
“tapi aku malu . ucap qiang enggan keluar
Ucapan qiang membuat asta segera mengambil foto Bunga dan coklat lalu mengirimkannya pada qiang yang bersembunyi di bawah selimut dengan
bertuliskan “ I sorry my wife “ di
tambah emoticon love
Melihat pesan masuk membuat qiang tersenyum , dan ia pun keluar dari dalam selimut .
Dan qiang pun membalas pesan asta dengan gambar jempol dan telunjuk yang di silangkan hingga berbentuk love .
“jadi gak marah lagi kan . tanya asta berharap qiang memaafkan nya
“bapak jawab dulu . ucap qiang serius
“bapak abis dari mana . tanya qiang dengan nada penasaran
“sahabat ku ibunya masuk rumah sakit , jadi aku ke sana . ujar asta menjelaskan .
“maaf yah , lain kali aku bakal pamit sama kamu . ujar asta menyingkirkan rambut yang berantakan di wajah qiang .
Mereka berdua pun saling bertatapan , hingga asta memberanikan diri mendekati wajah qiang yang ragu ragu dan memerah . sampai
ketukan pintu kamar mengacaukan momen mereka berdua .
Mereka berdua pun menjadi canggung , qiang yang sudah sangat malu membuat ia segera membenamkan kembali wajahnya ke dalam selimut , sementara asta segera membuka pintu untuk melihat siapa yang datang .
__ADS_1
“ya siapa , tanya asta saat membuka pintu
Asta terkejut saat melihat joy di depan pintu dengan sebuah boneka yang besar di pegang nya .
“qiang mana . tanya joy melihat ke dalam kamar
“ada apa mencari istri ku . tanya asta dengan menghalangi pandangan joy
“qiang . teriak joy dengan lantang
“dia sudah tidur . ujar asta menahan kesal
“barusan aku mendengar suara nya . ucap joy yakin
“kau menguping kami . ucap asta tak percaya
“kau ingin aku menerima ini . tanya asta tak percaya
“terserah kau saja , jika tak mau kau hanya perlu membuang nya . ucap joy berlalu dengan rasa malu
Asta yang masih termenung untuk sesaat kemudian ia segera masuk tanpa membawa boneka . saat mau melangkah stelah menutup pintu asta kaget karena qiang berdiri tepat di belakangnya .
“astagfirullah . ucap asta memegang dadanya karena terkejut
“siapa pak ? tanya qiang penasaran
“seseorang yang membawa sesuatu yang merepotkan . ucap asta berlalu
__ADS_1
Mendengar itu qiang penasaran dan ia mencoba membuka pintu sayang nya tindakan itu tak berlanjut karena asta segera memegang tangan qiang dengan mencari cari alasan
“kenapa pak ? tanya qiang melihat asta yang memegang tangan
nya
“emm kayaknya aku susah tidur ! hari ini kalau gak keberatan aku boleh tidur di ranjang ? pinta asta terpaksa
Dengan anggukan kepala yang pelan qiang setuju walaupun mereka tertidur dengan bantal guling sebagai pembatas diantara keduanya .
“kamu sudah tidur ? tanya asta bersuara dengan pelan
Qiang yang membelakangi asta dengan rasa gugup karena kali pertama mereka tidur di ranjang yang sama membuat ia tetap terjaga . asta yang tak mendengar sahutan dari qiang, membuat ia berfikir kalau qiang sudah
tertidur
Asta pun pelan pelan memindahkan bantal pembatas yang ada di tengah tengah mereka berdua , lalu mendekat pada tubuh qiang dan melingkarkan tangannya di pinggang qiang dengan teramat pelan .
Qiang yang sadar dengan gerakan mencurigakan dari asta membuat ia waspada namun engan untuk bergerak hingga sesuatu di bawah asta terasa , dan itu membuat deguban jantung qiang memacu dengan hebat nya hingga sampai terasa dan di dengar asta .
“ya ampun anak ini belum tidur sama sekali . gumam asta melepas pelukannya dan membelakangi qiang dengan rasa malu .
“apa yang aku lakukan , astaga . maki asta pada dirinya sendiri
“itu apa ? gumam qiang dengan rasa takut namun mengingat rasanya
Sampai akhirnya mereka berdua pun tak bisa terlelap dengan tenang , hingga pagi tiba asta yang bangun dengan mata menghitam begitu pun qiang .
__ADS_1
“kalian berdua kenapa ? tanya jean saat mereka turun bersama untuk sarapan pagi dengan wajah lesu karena kurang tidur