
semakin mendekati rumah mertuanya, qiang malah semakin gugup. tangan nya mulai berkeringat dingin . entah kenapa ia merasa benar benar gugup .
asta yang measih setia menggenggam sebelah tangan qiang pun merasakannya . hingga sebelum benar benar memasuki istana megah milik keluarga asta itu atau yang lebih di kenal dengan nama keluarga Lucian .
asta memberhentikan mobil yang mereka kendarai di dekat pagar yang berdiri kokoh itu .
“kenapa berenti mas ‘. Tanya qiang heran sambil tergagap
“kamu udah keringetan gini. Bikin aku gak bakal tega ! ucap asta sambil memegang kedua tangan qiang yang semakin dingin
“aku gak tahu kenapa setiap kali aku takut . aku bakal sangat gugup . bahkan tangan sama kaki aku tuh dingin bisa sampai menggigil benget kayak gini ‘. Perjelas qiang dengan rasa bingung yang hebat .
Pasalnya qiang yang selama menikah baru kali ini ia , berkunjung ke rumah sang suaminya . walaupun ia terlahir dari keluarga yang tak jauh berbeda namun tetap saja rasa gugup dan takut menyelimuti perasaan nya
. padahal ini bukan kali pertama ia bertemu dengan kedua orang tua asta .
“ini karena kamu tegang . sekarang kamu ikutin apa yang aku ucapkan yah ‘. Pinta asta pada qiang dengan yakin melalui kedipan mata ke mata
“Tarik nafas ‘ pelan pelan aja sayang ‘ keluar kan ‘. Ucap asta mengulang sampai kali ke tiga
“gimana ? tanya asta mengenai perasaan qiang saat ini
“huffff , udah lebih mendingan ko mas ‘. Ucap qiang berakhir dengan senyuman manis untuk asta
“sekarang boleh kita lanjut ? tanya asta meminta persetujuan sang istri
Qiang mengangguk mantap . pertanda kalau ia sudah siap untuk pertemuan ke berikutnya dengan sang mertua .
“mas muter balik boleh gak ‘. Tanya qiang memastikan
__ADS_1
“ada apa sayang , kamu masih ada rasa gugup ‘. Ucap asta dengan nada sedikit khawatir
“mas bukan gitu ! aku cuman mau beli buah tangan aja sih ‘ aku tahu ko keluarga mas itu mampu dalam segala hal , tapi aku hanya ingin terkesan kalau aku senang bertemu dengan mereka. kayak udah nyiapin hal kek gini dah jauh jauh hari . ujar qiang memperjelas
“apalagi tante mala . pertemuan pertama waktu acara makan malam itu aku benar benar terkesan dengan sikapnya yang sangat ramah . sama seperti mas padaku . ujar qiang tersenyum lebar
Berbeda dengan qiang . asta menatap qiang biasa tanpa senyuman . melihat asta yang tak menanggapi ucapan qiang membuat ia sedikit heran .
“apa jangan jangan aku ada salah ngomong ‘. Gumam qiang dalam hati
Asta menarik pedal gas itu dengan tatapan dingin . ia kembali menyusuri jalanan hanya untuk membawa qiang membeli parsel seperti keinginan nya tadi yang ia ucap kan .
Dalam perjalanan membeli parsel asta sama sekali tak berbicara pada qiang . ia lebih banyak diam dengan pandangan fokus pada jalanan yang mereka lewati . qiang menatap asta tanpa membalikan wajahnya
“apa tadi aku ada salah ngomong ‘. Pikir qiang yang masih memandangi wajah asta
“kenapa mas asta tidak menanggapi ku ‘. Gumam qiang dengan tatapan mata yang mulai berair halus
Bukan sapaan atau pertanyaan yang asta lontarkan . yang ada asta malah mengenggam sebelah tangan Qiang lalu mengecupnya perlahan . mata
Qiang menatap heran . ada rona merah di wajah nya karena perlakuan asta
Sampai di sebuah tujuan di mana asta dan qiang membeli beberapa buah tangan .
“mas bantu pilihan yah ‘. Pinta qiang saat mereka akan turun dari mobil
Anggukan asta membuatnya menjadi yakin . saat memasuki tempat itu. mereka di sambut pelayan wanita dengan ramah dan senyuman manis yang tentunya ia lebih tujukan pada asta karena dari gerakan mata yang terlihat jelas
Qiang melirik tatapan mata wanita itu yang tertuju pada asta yang saat itu vibes nya sangat sempurna. Tatapan seperti itu tentu saja qiang tahu . tak mau asta melirik senyuman wanita itu , qiang mulai bertingkah manja pada asta dengan sedikit lebay
__ADS_1
“mas ‘ kamu bantu aku pilih yah . kamu kan paling tahu selera mama ‘( sambil menggandeng tangan asta dengan elegan ) ‘. Ucap qiang melirik wanita itu dengan tatapan kesal
Asta yang sebelumnya menatap layar ponselnya , menatap heran pada qiang yang menggantung di lengan nya dan bersuara manja . asta sedikit menaikan sebelah alisnya saat melihat arah tatapan qiang ke mana .“selamat datang di toko kami . anda perlu apa ? sapaa pelayan itu dengan sopan
Saat asta mulai menjelaskan dengan tangan yang akan menunjukan ponsel pada pelayan itu qiang dengan cekatan langsung memeluk asta dan mendekap ke dua tangan asta agar tak bergerak DAN
“ AAUUMM “ seolah olah gerakan qiang yang bagaikan palang . membuat asta terkejut dan menatap heran
“qia ‘. Sebut asta dengan heran karena tingkah qiang
“jangan di jelas kan ‘. Ucap qiang sambil memeluk erat tubuh asta . dan menatap pelayan itu dengan sinis
"hahha adekk nya lucu yah ! ujar pelayan itu dengan menyangga rambut nya ke belakang telinga
ucapan wanita membuat Qiang menatap sinis padanya , lalu ia kembali mendongak kan kepalanya untuk melihat Asta .
Asta yang awalnya ingin tertawa mendengar ucapan pelayan itu , di urungkan nya saat ia menatap wajah Qiang yang sudah terlihat sangat kesal .
"dia istri ku ! ucap asta dengan sangat jelas
mendengar ucapan asta . Qiang tersenyum sinis pada pelayan itu . hingga ia benar benar merasa puas .
pelayan yang tahu kalau istri dari pelanggan nya cemburu segera membela diri dengan elegan juga
"maaf saya juga sudah menikah . ini hanya saya lakukan karena tuntutan pekerjaan . ucap pelayan itu sambil memperlihatkan jari manis yang di lingkari cincin emas
"kalau sudah menikah jangan genit . ucap Qiang membalas dengan senyuman elegan nya .
Asta yang benar-benar terpukau dengan karakter dari istrinya yang ternyata begitu pandai membalas perlakuan orang .
__ADS_1
"ayok mas . ucap Qiang. setelah Nya asta menggenggam tangan Qiang dan menariknya pergi dengan senyuman terpuaskan