
mungkin dari kalian ada yang berfikir , kalau lahir dari keluarga kaya itu enak . kebutuhan di penuhi , uang selalu ada , punya temen , sahabat setia . mau jalan kemana aja boleh .
mungkin ini yang kalian pikirkan ' but maybe ? . itu bisa saja benar , bisa juga salah yah .
tapi gak semua orang kaya seperti itu , apalagi berkaitan dengan kemajuan perusahaan . anak pun bakal jadi jaminan .
gak sedikit lho , orang yang sesama kolega , anak anak mereka yang masih kecil udah di jodohkan .
padahal mereka juga punya , karakter yang mereka inginkan . tapi yaudah lah , mau gimana pun tetap harus jalani hidup .
kembali aku merenungi , nasib ku yang bakal menikah dengan orang yang terlalu dewasa , yah walaupun wajahnya tampan tetap saja dia adalah pria dewasa yang jauh di atas ku .
aku kembali fokus pada ponselku yang banyak notif getar . aku pun sambil menunduk membaca pesan mereka .
tanpa menghiraukan pembicaraan para te tuah , aku hanya fokus pada apa yang membuat ku tersenyum saat ini .
"Qiang , ucap mama memanggilku .
aku yang terlalu fokus pada ponsel akhirnya , kembali masuk dan fokus pada pembicaraan soal pernikahan ku dengan Asta .
"jadi gimana Qi. tanya mamah padaku dengan senyuman .
"ha apanya mah . ujar ku balik bertanya .
"gaun pengantin kamu mau pake desainer siapa . ucap Tante Kinara menatap ku .
"emm , aku ngikutin aja deh . ujar ku dengan tersyuman paksa .
__ADS_1
"wah anaknya gak ribet yah jeng . puji Tante Kinara senang .
"Qiang , ini memang di didik dengan fasilitas dan cara yang berbeda dari saudaranya . ia akan lebih simpel dalam hal hal . ia tidak menyukai sesuatu yang rumit . ujar papa dengan senangnya membelai rambut ku yang pendek .
"jadi fix yah , besok kalian udah harus fiting baju pengantin nya . ucap Oma Xian senang .
"besok na' Asta jemput Qiang yah . tawar Oma mala .
"siap Oma. ujar Asta manis pada Oma .
pembicara itu pun mengarah pada diriku . setelah di rasa semua pembicaraan sudah tersampaikan , mereka semua pamit dan pulang dengan rasa senang di dalam dada .
sementara diriku yang bingung antara senang juga sedih sudah bercampur aduk jadi perasaan yang di sebut dilema .
dan mereka benar benar orang tua yang licik. mereka menyuruh Asta untuk mengantarkan diriku pulang .
OMG perempuan mana yang gak bakal leleh , tapi aku masih dengan jutek dan wajah sedikit biasa. padahal dalam hati aku pengen teriak ' ya tuhan '
di dalam mobil , ia membuka obrolan . sekedar tanya basa basi sih kalau menurut aku . cuman emang gitu kan biasanya .
"kamu lapar gak . tanya Asta canggung saat bicara .
"kan tadi abis makan . ujar ku sedikit tertahan karena heran .
"oh ia , maaf aku lupa . ucap Asta kemudian dengan senyuman kurang enak .
"kamu mau minum dulu . ujar Asta kembali menawarkan .
__ADS_1
" enggak masih kenyang . ucapku menunduk .
"oh oke . ucap Asta dengan suara kecil namun masih ku dengar .
"ini mau langsung pulang . tanya asta lagi dan lagi .
"ia . ucap Qiang datar
"jangan jutek , senyuman mu itu manis . ujarnya yang membuat ku memalingkan wajah menatap jendela .
cukup lama hening menyelimuti kami berdua , hingga sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menyerempet ke arah mobil kami berdua .
nyiiiittttttt ....... ( suara ban mobil di rem )
"awassss . teriak Asta merentangkan tangan kirinya di depanku .
jujur saja saat itu aku tidak takut , pikiranku hanya mengarah ke Asta yang sedang menyetir sebelah tangan .
pikiranku kosong , aku hanya fokus pada Asta yang menstabilkan laju mobilnya .
"kamu gak papah . tanya nya dengan wajah khawatir .
sementara aku menatapnya dengan rasa kagum , sebab dilindungi akan membuat wanita merasa di hargai .
"yang , yang . panggil Asta menggoncang kan tubuh Qiang pelan .
apakah terjadi sesuatu pada Qiang , jangan lupa buat like dan comen yah . lanjutan nya besok ok
__ADS_1