
di tempat zaki ia masih berada di rumah sakit menatap keluar jendela dengan ingatan akan Qiang .
pagi itu Zaki masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya beberapa waktu lalu , namun untuk menyangkalnya juga rasanya terlalu bodoh . anak kecil pun paham apa yang terjadi diantara mereka tanpa bertanya .
Zaki memejamkan matanya sejenak tak sadar mengalir buliran air bening yang melewati pipi mulusnya .
seperti tak kuasa menahan sesak di dada nya membuat ia menahan dengan kekecewaan .
"dasar pembohong ' di ucapkan dengan penuh tekanan
tak lama April datang membawa sarapan untuk Zaki .
suara pintu Yanga terdengar tiba tiba , membuat Zaki dengan segera menghapus kasar air matanya .
"pagi jagoan ' dengan memperlihatkan beberapa buah tangan pada Zaki
"kamu pasti belum makan ' sambil berjalan mendekati Zaki
__ADS_1
"ka kapan sih aku keluar nya ' wajah jutek dan memelas di tampilkan pada April
"untung kamu gak luka dalam , lagian kamu kayak gini berantem gini apa untung nya sih ' seakan mengintrogasi alasan di balik masuknya Zaki di rumah sakit
"gak berantem ka ' dengan nada meyakinkan
"masih gak mau jujur , jangan harap bisa keluar ' nada mengancam April membuat Zaki menatapnya dengan sedikit kesal
April menyuapi Zaki nasi goreng mengingat itu makanan kesukaannya
"ka ' wajah zaki sedikit kecut saat berucap
"kenapa ka April gak cerita kalau sahabat Kaka udah nikah ' suasana tak lagi seperti sebelumnya setelah Zaki menanyakan hal itu
wajah April menjadi tegang dengan pertanyaan Zaki
yang dia maksud bukan Asta kan .
__ADS_1
"maksud kamu apa ' dengan mimik sedikit membingungkan April seolah tak paham
"maksud aku ' Asta , orang yang aku anggap sebagai Kaka laki laki setelah ka Joy ' ternyata dia menikahi orang yang aku suka ' nada Zaki sedikit tertahan sebelum ia melanjutkan ucapannya . " ka April suka sama ka Asta kan ' dengan tatapan tajam Zaki menyudutkan April
" tahu apa kamu soal perasaan ' seakan meragukan perasaan Zaki terhadap usia muda nya
"ka aku tahu kalian sahabatan udah lama , tapi kamu gak harus berkorban demi kebahagiaan orang lain ' pikir Zaki pada perasaan April
"aku cukup kaget saat ka Asta menemukan aku dan Qiang di sekolah , aku pikir dia akan menyapa ku , tapi dia hanya mengajak Qiang dan menganggap ku orang lain . ' sedikit emosi Zaki mengatakannya
"ka Asta mengajar di sekolah tempat ku , sedikit aneh rasanya tapi aku senang , hingga semakin ke sini aku jadi tahu apa alasan dia menjadi guru di tempat aku sekolah . ' tatapan Zaki fokus pada satu tempat dengan membayangkan kejadian saat itu
"lalu setelah tahu kenyataan nya , bagaimana perasaan mu sekarang . ' rasa ingin tahu April seakan membuatnya bertanya pada Zaki
"perasaan ku masih sama , aku yakin belum terjadi apa apa dengan mereka , rasanya tidak mungkin ia melakukan hal yang bisa merugikan diri mereka ' tatapan yakin Zaki membuat nya terlihat seperti mata elang
"perasaan ku masih sama sebelum Qiang benar benar jatuh dalam perasaan dari ka Asta . ' kini tatapan mata Zaki siap untuk memangsa
__ADS_1
"Zaki kamu terlalu naif dengan pikiran yang masih dangkal ini. bicara soal cinta gak harus tentang rasa suka aja , sebaiknya kamu fokus sekolah dulu baru cinta cintaan ' ucapan April yang memandang enteng ucapan Zaki membuat ingin tertawa
"ka April , gak sakit hati dengan ka Asta saat menikah ' pertanyaan Zaki membuat April ya g tadinya tertawa menjadi terdiam bingung