
“ aaaa gak mauuuu . teriak qiang tiba tiba
“qiang , hei kamu kenapa . tanya asta heran
Dan qiang pun membuka matanya dan merasa heran , sampai Ia sadar kalau adegan di mana ia berteriak hingga di bekap asta dengan bisikan menggelikan tadi ternyata hanya khayalan qiang saja . qiang pun tersenyum malu karena pikiran liarnya .
“ini kunci serepnya kan . ternyata di nakas kamu ada ko . ujar asta membuka pintu
“oo ouo , aku gak tau ! emm kalau gitu bapak mau makan apa , biar sekalian aku ambil lin . tawar qiang
“mau makan bareng aja gak , ucap asta berharap
Qiang pun setuju dengan ucapan asta , dan mereka berdua pun turun tangga menuju meja makan dan di sana ternyata mereka di sambut oleh joy dan jean yang sedang makan .
Joy yang sedang makan melihat qiang juga asta datang bersamaan membuat nafsu makanya hilang
Asta yang bertemu joy di meja makan terlihat biasa saja , namun tidak bagi qiang yang terlihat gugup dan memucat . sementara joy terlihat tak suka dan kesal .
“hay jean . ucap asta menyapa jean
“ ia pak asta . ujar jean seketika dengan senyuman
Mendengar jean memanggil asta bapak membuat joy tersenyum sinis
“aku penasaran apakan qiang akan memanggil bapak, mas , atau kalian punya panggilan lain.
Asta hanya diam tak menanggapi ucapan joy yang terlihat kesal . tak lama qiang pun keluar dari dapur setelah mengambil piring makan
“ini pak . ujar qiang saat meletakan piring di hadapan asta
.
__ADS_1
Ucapan qiang membuat joy tertawa jahat dan puas
“jadi gimana rasanya , apakah pantas . ucap joy sambil
menyilang kan tangan di depan dada
“ makasih qia , ujar asta menerima piring dari qiang .
“maksud ka joy apa . tanya qiang tak paham
“bukan apa apa . cuman terlalu sangat pantas . ujar joy menengguk gelas minuman sampai habis
“ihh ka joy gak jelas banget sih . ujar qiang jutek
joy masih memperhatikan asta yang sedang makan . terlihat jelas wajah joy yang tak suka dengan kehadiran asta dalam keluarga mereka , apalagi menjadi suami qiang adik
kesanga nya itu .
“bapak ngapain . tanya qiang melihat asta yang duduk di kursi biasanya tempat qiang belajar .
“periksa beberapa lembar jawaban, dari soal soal yang kemarin itu . jawab asta tanpa
melihat kearah qiang yang sedang berbaring di ranjang sibuk dengan ponselnya
“kamu waktu akad , ngasih surat izin gak . tanya asta penasaran namun kali ini melihat kearah qiang
“emm aku ngasih tahu lewat pesan chat aja sama neta . ujar qiang
“kenapa gak ngirim surat izin aja . tanya asta mulai serius
“gak kepikiran . ujar qiang cuek
__ADS_1
“besok udah bisa masuk sekolah kan . ujar asta mengingatkan
“lah emang bapak gak ngajar . tanya qiang asal
“belum , soalnya aku ambil cuti 3 hari .ucap asta kembali melihat lembar soal
“trus bapak ngapain di rumah . tanya qiang melihat kearah
asta
“besok aku balik ke rumah ku, nanti pulangnya aku jemput kamu . ucap asta tanpa melihat qiang
“ohh gitu . ucap qiang cuek dan kembali menatap layar ponselnya .
Malam pun semakin pekat , asta masih memeriksa lembar jawaban dari buku para siswa , dan qiang sudah tertidur dengan posisi yang tengkurep .
Cukup lama asta memeriksa lembar jawaban hingga selesai pukul 02 :23 dan itu membuat mata asta sudah berat dan akhirnya ia memutuskan untuk tidur . melihat qiang yang tidur tanpa selimut membuat asta memakai kan ya tanpa merubah posisi qiang .
Asta takut jika ia merubah posisi tidur qiang akan terbangun. dan terlebih lagi ia tak mau tidur satu ranjang dengan qiang , walaupun ia
punya hak untuk hal itu .
Asta pun memutuskan untuk kembali ke meja tempat qiang belajar dan ia tertidur dengan posisi duduk .
Namun sebelum itu ia sempat melihat notif pesan di ponsel qiang .
“jangan lupa minum obat , gak ada kamu disekolah aku kesepian besok aku jemput yah. pesan WA zaki
Setelah membaca itu entah kenapa hati asta sesak , sekilas ia menyingkirkan rambut qiang yang menutupi wajahnya. Di tatap nya beberapa saat hingga timbul keinginan asta untuk mencium dahi qiang . tapi di tahan nya dengan susah payah .
Ia takut qiang akan menyadarinya , lalu berfikir asta mengambil kesempatan dalam kesempitan .
__ADS_1