
Saat berada di rumah qiang , asta yang saat itu tak tahu mau meletakan bajunya di mana , dan engan untuk bertanya pada qiang yang terlihat tak suka padanya . asta pun hanya meletakan bajunya di samping lemari tanpa
membukanya dari koper . sementara qiang sama sekali tak peduli pada kehadiran
asta
Tak lama saat qiang yang sedang berbaring dengan ponselnya , tiba tiba pintunya di ketuk dari luar dan ternyata itu adalah ka joy yang baru datang dari malay .
“surprise . ujar joy memberikan kotak hadiah pada qiang
“ka joy , “ teriak qiang sambil berlari kepelukan joy .
“matanya ko bengkak “ tanya joy memeriksa mata qiang .
Dan seketika joy baru sadar kalau ada orang lain dikamar qiang yaitu asta . melihat itu joy segera memeriksa jari manis qiang yang di
sana sudah ada cincin melingkar dengan indah dan pas di jari qiang .
Karena frustasi , dan tak percaya dengan apa yeng terjadi membuat joy meremas kuat kepala nya hingga qiang ketakutan .
“ka joy kenapa . tanya qiang takut
“oh shittttt .. teriak joy lalu menarik tangan qiang menuruni tangga dengan kasar .
“bibi , paman , omaaaa . teriak joy dengan lantang
__ADS_1
“ka joy sakit , tangan aku sakit lepas . keluh qiang ingin meloloskan diri dari genggaman joy .
“kenapa kalian gak kasih tahu aku , kalau qiang menikah hari ini . ucap joy kesal .
“kenapa kalian menikahkan qiang , tanpa memberi tahukan akuuuuu . teriak joy memeluk qiang dengan erat .
“joy , aku papahnya aku berhak menikahkan anaku pada siapa pun . ujar setyo lantang .
Asta yang melihat qiang kesulitan bernafas membuat ia ambil tindakan . pada awalnya asta meminta secara baik baik agar ,joy mau melepaskan qiang dari pelukannya . namun joy malah mempererat rangkulannya pada tubuh qiang . dan itu membuat asta naik darah
.
“ka joy .. aku sesak nafas , ujar qiang terbata bata .
Seketika joy menarik tangan dari genggaman tangan asta dan melepaskan rangkulannya di tubuh qiang lalu meraup wajah qiang dan menatapnya dengan intens .
“kenapa kamu nikah sama dia . tanya joy menunjuk pada asta
Qiang yang menahan sakit di pergelangan tangan nya juga badannya karena ulah joy membuat ia menangis .
“aku terpaksa , ka joy . ucap qiang sambil menangis
Ucapan qiang menghantam tepat di jantung asta , rasa sakit membuat asta gemetar sekujur tubuh , begitu tak berharganya kah dirinya sampai seseorang yang bersama dirinya karena terpaksa .
“kamu dengar , ha dia bilang di terpaksa . tanya joy pada asta juga pada oma , tante nisma dan setyo .
__ADS_1
“kalian sadar gak , kalian memaksa anak yang masih remaja , untuk menikah dia masih terlalu kecil . ujar joy dengan marah yang meledak .
“dia berhak menentukan pilihanya sendiri , dia punya kebahagian nya sendiri . ujar joy menekankan .
Mendengar ucapan joy lalu melihat qiang yang terus menangis di pelukan joy membuat asta , menahan emosi , karena ia salah merebut kebahagian remaja 18 tahun itu .
Sudut bibir asta , di paksakan tersenyum kearah qiang sebelum ia menutup mata sesaat lalu menganggukan kepalanya pada qiang , setelah itu ia berbalik melangkah kearah kamar qiang untuk mengambil kopernya .
Langkah kaki asta yang tertatih , dan gemetar sangat jelas terlihat di mana ia melangkah dengan bantuan gagang tangga .
Qiang yang masih menangis tak tahu berbuat apa apa . tiba tiba saja ia langsung melepaskan diri dari pelukan joy dan berlari kerah asta yang berada di dalam kamar .
“bapak mau kemana ? tanya qiang yang langsung menutup pintu kamarnya .
Terlihat asta yang saat itu membawa kopernya berjalan mendekati pintu .
Asta memberikan senyuman pada qiang dengan begitu tulus . mencoba menahan sesak dan berdamai dengan diri sendiri , walaupun air matanya sudah mengembun di pelupuk mata .
“joy benar , kamu seharusnya bahagia dengan masa remajamu . ujar asta yang sesaat kemudian berbalik sambil menyeka air matanya .
“pak , aku hanya asal ngomong . ucap qiang terisak , karena merasa kasihan pada asta .
“apa alasan bapak mau menikah dengan saya , kalau cuman karena fisik , saya yakin di luar sana juga banyak yang rela untuk menjadi istri dari seorang keluarga miliarder seperti bapak . ujar qiang menekankan .
“saya tidak mau , memaksa seseorang bersama saya jika suatu saat ia akan merasa menderita . ujar asta mencoba tenang .
__ADS_1