
“hallo oma , opah , om ardi . sapaku dengan menyalami mereka satu persatu .
Begitu lembut tangan oma saat ia menyentuh kepalaku dengan hangatnya . Hanya senyuman yang bisa aku berikan pada mereka .
Tanpa membuang banyak waktu kami langsung , menyantap makanan di atas meja yang sudah tersedia ,di pertengahan acara makan malam tiba tiba oma membicarakan sesuatu yang aku tidak paham .
“acara kali ini terasa berbeda , mungkin karena ini adalah tujuan untuk menyatukan dua keluarga dengan tujuan yang sama . ujar oma dengan tersenyum .
“jujur saja aku sangat menantikan saat saat seperti ini . ujar oma cian .
“gak sabar , aku ingin segerakan semuanya , sambung opah cian dengan memegang tangan oma cian mesra.
“aku harap semuanya berjalan sesuai rencana . aku tidak mau ada kesalahan walaupun hanya seperti lubang semut , ujar om ardi tegas namun santai .
“tenang saja , sudah sejak lama bukan kita ingin berpartner dalam dunia bisnis yang yang akan menguntungkan. dan kau tahu itu ardi . ujar papah dengan menuangkan minuman bersoda di gelas om ardi .
Sampai sini aku masih belum paham dengan ucapan mereka, pembicaraan yang aku tidak mengerti sama sekali . aku yang masih seorang pelajar ‘ mana paham dunia bisnis ?
Sampai di suatu ucapan yang membuat aku ternganga ,tercengang dengan tatapan tak tentu .
__ADS_1
Dertttt… dert….. dert…..(suara ponsel tante kinara )
”hallo sayang .kamu udah di mana ? tanya tante kinara lembut
.
“ok baiklah segera ke sini , gak sopan membuat calon mertuamu menunggu lebih lama lagi . ucap tante kinara menatap ku dengan tersenyum senang .
Mendengar ucapan tante kinara membuat ku menatap mama dan papah bergantian dengan tatapan meminta jawaban .
“mah emang ka …. Ucapku tak terus sebab mama memotong pembicaraan ku.
“sayang , yang kamu dengar gak salah . mereka adalah calon mertua kamu . ujar mama padaku tanpa rasa bersalah .
“mama sengaja gak kasih tau kamu , sebab ini adalah kejutan di hari ulang tahun buat kamu . selamat ulang tahun sayang . ujar mama yang langsung memeluk ku .
“ rasanya aku ingin menangis seketika , tapi melihat mama tersenyum dan semua orang tersenyum dengan senang membuat aku bingung . gumam qiang dengan cemas .
“mah aku mau ke toilet bentar . ujar ku langsung beranjak pergi .
__ADS_1
Aku berlari keluar dari , kerumunan mereka yang sedang dengan asik nya merayakan perjodohan konyol ini , bagaimana mungkin aku yang masih bersekolah harus sudah menikah . dan ucapan papah tadi itu apa yang mengatakan
“ ingin berpartner di dunia bisnis yang saling menguntungkan .
“ ha apa apaan sih papah , ini sama saja dengan menjual ku , gumam ku setengah berlari ke toilet .
“Bukanya ada ka maira yang sudah sepantasnya menikah . kenapa harus aku ,kenapa papah dan mamah menjodohkan ku .mama sama papa egois banget , aku masih pengen bebas , aku masih pengen main . aku gak mau , aku belum siap buat punya tanggung jawab .
Sejujurnya qiang sendiri membayangkan jika menikah nanti langkahnya akan terbatas , apalagi ia tak mau , atau lebih tepatnya mengurus sesuatu yang ia sama sekali menolak menanggung beban . bangun pagi , memasak , membersihkan rumah, dan dll . sebagainya , pikiran qiang terlalu dangkal untuk hal pernikahan . apalagi di usianya yang seharusnya belum menikah .
Sambil menyeka air mata dengan kasar aku masuk ke dalam toilet . rasa pusing menghampiri kepalaku dengan ganas . dan tepat di pintu masuk toilet aku tumbang .
Bukkkk……..
“hay.. bagaimana keadaanmu . tanya seorang pria dengan bahu lebar dan raut wajah khawatir menopang diriku .
Saat itu rasa pusing di pelaku agak berkurang , aku berharap ini adalah sebuah mimpi , tapi nyata nya semua adalah kejadian pahit yang terjadi . aku pun menangis di hadapan laki laki yang aku tak mengenalnya sama sekali .
Hikss …. Hikss….. hikssss…..
__ADS_1
Tangis ku sambil memegang erat baju dari laki laki yang menopang tubuhku .
apakah mereka berdua akan bertemu , atau justru apa yang akan terjadi selanjutnya . jangan lupa comen dan like yah biar tahu kalau novel ini banyak yang minta . sebab itu gratis pula . sekalian yang berbaik hati plieeesss bantu vote nya donkkk .