
Dengan segera asta menepikan mobilnya , serta men stabilkan laju mobilnya .
“yang , qiang . panggil asta khawatir .
Pikiran qiang kembali mengingat laju mobil yang hampir saja menabrak mereka, rasa takut pun membuat qiang , meringis dan spontan langsung memeluk lengan asta dan enggan untuk melepaskannya .
Tak tega melihat qiang sedang ketakutan , asta pun dengan segera memeluknya walaupun ia melakukanya hanya sekedar merangkul .
“aku takut , aku takut , aku takut . ujar qiang dengan berulang ulang .
“qi tenang , qi . ujar asta mencoba membujuk qiang .
“qi buka mata kamu , udah gak ada apa apa . ok . ujar asta kemudian .
“Tarik nafas , pelan pelan lalu buang . ucap asta yang di ikuti qiang .
Melihat tangan qiang yang sudah merenggangkan genggaman nya
membuat asta , sedikit lega .
“kita jalan lagi ya , ucap asta yang di anggukan qiang , untuk melanjutkan perjalanan mereka .
“pelan pelan aja . ucap qiang takut namun masih memegang tangan asta .
__ADS_1
Dalam perjalanan pulang asta memutarkan music untuk qiang , dan itu membuat qiang tertidur perjalanan mereka tak terlalu jauh , namun itu membuat terasa lama . hingga
saat sampai di rumah qiang , asta mencoba membangunkan qiang .
“qi ,bangun qi , ini udah sampai di rumah kamu . ujar asta pelan .
Tak lama seorang pria yang tampan keluar dari dalam rumah itu lalu mengetok ngetok kaca
lmobil asta .
“mobilnya buka , ujar joy kaka sepupu qiang .
Asta pun membukanya lalu joy dengan segera mengangkat tubuh qiang dan masuk ke dalam rumah .
Asta yang merasa tak dia anggap membuat ia sedikit heran dengan sikap joy . saat asta turun dari mobil ingin berpamitan tiba tiba joy berhenti tanpa berbalik , ia mengatakan sesuatu pada asta .
Setelah membawa qiang masuk , joy langsung mengantarkan qiang ke kamarnya . lalu turun ke rungan di mana oma juga paman setyo dan tante nisma sudah berada di bawah .
“paman sama bibi ko bisa bisa nya menikah kan qiang yang masih sekolah sih , ujar joy marah dan masih menuruni anak tangga .
“dan oma juga ngapain ikut ikutan . ujar joy memarahi mereka
.
__ADS_1
“paman tahu kamu marah , tapi ini semua demi perusahaan . kamu kan tahu sendiri gimana kondisi perusahaan saat ini . ujar paman setyo
“yah tapi kenapa harus qiang . ucap joy kesal .
“lalu siapa , maira ? apa kamu tahu di mana maira sekarang . lagian maira, sendiri gak pengen menikah sebelum cita citanya berhasil . kamu tahu itu kan joy . ujar bibi nisma .
Tak lagi bicara , karena joy sendiri bingung bagaimana agar mereka meyakinkan kedua orang tua qiang .
Karena kesal , akhirnya joy pun pergi dengan amarah di pendam . ia pergi kerumah sakit di mana ia bekerja padahal ia sendiri baru saja
pulang dari rumah sakit .
Sementara asta yang tak habis pikir dengan sikap joy , yang membuat ia sendiri kesal mengingat ia menggendong qiang , padahal ia tahu kalau mereka hanya saudara sepupu .
Mengingat itu membuat mood asta benar benar buruk . ia yang mengelilingi jalanan karena begitu kesal membuat ia benar benar tak punya tujuan , sampai akhirnya pada pukul 12;00 ia mengirimi pesan singkat pada qiang yang nomornya di kirimi tante
nisma .
“sudah tidur , pesan asta .
“aku asta , maaf mengganggumu malam malam . lanjut asta mengirimi pesan .
Setelah menunggu beberapa saat tak ada balasan , asta langsung menghapus isi pesanya pada qiang .
__ADS_1
“aku ngapain sih . gumam asta bingung . sambil menatap ponselnya dengan iba . saat setelah merasa jenuh langsung Tarik gas untuk lanjut melewati jalanan . tapi siapa sangka kalau ternyata panggilan masuk
dengan nama di layar ponselnya yaitu Qiang .