
area Mading sangat ramai dan sesak karena yang bergerombol di depan papan Mading bukan hanya teman satu kelas Vania sehingga membuat Vania kesulitan untuk melihat berita apa yang menghebohkan satu sekolah itu.
rasa gugup yang mendera hati nya semakin menjadi-jadi tatkala murid-murid yang menyadari kehadirannya seperti menatapnya dengan tatapan aneh.
mereka tampak berbisik-bisik, meskipun ia tak tau apa yang mereka bisikkan namun entah kenapa hatinya berkata itu semua karena berita yang di maksud oleh ria dan Andin.
jantung nya seperti berhenti berdetak ,saat ia melihat foto-foto nya bersama reigha yang tengah melangsungkan akad nikah sedang bertengger dengan lancangnya di papan Mading .
"bukannya di semua lembaga tak menerima murid yang sudah menikah ya ?"
Vania tak tau siapa yang bersuara ,yang jelas ucapan itu memicu keadaan semakin memanas dan seluruh siswa berusaha menyudutkan nya.
dengan brutal Vania mencopoti semua foto-foto itu dari papan Mading.
" stop ! Kalian nggak berhak menyudutkan Vania , kalian nggak tau kan kebenarannya!"
Tiba-tiba Ken menyusup di antara puluhan murid-murid yang mengerumuni Vania dan juga keyra ,mendadak suasana sunyi ,karena Ken yang biasanya pendiam dan masa bodo tiba-tiba berteriak seperti orang kesetanan.
" Van kamu jelasin sama aku ya , aku percaya apa pun yang keluar dari ucapan kamu kok "
Ucap nya lembut membuat mata Vania berkaca-kaca, ia tak perduli dengan ucapan Ken ,ia tak perduli dengan ketulusan Ken yang ia khawatirkan sekarang adalah posisinya di sekolah itu.
Mimpinya akan benar-benar kandas setelah ini ,semua orang sudah tau.
" ayo Van kamu bilang sama mereka kalau semuanya nggak bener "
Vania menggelengkan kepalanya , suaranya seperti tercekat di dalam kerongkongannya.
" biar gue yang beresin Van "
Bisik keyra penuh percaya diri ,namun Vania tetap diam , ia masih mencerna keadaan nya setelah ini di sekolah .
Keyra berjalan mantap menuju 2 orang yang tengah menatap puas ke arah keriuhan itu .
" bagaimana beritanya sangat hot kan ?"
Tanya ria dengan raut wajah songongnya , keyra mendekatkan mulutnya pada telinga ria dan juga Andin .
" kalian lupa ya ,meskipun bokap gue bangkrut tapi dia masih kepala sekolah disini ?!"
Wajah Andin dan juga ria memucat seketika ,ia melupakan sesuatu yang penting ,meskipun keyra bangkrut tapi bokapnya masih orang nomer satu di sekolah ini.
" gue beri kalian kesempatan untuk membereskan ini semua atau kalian yang akan gue beresin !"
Setelah berkata seperti itu ,keyra beranjak meninggalkan mereka ,ia mendekati Vania untuk menenangkan gadis itu ,ia juga ketar ketir kalau berita ini sampai pada reigha,bisa habis ia oleh bokapnya.
" selamat ulang tahun Vania "
Tiba-tiba Andin dan ria memeluk Vania , Vania mematung karena bingung dengan situasi yang terjadi.
setelah ia berhasil mencerna apa yang terjadi di bantu kode yang di berikan oleh keyra ,ia pun menanggapi acting nya Andin dan juga ria.
" jadi ini semua hanya prank ?"
Tanya salah satu murid yang tampak kecewa ,mungkin ia berharap kehebohan ini benar adanya,dasar calon emak-emak julid.
__ADS_1
" lah iya ,kalian mau nya beneran ,mana ada Vania menikah apalagi sama guru kita "
ucap keyra lalu ia membubarkan semua murid yang mengerumuninya itu.
" jadi ini ulah elo key ?"
Wajah Ken tampak tak suka , hampir aja keyra membantah argumen Ken karena tidak terima di tuduh seperti itu .
Tapi kalau ia membantah , takutnya jadi panjang dan memicu sesuatu di luar dugaan lagi.
" iya ini rencana kita bertiga , sekali-kali kan kita ngerjain temen yang ulang tahun ,iya kan van"
Keyra memeluk Vania , Vania yang baru saja bisa bernafas lega hanya bisa terus pura-pura ulang tahun dan melanjutkan acting mereka.
" nggak apa-apa Ken , mereka baik banget malah inget ulang tahun ku,cuma caranya aja yang rada ekstrim"
Ken mengerutkan keningnya,entah apa yang ada di pikiran laki-laki itu saat ini ,tapi ia nggak peduli ,yang penting sekarang posisinya kembali aman meskipun ia tak tau sampai kapan.
" apapun alasannya aku nggak suka , dan aku juga nggak bisa ngelupain sikap mereka selama ini sama kamu"
Desis Ken pelan , sikap nya yang sedikit arogan tadi mendadak dingin seperti Ben yang biasanya.
keyra membuang mukanya,ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk melupakan ken,tetapi kenapa dadanya terasa sesak saat melihat Ken menatapnya dengan tatapan kebencian dan membela Vania.
" aku nggak apa-apa,lagian kita sudah baikan kok "
Ken mengerutkan alis nya ,ia merasa apa yang di ucapkan oleh Vania adalah sesuatu yang tidak mungkin.
Bagaimana tidak ,ia sangat mengenali watak keyra , pertama keyra sangat terobsesi dengannya .
kedua jangankan pada Vania yang jelas-jelas Ken dengan terang-terangan memperlihatkan kepada publik kalau dia tertarik pada Vania , pada cewek yang dengan sengaja mencari perhatiannya saja keyra akan langsung memusuhinya.
Itu sebabnya teman keyra hanya 2 ,yaitu ria dan juga Andin ,dan jelas Vania tidak termasuk kriteria teman yang di inginkan keyra.
" Lo nggak lagi merencanakan sesuatu kan ?"
keyra semakin sakit saat kalimat itu terlontar dari mulut Ken .
" nggak Ken ,keyra baik kok "
Vania berjalan ke kelasnya setelah semuanya terselesaikan dengan baik , meskipun ia masih bertanya-tanya dalam hatinya kenapa keyra mau menolong nya .
Bukankah itu tujuannya,agar ia keluar dari sekolah dan ia bisa leluasa kembali mendekati Ken.
Namun ia tak terlalu mengambil pusing masalah itu ,yang penting untuk saat ini ia aman.
" Van nanti Pulang bareng yok ,atau elo nanti mau pulang sama pak reigha?"
Ia melototi keyra yang tiba-tiba menyusulnya dan bertanya tentang sesuatu yang akan membuat masalah nya tadi kembali memanas jika ada seseorang yang mendengar.
" sorry "
Keyra meringis tanpa dosa.
" gue pulang sendiri aja " jawabnya tandas.
__ADS_1
Keyra tampak kecewa mendengar jawaban Vania ,namun ia tak menyerah ,ia tetap membujuk Vania agar mau pulang bareng dengannya.
Vania nggak jadi beranjak ke kelasnya saat keyra memintanya untuk menemaninya makan siang , mengingat jasa keyra tadi akhirnya ia mau menemani nya ke kantin.
" Lo beneran bermusuhan dengan ria dan Andin ?"
tanya Vania iseng di tengah-tengah keseriusan mereka menikmati makan siang , ia tak berharap pertanyaan nya itu mendapatkan jawaban sih ,jika keyra enggan menjawabnya.
" yang seperti Lo lihat beberapa hari ini "
Vania terdiam , ia sedikit merasa kasian pada keyra terlepas sikap gadis itu dulu yang selalu menyakiti nya.
Ia tak pernah bisa membayangkan kehidupan keyra yang tadinya penuh kemewahan tiba-tiba harus mengalami kesulitan seperti sekarang , ia tak akan berfikir seperti itu andai keyra terlahir seperti dirinya.
Terlebih keyra kehilangan sahabat nya karena ia jatuh miskin,sungguh miris sekali.
" Lo nggak usah berfikir kasian sama gue , justru gue bersyukur dengan keadaan gue sekarang , akhirnya gue bisa tau siapa orang yang selama ini bersama gue "
Vania tersenyum,ia tak menyangka keyra bisa berfikir sepositif itu , saat pertama kali ia mendengar keluarga keyra bangkrut,ia berfikir keyra akan depresi.
Nyatanya dugaannya salah , gadis itu berubah jadi sosok yang bijak dan menjadi seseorang yang lebih baik lagi.
keyra memperhatikan sekeliling nya , saat di rasa aman ia mengucapkan sesuatu yang membuat Vania terkejut.
" sebenarnya bokap gue nggak bangkrut Van "
Keyra reflek menutup mulut Vania saat ia melihat Vania seperti ingin berteriak,saking terkejutnya.
" iya gue nggak bangkrut ,gue hanya lagi di hukum sama papa karena gue ketahuan jahatin elo Van "
" tapi elo jangan berpikir buruk dulu ,gue mau berteman dengan Lo murni keinginan gue ,bukan karena gue nggak punya teman lagi atau karena gue di hukum bokap gue "
" jadi elo mau kan Van jadi Teman gue ?"
Vania tak langsung menjawab permintaan keyra ,ia masih syok dengan apa yang keyra bicarakan.
Ia tak berpikir sejauh itu , tentang alasan keyra mau menjadikan nya teman,karena ia sama sekali tidak perduli.
" jadi bokap Lo tau kalau gue udah "
Vania tak melanjutkan ucapannya,takut ada orang lain yang mendengar nya ,dan ia semakin syok saat keyra menganggukkan kepalanya.
" tapi elo nggak usah khawatir Van , ini semua ulah gue malah bokap katanya mau minta maaf sama Lo karena gue Lo jadi terjebak ..."
Vania memberikan kode pada keyra untuk tidak melanjutkan ucapannya, takutnya ucapan mereka yang menyinggung pernikahan nya di dengar orang lain.
" oke gue ngerti ,tapi Lo bisa menjamin kan gue bisa sampai lulus sekolah disini ?"
Keyra menganggukkan kepalanya dengan yakin .
" gue jamin Van ,elo tenang aja ,tapi Lo mau nggak jadi temen gue ?"
Vania meneguk air mineral yang yang dingin itu dengan lembut.
" emang selama ini gue menganggap elo musuh ? Elo aja kan yang suka ngerjain gue "
__ADS_1
Keyra meringis kuda ,namun tetap terlihat cantik dengan penampilan dia yang seperti biasa ,berbeda dari yang lain dengan menggunakan aksesoris yang terlihat mewah.
" makasih Van "