
siapa yang tidak kenal keyra ? Meskipun ia sangat baru sekolah di SMA itu,tapi rumor tentang keyra dengan Genk nya yang sok ngartis itu sudah menjamur pada kalangan murid-murid baru termasuk dirinya.
siapapun dapat menebak yang mana keyra hanya dengan melihat gaya dan sikap nya yang gila hormat itu tanpa bertanya sekali pun.
Ia mengandalkan nama bapak nya untuk sok berkuasa di SMA ,menindas semua murid .
Namun tidak dengan Vania , tak ada yang ia takuti di sekolah itu selama ia tidak bersalah .
" pulang bareng yuk "
Vania memutar bola matanya malas saat seseorang menghadang langkah nya dengan motor gede yang di naikinya.
"nggak ! aku bisa pulang sendiri "
Dengan cepat Ken menyambar tangan Vania sebelum pujaan hatinya itu meninggal kannya.
" nggak apa-apa,ayo aku anterin "
" aku bisa pulang sendiri , lagian aku nggak mau berurusan sama pacar mu itu , jadi berhenti gangguin aku "
Ken turun dari motornya dan mengejar Vania yang meninggal kannya dengan langkah kaki lebar-lebar bahkan gadis itu tampak setengah berlari.
" tunggu ! Aku nggak ada pacar "
Ken berhasil menghentikan Vania , gadis itu tampak jengkel dengan sikap Ken yang terlalu gencar mendekati nya.
" memang ya semua cowok itu sama aja , ngaku jomblo ke setiap cewek yang di dekatinya "
Ken menahan senyum melihat wajah jutek vania ,ia mengira Vania uring-uringan karena dia mendengar kabar kalau Ken udah memiliki pacar.
" beneran aku nggak ada cewek ? Emang kenapa sih ?"
" terus keyra siapa kamu ? Dia nggak akan mungkin buang-buang energinya dengan melabrak aku di kelas kalau kamu itu bukan cowok nya !"
" keyra melabrak kamu ? Bener-bener ya tuh cewek ,Muka tembok banget"
Vania menarik paksa tangannya yang masih berada dalam genggaman ken.
" mendingan kamu urusin dia daripada terus gangguin aku kayak gini "
" kamu cemburu ya ?"
Goda Ken membuat Vania tambah jengkel.
" apaan sih ?"
" udah nggak usah marah-marah,yuk aku anter pulang"
Ken kembali meraih tangan Vania tanpa memperdulikan mata-mata di sekitar mereka yang menatap mereka dengan berbagai ekspresi.
" aku bisa pulang sendiri "
__ADS_1
Vania menarik tangannya lalu berlari meninggalkan Ken ,sebelum cowok itu kembali menahannya.
Rasanya pengen nampol tuh cowok Sampek dia paham kalau Vania risih di dekatinya terus.
Ia berhasil menaiki bus sebelum Ken kembali menahannya.
Ken tersenyum gemas melihat tingkah Vania , ia mengira tak ada cewek yang menolak dirinya karena sebelum nya dirinya yang selalu di kejar-kejar cewek .
Meskipun dia tak pernah tertarik dengan mereka,Namun Vania berbeda ,ia semakin tertantang untuk mendapatkan gadis itu.
...*****...
Dorr...
Vania dan penumpang bus lainnya berteriak ketakutan saat bus yang mereka tumpangi oleng karena salah satu rodanya meletus.
Nasib baik sang supir dapat menghentikan bus nya tanpa menyebabkan bus yang di kendarai nya mengalami kecelakaan.
Dengan terpaksa seluruh penumpang turun dari bus termasuk vania ,Vania tak berhenti mengucap syukur karena ia di beri kan keselamatan mengingat bus yang ia naiki tadi oleng sedemikian rupa .
Vania memilih pulang dengan jalan kaki ,selain rumah nya sudah tidak terlalu jauh ,ia pun masih sedikit trauma menaiki bus untuk saat ini .
" dek bisa tolong saya nggak ?"
Seseorang keluar dari dalam mobil dan menghampiri vania.
" minta tolong apa ya bang ?"
Pria itu menunjuk mobilnya dengan pintu yang terbuka lebar.
Tanpa menaruh curiga Vania melangkah mendekati mobil nya , namun seseorang membekapnya lalu memasukannya ke dalam mobil itu .
Vania terbangun dari pingsannya karena terusik dengan keributan di sekeliling nya ,ia berusaha membuka matanya hendak mencari tau ada apakah gerangan.
Betapa terkejutnya ia saat mendapati dirinya tidak berada di kamar nya , ingatannya menerawang pada kejadian yang membuatnya berada di tempat ini.
" saya nggak ngapa-ngapain pak ,biar saya jelaskan "
Vania menoleh pada suara yang sangat tidak asing di telinganya.
" pak reigha?"
Vania benar-benar tersadar sepenuhnya,ia panik saat mengetahui dirinya bersama pak reigha sedang di gerebek warga di sebuah kosan yang dia sendiri nggak tau ini di mana.
" nah pasangan mesumnya sudah bangun , kalian benar-benar ya sudah merusak nama baik daerah kami !"
" Van jelasin !"
Vania reflek menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya ,ia terkejut kenapa diri nya tak memakai baju ,tubuhnya tak benar-benar polos karena masih ada bra dan juga rok seragam nya masih terpasang di badannya.
" udah kalian nggak usah jelasin apa-apa,udah ketahuan mesum masih mau ngeles , sekarang juga kalian harus di nikah kan "
__ADS_1
" apa ?! saya benar-benar nggak tau apa-apa " teriak Vania panik
" alahh udah jelas-jelas kamu telanjang dada ,masih mau ngeles ,udah panggil pak RT biar kalian di nikahkan sekarang juga "
" tapi kami benar-benar tidak melakukan apa-apa pak "
Reigha tampak putus asa ,karena masa sama sekali tidak mau mendengar kan penjelasan mereka.
Tubuh Vania lemas seketika ,begitu juga dengan reigha,guru nya itu tampak tidak terima dengan apa yang terjadi ,namun karena banyaknya masa ia tak bisa berbuat apa-apa.
" oke kami akan menikah ,tapi biarkan saya menghubungi pengacara saya terlebih dahulu"
Vania reflek melirik reigha , keputusan gila macam apa ini , kenapa dia tidak berusaha sekuat tenaga untuk menolak pernikahan yang seharusnya tidak terjadi ini.
" nggak usah melibatkan banyak orang , daerah kami akan tambah rusak jika banyak orang yang terlibat , pokoknya kalian harus menikah sekarang juga !"
Reigha menatap orang itu ,dari tadi orang itu bagaikan kompor yang terus menghasut warga sekitar untuk menikah kan mereka.
tanpa bisa di nego lagi ,mereka menikahkan Vania dan reigha dengan saksi dan ustad setempat.
Dengan begitu mereka baru mau melepas Vania dan reigha untuk pergi dari tempat itu.
Apa yang harus gue katakan sama bunda .
Vania menyeka air matanya , ia tak dapat membayangkan ekspresi bunda mengetahui anak gadis nya pulang sekolah dalam keadaan sudah menjadi istri orang.
ia melirik reigha yang sedang mengemudi dengan tatapan membunuh , laki-laki itu bahkan tidak panik seperti dirinya .
" apa sih mau bapak ? Ini rencana bapak ya !"
Reigha melirik Vania lalu kembali fokus mengemudi.
" seharusnya kamu berterima kasih kepada saya karena telah menyelamatkan kamu "
" berterima kasih ? Berterima kasih karena bapak dan saya sudah menikah? Ini pasti ulah bapak kan ? Bapak yang menculik saya dan membawa ketempat itu "
Air mata Vania tak dapat di tahan lagi ,terjun bebas begitu aja , ia seperti ingin membunuh reigha karena pernikahan ini .
Perasaan marah ,panik ,bingung ,sedih , takut semua tercampur menjadi satu ,ia memikirkan perasaan bundanya akan seperti apa jika mengetahui dirinya sudah menikah.
" bapak jahat tau nggak !"
Vania memukul-mukul lengan reigha dengan brutal , ia benar-benar frustasi dengan keadaannya.
reigha menangkap tangan Vania setelah ia berhasil menepikan mobilnya
" dengar ya kalau nggak ada saya mungkin nasib kamu akan lebih buruk dari ini , sekarang diam dan saya akan mengantarkan kamu pulang "
Tubuh Vania kembali lemas , mendengar kata pulang membuat nya takut untuk bertemu bundanya,ia tak siap melukai perasaan wanita itu lagi.
" bagaimana aku menjelaskan nya pada bunda "
__ADS_1
" biar saya yang menjelaskan!"