
seminggu lebih aku di rawat di rumah sakit dengan fasilitas yang menjamin , aku tak merasakan kesepian selama berada di rumah sakit karena mereka selalu menemaniku . hal hal aneh pun mereka ceritakan hingga tertawa bersama dengan cerita konyol itu .
sampai setelah aku di nyatakan sembuh , dan keluar dari rumah sakit . perlakuan mereka masih tetap manis dan perhatian dengan ku . setiap kali aku mengajak mereka buat main bersama , mereka tak pernah menolaknya . waktu mereka selalu ada untuk diriku .
dengan perlakuan mereka yang begitu, membuat aku berfikir egois dan berfikir kalau hanya aku yang berada di tengah tengah mereka berdua, dan tak ingin ada orang lain . ternyata aku terlalu naif .
saat itu kedua orang tua dengan bertengkar hingga ayahku menampar ibuku dan itu membuat aku frustasi , jadi aku memutuskan untuk mengajak mereka berdua untuk bertemu, 'sayang ' nya kedua sama sama tak bisa padahal waktu itu aku benar benar butuh mereka berdua .
saat itu aku begitu kesal dengan situasi seperti ini , rasa marah pun timbul tapi aku tak tahu harus berbuat apa apa . kembali aku mengangat lolucon mereka sewaktu di rumah sakit , hingga aku tersadar akan senyuman dari asta dan joy yang terlihat tertekan .
rasa penasaran pun membuat aku melacak keberadaan mereka melalui ponsel pintarku .
__ADS_1
aku kaget saat tampilar layar handphone ku menampilkan nya ' kalau Joy berada di rumah sakit .
sepanjang jalan aku berfikir " kenapa Joy sampai melakukan ini padaku , kenapa joy tidak memberi tahuku juga ' apakah mereka tak mau saling berbagi dengan ku juga . isi kepala ku hanya mengarah ' kenapa dan kenapa ' mereka tidak memberikan kabar padaku juga .
sampai tiba di suatau tempat yang membuat aku kaget dan rasa tak percaya , ternyata joy berada di rumah sakit tempat aku di rawat waktu .
tak mau hanya bertanya tanya dalam benak, aku pun segera masuk mengikuti petujuk dari layar ponsel ku hinggaa aku melihta joy yang berlari di samping ranjang yang dorong oleh bebera perawat memasuki ruangan ICU
dia adalah orang yang sangat aku kenal setelah Joy . ia adalah Asta , yang sudah bercucuran air mata melangkah mendekati ranjang mayat itu
kejaian memilukan itu berujung pertikaian yang aku sendiri tidak paham dengan situasi ini " aku tak ingin melihat dua orang yang berarti dalam hidupku menjadi saling bermusuhan . tak tahu kejelasanya bagaimana yang aku ingat, dan masih jelas waktu itu joy menatap dengan kesal ke arah asta hingga meloncati ranjang pasien yang mungkin sudah tak bernyawa itu. lalu menghantam asta dengan pukulan berturut turun .
__ADS_1
aku yang saat itu melihat hal itu seketika saja langsung memeluk joy agar tak memukul asta .
"sudah hampir 10 tahun kejadian itu tapi masih membekas rapi di ingatan ku .
setelan jaz berwarna putih dengan tatapan lurus kedepan , tanpa sadar air mata April meluncur dengan sendirinya mengingat kejadian itu .
"ka ngebayangin apa sih ' sambil menatap dengan haran dan itu membuat zaki cukup penasaran .
"bayangin apaan hayoo ' ledek Zaki dengan tatapan berbinar berharap kakanya April menceritakan kisah cintanya
"pikiran kamu kalo masih bayangin yang aneh aneh , Kaka doain besok di perban pake tripleks . dengan sengaja April meremas selang infus Zaki agar terasa nyeri
__ADS_1