
“joy ada benarnya , sebaiknya kamu lakukan sesuatu jangan sampai merasa terpaksa . kamu punya hak bahagia . ujar asta dengan tenang . ingin rasanya ia memegang qiang namun ia sadar kalau qiang tak mau di sentuh oleh dirinya .
“terima kasih dan maaf , sudah memaksa mu menjadi ratuku selama seharian ini . ucap asta menahan tangan nya untuk tidak memeluk qiang .
Mendengar ucapan asta membuat qiang semakin terisak , ia sendiri tak tahu apa alasan yang pasti hingga ia bertahan agar tak membiarkan asta keluar dari kamarnya .
“boleh buka pintunya “ tanya asta pada qiang yang masih menangis di depan pintu .
Tak ada jawaban dari bibir qiang , membuat asta mengangkat tangannya untuk menarik qiang . saat itu qiang yang langsung menghindar jauh dari asta . perlakuan qiang membuat asta mematung , karena ia sudah tahu kalau qiang tak mau di sentuh namun ia masih saja berharap .
“aku pastikan , nanti kamu bakal nerima surat cerainya . ujar asta termenung sejenak .
Usia bicara asta , langsung memutar gagang pintu , namun pintunya tak bisa terbuka sama sekali . saat asta berbalik qiang sudah berada
jauh di balkon kamar .
“qi plisss , jangan buat aku berubah pikiran . ujar asta meminta kunci kamar pada qiang .
“itu rencana ku . ujar qiang memegang kunci yang di arahkan ke luar balkon kamarnya. Seolah olah ingin menjatuhkan kunci itu .
Ucapan asta , membuat qiang yakin kalau triknya bakal berhasil. ia pun mencoba menaiki pagar hiasan balkon besi namun dengan tiang tiang yang kecil .
“qiang , kamu jangan nekat , kalau kamu jatuh dengan ketigian 15 meter ini kamu gak bakal mati , yang ada kamu patah tulang kalau
berat badan kamu di bawah 50 . ujar asta khawatir namun mencoba tenang.
“kalau gitu bapak harus setuju dulu . tawar qiang mencoba naik lebih tinggi .
__ADS_1
“ok kita bicara baik baik . ucap asta setuju .
asta pun melangkah mendekat kearah qiang dengan perlahan lahan .
qiang yang tak sadar , terus mencoba memanjat lebih tinggi hingga ia sendiri kesulitan untuk menyeimbangkan dirinya . untungnya asta memberikan tangannya pada qiang .
“ayok turun . ajak asta menatap qiang .
“tapi bapak janji yah jangan pergi . ujar qiang memberikan dirinya masuk kedalam pelukan asta .
“kamu kenapa nekat banget sih , itu lumayan tinggi lho .ucap asta melihat ke bawah .
Tawar menawar pun terjadi di antara asta dan qiang di dalam kamar . sudah hampir 5 jam mereka di dalam kamar tanpa ada yang keluar karena qiang menjatuhkan kunci kamar di bawah balkon .
“syarat dari aku , emmm ‘sambil berfikir ‘ aku pikir pikir dulu deh . ujar qiang cemberut .
“pak aku benar benar minta maaf yah , ucapan ku yang tadi jangan di masukin ke hati boleh gak . tawar qiang
“ia , ucap asta pelan dengan senyuman .
cukup lama mereka saling diam hanya dengan saling menatap malu malu .sampai mulut qiang gatal jika tak bicara .
“ em aku boleh tanya gak pa . ujar qiang segan
“boleh , ucap asta menatap qiang penuh tanda tanya
“bapak kenapa mau di jodohkan dengan saya . ucap qiang ingin tahu
__ADS_1
“saya rasa mama mu sudah memberi tahukan kamu . ucap asta yakin
Mendengar ucapan asta membuat qiang ingat dengan ucap mama nya tempo hari yang mengatakan kalau mereka di jodohkan Karena masalah keuangan
.
“kalau masih ada yang ingin di tanyakan , kamu boleh tanya saya lagi . ujar asta lagi
“gak ada . jawa qiang jutek
Tak lama perut qiang berbunyi karena lapar . dan itu membuat asta segera bertindak
“kamu gak ada kunci serep . tanya asta memeriksa laci nakas qiang
“mamah …………………. Teriak qiang di pintu kamar
Mendengar qiang berteriak , asta segera berlari menghampiri qiang di depan pintu
“hey kamu bisa gak teriaknya lebih pelan dikit . ucap asta menempelkan jari telunjuknya di bibir
karena takut membuat qiang gugup apalagi asta yang mendekatinya dengan wajah tampannya
“mamah pintunya bukaaaaaa . teriak qiang semakin kuat
Namun asta segera menutup mulut qiang karena teriakan qiang yang terdengar seperti, yah kalian tahu sendiri lah .
“kalau kamu gak bisa diam, aku cium yah . bisik asta di telinga qiang .
__ADS_1