Hai Pak Guru ,Love You

Hai Pak Guru ,Love You
laki-laki cabul itu suami ku


__ADS_3

" cari tau pemilik plat mobil ini (menyebutkan plat mobil )dan beri perhitungan kepada nya "


reigha membuka pintu mobilnya setelah selesai memberi perintah kepada orang suruhan nya .


Ia melirik wajah ayu di sampingnya itu , kekecewaan serta kesedihan yang sangat mendalam tampak menghiasi wajah nya namun sedikitpun tak mengurangi kadar kecantikan di wajah itu.


" aku masih ingin sekolah"


Ucap nya singkat dengan suara parau .


" tak ada yang menyuruh mu berhenti sekolah "


gadis ini ,apa yang sedang di pikirkan nya .


Reigha menatap Vania dari kaca spion dengan gemas.


" dan satu lagi ,aku tak mau satu sekolah tau kalau kita sudah menikah"


Reigha menghembuskan nafasnya pelan ,namun masih terdengar oleh telinga Vania .


" sama saja saya bunuh diri kalau sampai pernikahan ini ku bocorkan kepada orang lain "


Vania melirik reigha dengan angkuhnya.


" ya udah bagus "


gadis ini begitu lucu , lambat laun tak mungkin kalau reigha tak jatuh cinta dengan nya.


" ayo masuk "


Reigha menarik koper Vania , meninggalkan gadis itu yang melongo saat melihat rumah 2 lantai milik reigha,minimalis namun sangat elegan.


" kamu mau Sampek kapan bengong di sana ?"


Vania tersadar lalu bergerak menyusul reigha yang sudah berada di ambang pintu .


" kamar kamu di sebelah sana "


Reigha menunjuk salah satu kamar yang ada di lantai bawah , ia sudah menelfon seseorang untuk membereskan kamar untuk Vania saat gadis itu tengah sibuk berkemas tadi.


Ia tak salah berlangganan pada mbok Darmi mulai dari ia pindah ke tempat itu ia sudah menggunakan jasa wanita tua itu , meskipun tua tapi kecekatan nya tak dapat di ragukan lagi.


Biasanya mbok Darmi datang 2 hari dalam seminggu untuk membersihkan rumah 2 lantai milik nya .


Sengaja reigha tak menggunakan jasa pembantu untuk melayani keseharian nya karena hampir tak ada waktu untuk ia pulang ke rumahnya.


Ia menggunakan rumah nya hanya untuk tempat ia melepas lelah di malam hari , karena selain menjadi guru ia merupakan seorang pengusaha tekstil terbesar di Indonesia.


Sebagai guru adalah cita-citanya sejak kecil ,namun orang tuanya yang telah wafat 2 tahun yang lalu meninggalkan perusahaan dengan kantor cabang dimana-mana yang harus ia urus.


Ia hanya mengurus kantor pusat, sedangkan di cabang ia percaya kan kepada orang-orang yang sangat dipercaya i nya , hanya sesekali ia menyambangi kantor cabang jika hanya ada sesuatu yang urgent.


" bapak mau kemana ?"


Hardik Vania saat mengetahui reigha mengikuti nya dari belakang.


" ya ke kamar lah "


gadis itu reflek menjaga jarak nya dari reigha.

__ADS_1


" aku nggak mau satu kamar ya pak , aku masih kecil "


Reigha tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkah gadis cantik itu di depannya membuat gadis itu sedikit bingung dan juga tertegun .


Vania baru pertama kali melihat nya tertawa lebar karena selama ini reigha selalu tampil berwibawa di depan nya.


" apa yang kamu pikirkan gadis kecil "


Reigha menyentil pelan dahi Vania , yang langsung di usap-usap oleh gadis itu ,berlagak seakan-akan reigha menyakitinya.


" saya mau ke kamar saya ,bukan ke kamar kamu "


Vania mengikuti arah yang di tunjuk oleh reigha , seketika wajah nya memerah menahan malu , karena ternyata reigha mau ke kamarnya yang berada tepat di depan kamarnya .


" tapi tetap saja kamar kita berhadapan ,apa nggak ada kamar lain ,selain kamar yang itu "


Reigha mengangkat sebelah alis nya.


" apa kamu ingin kita tidur dalam satu kamar?"


reigha menyudutkan Vania ke tembok , wajah nya sangat dekat hingga Vania dapat merasakan hembusan nafasnya.


" bapak mau ngapain ?"


Wajah panik itu membuat reigha tak dapat menahan tawanya, gadis itu begitu lugu.


Ia melepaskan Vania saat ia melihat gadis itu seperti mau menangis.


" ada di atas ,tapi kalau kamu mau tidur dengan tikus-tikus yang ada di sana ya silahkan "


Vania menggidigkan pundak nya geli ,ia memang begitu phobia dengan tikus beserta peranakannya.


Reigha menyeringai , membuat Vania menelan paksa Saliva nya.


" nggak terimakasih, aku tidur di kamar itu saja "


Vania berlari menjauhi reigha menuju kamar yang telah dipersiapkan oleh suami yang tak diinginkan nya itu.


" kuncinya mana "


lagi-lagi reigha di buat gemas oleh tingkah lucu Vania yang sangat random itu.


" nih , lain kali tanya dulu Bu guru sebelum bertindak"


" aku masih murid pak "


" kan kamu istri pak guru "


Vania membulat kan matanya malas lalu secepat kilat memasuki kamar yang luasnya 2 kali lipat dari kamar nya di komplek.


Besar banget ya ,betah sekali pak reigha tinggal di rumah sebesar ini sendirian.


Ia meletakkan kopernya di depan lemari yang sudah tersedia di sana , ia akan membereskan nya besok.


sekarang ia akan membersihkan dirinya lalu istirahat karena besok ia harus sekolah.


Kamar mandi nya sedikit kecil namun lengkap dan mewah, bersih dan juga rapi , terlihat memang jarang sekali di gunakan karena semua peralatan mandi nya masih baru .


Ia memang berharap suatu saat menjadi orang kaya , mandi dengan bathtub dan juga shower adalah impiannya sejak dulu ,namun tak pernah di di sangka nya ia bisa secepat ini bisa merasakan fasilitas seperti ini.

__ADS_1


" aaaa bapak ngintip aku mandi ya ,dasar cabul "


Vania menutupi badannya yang hanya berbalut sehelai handuk lalu kemudian menyerang reigha dengan apa saja yang ada di dekat nya.


Ia begitu terkejut saat keluar dari kamar mandi mendapati reigha tengah berada di dalam kamarnya.


" hei tunggu dulu biar aku jelaskan "


Vania tak menggubris ucapan reigha ia terus melempar apa yang bisa ia lempar ,hingga ia kehabisan barang untuk di lempar ,namun tak menghentikan serangannya pada reigha ,ia memukul reigha dengan tangan kosong berharap laki-laki itu keluar dari kamarnya.


Reigha menangkap tangan Vania ,dan mengunci tangan itu dengan kedua tangannya , kini posisi vania berada dalam pelukan nya.


" lepasin !! Dasar guru cabul "


reigha melepaskan tubuh mungil gadis itu karena Vania tak berhenti memberontak.


" aku cuma mau memberikan selimut itu "


Gadis itu mengikuti arah yang di tunjukkan reigha dengan dagunya.


Vania menyambar selimut yang di tunjukkan reigha lalu menutupi tubuh nya dengan selimut itu.


" tapi kan bisa ketok pintu "


Sergah Vania kesal .


" udah tapi kamu nggak denger "


" alasan ! Udah sana keluar"


Vania mendorong paksa tubuh reigha sampai laki-laki itu keluar dari kamarnya.


" saya ngantuk , makanya nggak bisa menunggu kamu ,kamu itu mandi apa semedi sih lama banget "


Vania tersenyum kikuk mendengar gerutuan laki-laki itu , ia menyadari betapa norak nya dia tanpa sepengetahuan reigha.


Ia sengaja berlama-lama berendam air hangat dan juga menikmati mandi dengan fasilitas mewah yang selama ini tidak pernah ia rasakan.


" hehe maaf pak "


" nggak usah panggil pak ,kita bukan di sekolah "


Vania menaikkan sebelah alisnya.


" lalu ?"


" panggil saja reigha"


Vania menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" biar aku pertimbangkan "


Setelah itu vania menutup pintu nya rapat-rapat,tak lupa Vania mengunci pintunya,takut nya guru cabul itu kembali menyambangi kamarnya.


reigha melihat tingkah Vania dengan gemasnya ,gadis kecil yang dulu menangis bila di tinggal nya pulang sekarang sudah menjelma menjadi gadis yang sangat cantik namun sangat random.


pikiran menerawang kepada kejadian tadi siang ,dimana dengan singkat nya , keadaan memaksa nya untuk menikahi gadis yang dari dulu telah dianggap nya sebagai adik sendiri.


Mungkin ini cara tuhan agar dia mempertanggung jawabkan janjinya dulu pada Vania.

__ADS_1


__ADS_2