamat sore Cyfer"


"Aaa…"


Kepalaku pusing saat mendengar hal itu dan kini membuatku menjadi sangatlah sakit


"Kini pasukkan kami akan sampai kesini dan tepat setelah para sampah itu dibasmi, semua manusia di kota ini akan musnah"


"Cangan bercand!!"

__ADS_1


Aku menyerangnya dan aku tahu bahwa mereka bukanlah manusia melainkan dua Raja kembar yang sedang menuju kemari, aku menyerang tepat kearah mereka berdua namun yang aku serang ternyata hanyalah sebuah ilusi.


Tepat pada bagian perutnya aku menusuk mereka berdua tapi memang benar hal itu adalah sebuah ilusi dan juga yang tadi dia kataan adalah membasmi para sampah itu, jadi maksudnya sampah itu adalah ketua dan lainnya. Jangan bercanda kini aku akan menyelamatkan mereka ya pasti aku akan menuju ke arah pinggir kota.


[PINGGIR KOTA]


"Apakah berhasil memancingnya kemari?"


"Iya dan kita hanya menunggu saja setelah kita membereskan sampah-sampah ini"


"Jangan bercanda!!, Kei tidak di perbolehkan kemari"


"Kei…"


"Memang mudah mengelabuhi manusia karena mereka memang makhluk yang bodoh"


"TEKNIK FROZ HITAM KE TUJUH [BENTENG TINGGI]"

__ADS_1


"Bodoh kau manusia, sudah sekarat seperti itu masih saja melawan kami"


"Jangan sampai membuat Kei lebih dalam kehancuran dirinya"


"Itu terserah kami"


Aku berlari menuju ke arah pinggir kota dengan sekuat tenaga dan aku akan menyelamatkan semua orang akan hal ini, jangan sampai terlambat karena aku ini harus menolong semuanya dan juga berita itu kuharap palsu.


Saat berlari aku melihat benar yang terjadi bahwa ada sekumlulan awan hitam lebat kini ada di atasku, hal yang tadinya terik matahari menyengat sangatlah panas kini berubah menjadi gelap karena awan pekat sudah ada di atas kota ini.


Awan itu seakan memberikan pertan da buruk untuk semua dan juga mengeluarkan semacam petir merah ada di setiap jengkal awan itu, hal baru aku lihat dan membuatku takut.


Tapi aku harus cepat kesana menuju ke arah pinggir kota yang sangatlah jauh letaknya dan yang membuatku sangatlah terlambat adalah diriku yang tidak menggunakan kendaraan melainkan berlari kencang menuju arah yang aku tuju.


Hampir sampai, itulah yang aku bayangkan di setiap langkah kakiku dan saat sampainya di pinggir kota yang tertutup pagar tinggi akumembuat tangga dari ice agar bisa melewatinya.


Namun aku melihat sebuah hal yang membuatku sangatlah terkejut dan marah, sebuah hal yang belum pernah aku lihat dan kini hal pertama kali itu membuatku sangatlah marah seakan diriku tidak bisa terkendalikan lagi amarahnya.

__ADS_1


Mayat manusia dan juga banyak sekali para pasukkan pemburu phantom yang terluka dan fi depan benda besar di depan sana aku melihat ketua dan juga yang lainnya tergeletak terluka parah, aku berlari menuju kearahnya dan saat itu dia hanya berkata bahwa "TOLONG UNTUK KALAHKAN MEREKA".


__ADS_2