
" kak Adhi menikahlah dengan ku "
Vania mengulurkan bunga liar yang ia kumpulkan sepanjang jalan untuk menemui Adhi .
Adhi tersenyum geli melihat tingkah lucu gadis 8 tahun itu .
tau dari mana ia tentang kata itu ,siapa yang mengajarinya ? apa orang tuanya tidak mengarahkannya waktu menonton televisi.
" Vania tau nggak arti menikah itu apa ?"
Adhi menerima bunga liar itu agar Vania si gadis kecil yang cantik itu tidak bersedih.
ia sangat menyayangi Vania seperti ia menyayangi mendiang adik kandungnya yang meninggal 6 bulan yang lalu karena kanker paru-paru , ketika usianya menginjak 6 tahun.
" kata bunda menikah itu hidup bersama Sampai tua ,saling menyayangi , dan punya anak yang cantik kayak Vania "
Adhi terbahak mendengar celoteh gadis mungil itu ,andaikan adiknya masih hidup mungkin selucu dan menggemaskan seperti Vania.
" Vania fokus sekolah dulu ya ,nanti kalo udah gede kita menikah oke "
mata Vania membulat sempura , ia bahagia mendengar tanggapan sang penyelamatnya.
sebenarnya Vania hanyalah gadis komplek yang di asingkan teman-temannya karena dia berbeda .
dia nggak cacat ,dia nggak bodoh ,dia nggak idiot,sebaliknya dia gadis 8 tahun yang sangatlah cantik ,kulitnya putih rambutnya ikal ,dan matanya berwarna abu-abu ,tapi sayang dia anak yatim ,gadis itu selalu bercerita kalau ayahnya telah bahagia di surga.
pertama kali Adhi bertemu dengan Vania ketika ia sedang latihan voli di lapangan dekat tempat tinggal Vania karena ia akan mengikuti pertandingan bola voli antar kelas di SMA nya .
tanpa sengaja ia melihat Vania yang sedang di bully oleh teman sepermainannya, di dorong hingga kakinya terluka dan menangis.
karena iba ia mengobati luka di lutut gadis kecil itu setelah ia mengusir teman-teman Vania yang sangat usil itu ,entah belajar dari mana anak SD sudah mengerti untuk membully temannya sampai terluka.
sejak saat itu Vania menganggapnya sebagai pahlawan dan sering kali menemuinya di lapangan itu ketika ia latihan .
" janji ? "
Vania menyodorkan jari kelingking dan di sambut oleh jari kelingking Adhi.
" ia janji "
__ADS_1
Vania tersenyum ,dengan malu-malu ia mencium pipi Adhi lalu berlari meninggalkan.
lagi-lagi adhi tersenyum geli melihat tingkah Vania , gadis itu sangat lah lucu ,selucu adiknya Zahira.
ia tak pernah mengambil serius apa yang di lakukan oleh Vania , baginya Vania adalah pengobat rindu untuknya , melindunginya membuat hatinya tenang dan bangga ,seperti ia melindungi adiknya dulu.
ia berjanji akan terus memantau gadis kecil itu ,menatapnya lama-lama dapat mengobati kerinduan nya kepada adiknya .
...*******...
sudah beberapa hari ini Vania mengunjungi lapangan itu ,berharap bertemu dengan malaikatnya.
karena dia ,teman-temannya tak lagi berani ngebully nya , karena Adhi sang pangerannya selalu berada di dekatnya .
bukan ,,
yang benar dia yang selalu menghampirinya ,entah sekedar melihat nya latihan ,atau kalau lagi Adhi ada waktu luang ia akan menyempatkan untuk bermain dengannya .
tapi sudah beberapa hari ini , malaikatnya itu tak lagi datang ke lapangan itu , ia nggak tau kenapa ,tapi hati kecilnya tak berhenti bertanya-tanya.
" apakah kak Adhi bosan dengan Vania ya ? apa kak Adhi udah nggak mau main sama Vania ya ? Vania kan nggak nakal kata kak Adhi ,tapi kenapa dia nggak pernah datang lagi untuk bermain dengan Vania "
ia sudah berusaha untuk tidak nakal ,menjadi anak baik yang nurut dengan kata bunda .
Vania menerawang , mengingat kebersamaan dia dengan sang malaikat nya waktu itu.
" Vania harus jadi anak baik ya ,harus nurut apa kata bunda , kalo Vania nggak mau pulang ,nanti bunda nangis loh ,Vania mau bunda nangis gara-gara Vania ?"
bujuk Adhi waktu itu saat Vania merengek ingin ikut pulang kerumahnya .
" nggak mau Vania nggak mau bunda nangis " Vania menggelengkan kepala kuat-kuat.
" makanya Vania pulang ya ,kak Adhi antarkan mau ?"
Vania menundukkan kepalanya ,pertanda ia nggak mau pulang ,ia masih ingin bermain dengan Adhi.
" Vania harus pulang ya ,besok kakak kesini lagi main sama Vania , Vania harus jadi anak baik ,nggak boleh keras kepala nanti kak Adhi nggak sayang lagi sama Vania "
Vania mengangkat kepalanya lalu mengusap air mata dan ingusnya.
__ADS_1
.
" jadi kalo Vania jadi anak baik dan nurut kak Adhi sayang sama Vania ?"
tanyanya antusias ,Adhi mengangguk seraya tersenyum membuat hati Vania berbunga-bunga.
" ya udah deh Vania pulang ,tapi janji ya kak Adhi harus main sama Vania terus ,kak Adhi nggak boleh ninggalin Vania ,kak Adhi harus jadi teman Vania selamanya "
" nah anak pintar ,iya kak Adhi janji "
Adhi mengusap rambut Vania gemas membuat gadis itu kegirangan.
flashback off.
Vania berjongkok dengan tangan yang mencoret-coret tanah dengan batu yang di genggamnya ,menulis nama Adhi di sana berharap malaikatnya itu datang untuk bermain dengan nya.
dia kesepian dan hanya Adhi yang baik dan mau berteman dengannya selama ini ,teman sebayanya tidak menyukai nya karena dia anak yatim dan dia berbeda dari mereka .
entah perbedaan yang bagaimana yang membuat mereka benci dengan Vania , padahal ia nggak cacat ,ia cantik bahkan lebih cantik dari teman-temannya,apa karena itu mereka membencinya ,tapi kenapa ?
dia nggak mau dilahirkan dengan keadaan seperti ini ,kalau boleh meminta ,ia minta dilahirkan sama seperti teman-temannya, memiliki rupa yang biasa saja dan memiliki ayah .
tapi kenyataannya ia dilahirkan tanpa ayah ,dia dan ibunya di kucilkan oleh tetangganya,tak jarang ia melihat ibunya menangis ketika sholat meminta ketabahan dan memintakan hidayah untuk orang-orang yang membenci ia dan ibunya .
" sebenarnya kak Adhi dimana ? kak Adhi udah nggak mau bermain dengan Vania ? Vania nakal ya ?"
Vania kembali mengusap air matanya dengan lengan bagian luarnya.
" Vania ayo pulang nak udah sore ,bunda cariin dari tadi taunya ada di sini "
ia beranjak meninggalkan lapangan tanpa berani mendongakkan wajahnya ,takut ibunya khawatir melihat nya menangis seperti ini.
" Vania kok lesu gitu kenapa ? apa Vania di ejek teman-teman lagi ?"
tanya bundanya lembut melihat Vania yang tampak tak bersemangat ,Vania hanya menggelengkan kepalanya sembari berjalan menuju rumahnya .
bunda Vania tak mau mengintrogasi Vania lebih dalam lagi , kalau sudah seperti ini Vania akan menangis sejadi-jadinya kalau terus-terusan di interogasi.
ia pasti akan kesulitan menenangkan Vania ,dan para tetangga yang membencinya akan bersorak melihat keriuhan kehidupannya dengan Vania.
__ADS_1
hanya beberapa saja tetangganya yang perduli dan selalu membantu mereka ,selebihnya mereka-mereka yang kurang kerjaan yang suka melihat hidupnya Vania menderita dan sakit hati melihat hidup nya dan Vania bahagia.