Guruku Suami Romantis 2

Guruku Suami Romantis 2
seperti kata sang pujangga


__ADS_3

perjalanan mereka menuju rumah megah milik lucian membuat keduanya terdiam . qiang yang mengingat perlakuan nya ke Asta saat di pusat oleh oleh membuat ia sadar dengan kesalahan nya .


~back off ~


 tubuh asta terhempas masuk ke dalam keranjang besar , dorongan dari qiang seperti menggunakan tenaga dalam . hingga dengan mudah nya asta masuk ke dalam keranjang raksasa .


"asta ! mas asta ' ucap qiang teringat dengan asta suaminya .


segera qiang berlari ke samping toko bangunan dan mencari asta di bagian keranjang raksasa itu . dengan cemas qiang membongkar bongkar penutup dari keranjang raksasa itu .


"mas asta ! mas ' panggil qiang dengan wajah cemas .


"kamu ngapain ? dengan nada judes asta bersuara


"ya ampun mas ! ( Qiang mulai tertawa ) maaf ko jadi kek salad sih . ujar qiang mendekati asta dan membersihkan beberapa kotoran yang menempel di baju asta dengan sedikit tawa

__ADS_1


asta sama sekali tak menyahut dengan ucapan qiang , ia hanya diam dan membiarkan qiang membersihkan kotoran yang ada di baju nya .


sampai selesai dan mereka masuk ke mobil . qiang yang tadi nya tertawa karena melihat asta yang amburadul tiba tiba terdiam dengan sikap dingin asta yang tak bicara sedikit pun padanya setelah kejadian itu .


~back on ~


sampai mobil yang mereka kendarai memasuki gerbang yang berdiri tinggi dan kokoh itu. asta , dan qiang masih saja terdiam .


pilar pilar yang menyangga rumah yang bernuansa putih itu dengan bola lampu berwarna gold sehingga menambah kesan megah dan mewah rumah tersebut .


sewaktu memasuki  halaman rumah itu qiang ternganga dengan pandangan melihat keluar jendela .


 kepala qiang yang awalnya keluar jendela seketika masuk lagi hanya untuk menunggu ucapan dari asta . sementara asta yang sibuk menyetir lalu memarkirkan mobilnya di garasi  hanya diam tanpa kata atau pun menyahut ucapan qiang .


dengan seketika qiang terdiam  dengan wajah yang sedih . air mata qiang sudah mulai mengembun di pelupuk mata yang siap jatuh walaupun hanya dengan sekali kedipan mata .

__ADS_1


saat asta sampai di parkiran depan rumah ia segera turun dan membuka pintu untuk qiang dan benar benar terlihat romantis apalagi saat asta sebelumnya merapikan pakainya saat turun dari mobil dengan elegan .


dengan judesnya qiang turun tanpa menyambut tangan asta yang sudah menunggu untuk di sangga . asta menatap ke arah wajah qiang dengan segudang rasa penasaran , sayang nya  qiang menunduk tak mau menatap asta yang berdiri dengan gagah nya menyambut dirinya


asta yang merasa di cuekin mengejar langkah qiang dan segera mensejajarkan nya


.


"emang tahu pintu utama nya ' tanya asta saat langkah mereka sudah sejajar


mendengar ucapan asta membuat qiang memberhentikan langkahnya lalu menatap asta yang tersenyum padanya


"aku............. aku mana tahu ' ujar qiang yang langsung menggandeng tangan asta


sayang nya asta melepaskan tangan qiang yang menggandeng tangan nya , hingga kesedihan di wajah qiang semakin nampak sebelum asta berkata yang membuat jantung qiang seakan mekar bagaikan taman bunga

__ADS_1


"tangan kamu terlalu berharga kalau hanya untuk menggandeng tangan ku , jadi biar aku yang memelukmu saat kita berjalan jadi kamu gak perlu tersesat . ucap asta yang langsung merangkul tubuh qiang dan mereka berjalan bersama masuk ke dalam istana lucian yang megah itu .


"melangkah bersama dan masuk kedalam rumah dengan rangkulan di pinggang dari tangan yang besar dan sandaran tubuh yang kekar  hingga  siapa pun yang berada di samping nya atau dalam pelukan nya . akan merasa nyaman , begitu kata pepatah yang pernah aku dengar ' gumam qiang dengan langkah pasti  !


__ADS_2