Hai Pak Guru ,Love You

Hai Pak Guru ,Love You
makan malam dengan arkhan


__ADS_3

" jadi gimana perkembangan hubungan Lo dengan cewek itu ?"


Ken masih terus memasukkan hidangan makan malam itu ke mulutnya,kebetulan kedua orang tuanya yang sibuk berbisnis sedang ada meeting makanya mereka tidak ada saat makan malam.


melihat ekspresi adiknya rehan langsung bisa menebak apa yang terjadi dengan kelanjutan hubungan mereka.


" Lo terlalu payah Ken "


Ken melirik rehan dengan lirikan yang mematikan.


" gadis itu terlalu dingin re , apa gue bisa ya mendapatkan dia ?"


Rehan diam seperti sedang memikirkan apa yang tengah di rasakan oleh Ken.


" Lo dingin dia dingin , hubungan kalian kayak nya se dingin kutub Utara ya ?"


Ken diam , ia berharap mendapatkan solusi dari kakaknya yang sudah mahir dalam hal pendekatan dengan wanita.


" kayaknya lo kurang agresif deh Ken "


" maksud Lo ?"


Rehan menghela nafasnya, emang susah sih mengajari orang yang emang dasarnya belum mengenal dunia percintaan.


" usaha Lo kurang maksimal "


" gimana mau maksimal , dia aja selalu menghindari gue ,tapi itu yang bikin gue semakin tertarik sama dia ,dia beda sama cewek-cewek yang gue temui selama ini "


Rehan mengusap-usap dagunya .


" gue jadi penasaran cewek yang Lo suka itu seperti apa ?"


" nggak ! Ngapain Lo penasaran sama dia ?"


Rehan tersenyum geli melihat sikap posesif adiknya


" weesss santai bos , gue nggak akan Setega itu sama adek gue yang bahkan selalu gagal hanya untuk mendekati satu cewek saja"


Ken menatap kakaknya dengan tatapan membunuh , rehan beranjak meninggalkan nya dengan tawa dan wajah puasnya karena telah berhasil menggoda Ken.


Ia tak mengambil pusing tingkah iseng rehan karena ia tau rehan begitu menyayanginya terlepas dari keisengan nya selama ini.


Namun pikiran malah teralihkan pada kejadian tadi siang ,kalau benar kejadian itu hanya prank , lantas foto itu di ambil dari mana ? Jelas-jelas di foto itu ia melihat Vania tengah melangsungkan pernikahan dengan gurunya.


" apa gue tanya aja besok sama keyra? "


di tempat lain Vania tengah menghadiri undangan makan malam dari papa nya keyra yang tak lain adalah kepala sekolah nya sendiri ,ia tak sendiri karena ada reigha di sampingnya.


Namun keberadaan reigha tak mengurangi kecanggungannya pada kepala sekolah nya.


Bagaimana tidak ,ia di sekolah begitu segan dengan pak arkhan,jangan kan menghayal dapat undangan langsung dari arkhan dan makan dalam satu meja makan seperti ini , memimpikan nya saja ia tidak pernah.

__ADS_1


Saking mustahil nya ,tapi sekarang bahkan ia mengetahui kalau arkhan begitu menghormati reigha dan dirinya lebih dari itu,ia semakin terkejut saat mengetahui hubungan bisnis antara arkhan dan juga reigha.


Pantas saja arkhan sampai menghukum Keyra seperti itu .


" saya minta maaf pada kamu Vania dan juga pak reigha,atas tindakan anak saya yang kurang ajar "


Vania kesulitan untuk menjawab ,ia sibuk menata kata yang tepat agar tidak ada yang tersinggung di acara jamuan makan malam itu.


Melihat Vania yang gelisah akhirnya reigha angkat bicara.


" saya dan juga Vania tidak mempermasalahkan nya lagi pak ,tapi saya harap anda dan istri bisa mendidik keyra lebih baik lagi ,agar ia tak merugikan orang lain lagi "


Vania melirik reigha,jadi laki-laki itu merasa di rugikan karena pernikahan mereka , tapi kenapa dengan berani ia beberapa kali mencium nya ,jika dengan pernikahan nya saja ia sudah merasa keberatan.


Ia pun memilih diam hingga acara jamuan makan malam itu selesai , bahkan kata-kata yang sempat ia rancang untuk menjawab permintaan maaf arkhan saja tak jadi ia ucapkan.


Ia hanya menjawab seperlunya saja saat di ajak berbicara oleh arkhan atau pun istrinya.


Mood nya mendadak berubah menjadi sangat buruk saat mendengar kalimat reigha,padahal kalau di pikir reigha tak salah jika menganggap pernikahan mereka itu sedemikian buruknya.


Tapi ia juga tak kalah di rugikan karena pernikahan itu ,setiap hari ia harus senam jantung memikirkan nasibnya ,karena keyra dan teman-temannya memiliki bukti pernikahan mereka.


Terlebih lagi saat itu hubungan mereka sangat buruk ,bahkan berkali-kali keyra dan teman-temannya mengancamnya akan menyebar kan bukti pernikahan.


Terakhir kejadian tadi siang benar-benar menguras emosi dan energi nya.


" hei ,kamu kenapa ? "


Namun ia di buat terkejut oleh respon Vania yang menarik paksa tangannya dengan kasar.


" kamu lagi datang bulan ya ?"


Vania membulatkan matanya, selama ini tidak ada satupun lelaki pun yang menanyakan tentang hal itu padanya ,dan pertanyaan reigha itu membuat wajahnya memanas karena malu.


" jangan kira bapak saja yang di rugikan karena pernikahan ini ,saya juga sangat-sangat di rugikan"


Reigha mengerutkan keningnya melihat sikap Vania yang uring-uringan terlebih cara bicaranya yang mendadak baku membuat tanda tanya besar pada otaknya.


" aku tidak pernah bilang kalau aku dirugikan saat menikah dengan kamu "


" bapak pikir saya tuli , jelas-jelas bapak bilang dengan gamblang pada pak arkhan dan Bu Warda "


Reigha semakin kebingungan,ia mencoba mengingat-ingat ucapan nya yang mana yang membuat Vania uring-uringan.


beberapa saat kemudian ia tertawa renyah saat mengingat sesuatu.


" hei maksud aku bukan seperti itu Van , aku hanya memperingatkan mereka agar keyra tak melakukan hal yang lebih buruk lagi pada orang lain "


" jadi bapak menganggap pernikahan ini sesuatu yang buruk ?"


Reigha tampak kalang kabut karena Vania menanggapi lain dari pengertian yang ia ucapkan ,terlebih saat wajah cantik itu memerah seperti sedang menahan tangis.

__ADS_1


namun di sisi lain ia begitu senang melihat gadis itu uring-uringan.


ia dapat menyimpulkan Vania benar-benar menganggap pernikahan mereka ,dan gadis itu nyaman dengan statusnya saat ini.


Reigha menepikan mobilnya karena keadaan jalanan yang lumayan banyak kendaraan yang berlalu lalang .


Lalu ia tersenyum melihat gadis itu masih memanyunkan bibirnya dengan wajah kecewa.


Ia menarik lembut wajah Vania agar gadis itu mau menatapnya.


"hei siapa bilang pernikahan ini buruk ? Justru aku sangat menikmati peran ku sebagai seorang suami saat ini ,hanya saja aku menunggu hak ku sampai kamu lulus sekolah "


Vania terbelalak mendengar ucapan reigha,terlebih saat laki-laki menyeringai padanya.


Ia berniat menarik wajah nya menjauh dari reigha namun ia kalah cepat , laki-laki itu sudah lebih dulu menyambar bibirnya.


reigha ******* b*b*r mungilnya dengan lembut namun semakin lama ******* itu semakin menuntut dan bergairah.


Ia yang tadinya berniat melepaskan b*b*rnya malah berbalik menikmati c*um*n laki-laki itu bahkan ia membalas nya ,dan tanpa sadar ia mengimbangi l*m*tan reigha yang sangat agresif itu .


Hingga suara dering ponsel nya berbunyi, membuat kesadaran nya kembali dan melepaskan bibirnya dari bibir reigha.


Ia melirik reigha saat mengetahui siapa yang menelfon nya,seakan meminta ijin untuk menerima panggilan itu.


" angkat aja "


" tapi,,,"


" angkat aja ,aku tak akan bersuara ,tapi jangan lupa melouspeker suaranya"


Vania menerima panggilan dari Ken dengan melakukan syarat dari reigha.


Ia seakan kembali meminta ijin pada reigha saat Ken mengajak nya berangkat sekolah bareng .


Namun dengan tegas reigha menggelengkan kepalanya.


" sepertinya Ken begitu terobsesi ya sama kamu "


" perasaan kamu aja kali , "


Tandasnya menyangkal ucapan reigha ,padahal sudah menjadi rahasia umum kalau Ken begitu tergila-gila padanya ,bahkan ia sudah tau sejak pertama Ken mendekatinya,tentu setelah insiden jam tangan waktu itu.


" apa kamu senang dengan tindakan Ken ?"


" bisa nggak nggak usah membahas Ken ? ,nggak penting tau nggak ?"


Reigha tersenyum manis ,sesaat kemudian senyumannya berubah menjadi senyuman jail.


" ya udah kita bahas tentang rencana punya anak aja "


Vania menatap reigha dengan tatapan membunuh membuat reigha tertawa lepas.

__ADS_1


__ADS_2