
Hari ini hari pertama Vania sekolah di SMA impiannya selama ini , tentu menjadi kebahagiaan tersendiri untuk Vania karena berhasil masuk ke sekolah favoritnya meski nilai ijasah nya sedang-sedang saja.
setelah melalui perjalanan panjang di SMP yang sangat tidak mulus itu karena ia selalu kalah dengan rasa penasaran yang akhirnya menjadi candu ,ia selalu di panggil ke kantor Setiap akan melaksanakan ujian guna mengurus kartu ujian yang tertahan karena point' kenakalannya yang sangat membagongkan.
Terakhir ia Harun mengecewakan bundanya dengan dipanggilnya bundanya ke sekolah karena point' nya sudah di atas rata-rata,ya meskipun kenakalannya tergolong wajar ,tapi kalau ia lakukan setiap hari ya sama aja jadi berat.
Ia berjanji akan memperbaiki semuanya di SMA ini karena ia tau bundanya nggak akan sanggup untuk membiayai pendidikannya sampai sarjana ,meskipun bundanya pernah berjanji tapi ia tak mau memberatkan nya ,ia harus belajar dengan sungguh-sungguh.
Dia harus mendapatkan beasiswa untuk pendidikan nya ke jenjang yang lebih tinggi,dengan begitu ia akan sedikit meringankan beban bundanya.
" selamat pagi semua "
beberapa orang siswa yang berseragam sama sepertinya hanya saja di lapisi oleh jas yang bertuliskan OSIS dengan ramah nya memasuki kelasnya.
" pagi kak "
Jawab seisi kelas serentak.
" perkenalkan nama saya Ken dhananjaya ,saya ketua OSIS di sekolah ini "
Seseorang yang sangat tampan menurut Vania ,dengan gummy smile dan kulit putih nya.
setelah mereka memperkenalkan diri satu persatu ,mereka mulai memberi tau tujuan mereka memasuki kelas ini ,bahwa akan diadakan ospek untuk siswa baru Senin mendatang dan tak lupa mereka memberi tahukan atribut apa aja yang harus di pakai .
" cari nama dan ruangan kalian di Mading ,dan sampai jumpa di Senin mendatang ,oh iya jangan lupa sarapan sebelum berangkat ,biar nggak ada yang pingsan "
Setelah itu mereka berlalu dari kelas , setelah bel berbunyi semua murid baru termasuk vania berhamburan menuju mading guna mengetahui dapat ruang apa dan di mana ruangannya .
...*****...
hari pertama ospek.
vania memasuki ruangan yang bertuliskan nama anggrek , dengan rambut di kuncir dua keatas ,kaos kaki yang berbeda warna serta atribut aneh lainnya ,vania lebih merasa seperti orang gila dari pada seorang siswi.
Kebetulan satu ruangan hanya berisi 15 orang saja ,lumayan nggak terlalu panas karena Vania sudah membayangkan bagaimana ospek kali ini .
Setelah menyanyikan yel-yel milik ruangan nya yang telah susah payah mereka rangkai bersama 2 OSIS yang menjadi mentor di ruangan nya,para anggota ospek di ruangan anggrek pun di persilahkan duduk.
sebagaimana ospek pada umumnya , di kerjain para OSIS ,di suruh minta tanda tangan kesana kemari tanpa di kasih tau yang mana orang nya ,karena mereka kan murid baru jadi belum kenal dengan semua OSIS ,dan berakhir di hukum karena mendapatkan tanda tangan dari orang yang salah .
Seru sih ,apa lagi hari terakhir nya ada api unggun , seluruh OSIS meminta maaf atas kejailannya semasa ospek dan semua murid baru termasuk vania memaklumi nya karena ospek memang seperti itu.
" hai " seseorang menepuk pundak Vania setelah acara selesai dan semua murid serta guru yang hadir di malam terakhir ospek sudah berhamburan untuk pulang.
Seseorang yang sangat familiar untuk Vania karena sering nya bertemu dan kebetulan ia juga ketua OSIS.
__ADS_1
" iya kak ada yang bisa saya bantu "
Tanya Vania formal karena terbawa suasana saat ospek , si Ken terkikik pelan .
" udah nggak usah formal ,kan udah selesai ospek nya "
Vania hanya tersenyum tipis menanggapi ucapannya.
" nama ku Ken ,nama kamu Vania kan ?"
Vania tersenyum hingga tampak deretan giginya yang kecil dan rapi.
" ia kak aku Vania ,ada apa ya ?"
Vania tampak sedikit ragu ,ia mengingat adakah ia bersinggungan dengan Ken sampai ia menghadang langkah nya secara khusus .
memang ia akui Ken ada lah orang yang paling banyak memberikan nya sanksi karena kecerobohan nya melanggar aturan-aturan ospek.
" oh iya aku mau kasih kamu ini , maaf ya sering aku kerjain "
Vania mengerutkan kening saat Ken mengulurkan kotak jam tangan kepadanya ,yang ia tafsir jam tangan itu nggak murah terlihat dari model kotaknya dan juga jam tangannya yang elegan ,tapi cocok di pakai siswa SMA.
" untuk apa kak , maaf aku nggak bisa terima "
" ayo dong di terima ,ini sebagai permintaan maaf loh Van ,masa di tolak sih orang minta maaf"
Ia tampak mencebikkan bibir tipis nya.
" aku udah maafin kamu dari tadi ,jadi kamu nggak perlu repot-repot memberikan ku jam tangan "
Tanpa berlama-lama Vania meninggalkan Ken sebelum ia menahan langkah nya kembali .
Apaan sih , emangnya gue tampak semenyedihkan itu ya ,Sampek ia memberikanku jam tangan.
...****...
" apa??!!! elo ngasih jam tangan di saat elo baru kenalan sama dia "
ken tambah serba salah saat ia melihat respon rehan saat ia menceritakan apa yang ia lakukan kepada Vania.
" emang gue salah ya re?"
Rehan tertawa ringan melihat Ken memasang wajah menyedihkan .
" elu sih main bertindak tanpa tanya dulu sama suhu nya "
__ADS_1
Ini yang membuat Ken malas kalau bercerita sama rehan ,andai ia tak keceplosan mengenai penolakan Vania mungkin perasaan bersalahnya pada Vania tak akan bertambah.
" jadi gue salah apa enggak ,kalau salah salah gue apa dan yang bener gimana !"
Ken tampak jengkel karena rehan tak kunjung menjawab pertanyaan nya.
" elo salah lah , siang nya elo menghukum dia karena jam tangannya mati dan malamnya elo ngasih jam tangan , itu sama aja elo menghina dia "
Ken tampak menggaruk kepalanya yang tidak gatal ,kalau di pikir-pikir iya juga sih , tapi ken murni hanya ingin kenalan sama Vania dan memberikan kesan indah agar ia menjadi perhatian Vania di sekolah .
Ia sampai rela memaksa asisten papanya untuk mencarikan jam tangan yang cocok untuk Vania dan tentunya yang mahal , tanpa sepengetahuan papanya.
" jadi gitu ya , ya gimana ,ini pertama kalinya buat gua "
Rehan terkikik melihat tingkah Ken yang serba salah , memang benar ini pertama kalinya Ken tertarik sama cewek dan berani mendekatinya.
" jadi gue harus gimana ,elo ketawa Mulu perasaan "
" uluu adek gue udah ngerti cinta-cintaan"
Ken menepis tangan rehan yang sedang mengacak-acak rambut nya.
"elo minta maaf aja ,perbaiki hubungan Lo ,nggak usah pake materi dulu gue lihat cewek yang elo taksir sensitif sekali "
Ken mengangguk-angguk mencerna saran dari kakak nya rehan.
" setelah itu ? "
" ya elo Pepet lah Sampek dia suka balik sama Lo ,dia cantik gak ?"
Rehan mendekatkan wajah nya pada wajah ren .
" ya cantik lah ,nggak sembarang cewek gue suka ya ,nggak kayak elo asal mau sama Lo ,Lo sikat aja "
Rehan menjitak kepala Ken ,hingga cowok tampan itu mengaduh kesakitan.
usia ken dan rehan hanya terpaut dua tahun saja ,itu sebab nya Ken tidak terlalu menghormati rehan , namun berbeda dari Ken yang sulit jatuh cinta ,rehan malah sering berganti-ganti pacar , bosen dikit ia campakkan dan dengan mudah nya ia akan mendapatkan pengganti dengan cepat.
" kalo cantik buruan , ntar keburu di Ambi yang lain ,ntar nangeeesss"
rehan berlari menuju kamarnya setelah puas mengerjai adik nya yang sudah mulai mengenal dunia percintaan .
" apaan sih "
Gerutu Ken kesal ,tapi di hati Ken yang paling dalam ia mempertimbangkan ucapan kakaknya .
__ADS_1