Hai Pak Guru ,Love You

Hai Pak Guru ,Love You
panggilan orang tua.


__ADS_3

6 tahun kemudian.


Vania menatap lipatan kertas putih itu dengan perasaan berdebar , senakal itukah ia sampai orang tuanya di panggil ke sekolah karena skor kenalannya sudah tidak bisa di toleransi oleh sekolah.


di kelas ia ratu bolos ,suka tidur di kelas ,suka kabur dari kelas dan suka sekali mengerjai guru .


setiap mau ujian semester ganjil atau pun genap , ia selalu di panggil ke ruang BK , untuk menebus kartu ujiannya . saking banyak nya skor kenakalannya setiap mau ujian ia selalu di suruh menulis puisi , mengarang cerita atau bahkan membeli peralatan kebersihan sekolah sebagai bentuk hukuman atas kenakalannya selama satu semester ,tapi kali ini ia mendapat panggilan orang tua karena skor kenakalannya sudah mencapai 50 poin , skor tertinggi satu sekolah.


" kamu ini ya Vania sudah kelas akhir ,harus nya memberikan contoh yang baik untuk adik-adik kelas kamu , tapi kamu malah sebaliknya ,suka sekali melanggar peraturan "


terngiang-ngiang di kepalanya amukan Bu Nani sang guru BK tadi di ruangannya , di sana nggak hanya ada Vania ,tapi ada beberapa siswa siswi yang juga di panggil ke ruang BK karena bermasalah dan bandel seperti Vania ,tapi sekali lagi Vania lah yang memiliki point tertinggi skor kenakalannya.


"arrghk harus ngomong apa aku sama bunda "


Vania mengacak-acak rambut panjangnya saking stres nya , bunda nya pernah bilang ia akan berjuang lebih keras lagi untuk biaya sekolah nya Sampek sarjana kalau dia memberikan prestasi terbaiknya.


tapi bukannya prestasi yang dia berikan malah surat panggilan orang tua yang ia dapatkan .


ia takut bundanya nggak mau biayain SMA nya saat kalau tau ia begitu bermasalah di sekolah.


mengingat beliau hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah pak selamet ,sang juragan sapi yang luar biasa baik dengan Vania dan bundanya.


" Vania ,nak kamu ngapain ,kok pulang sekolah bukannya langsung makan siang malah mengurung diri di kamar "


Vania kelabakan mendengar suara bundanya di depan kamarnya.


" iya Bun habis ini Vania makan "


" kamu ada masalah ?"


" nggak kok Bun ,Vania sedikit capek makanya istirahat sebentar "


" oh ya udah ,tapi jangan lupa makan siang ya , bunda harus kembali lagi ke rumah juragan "


" iya Bun "


Vania menghembuskan nafas lega , mendengar suara bundanya membuat nafasnya tertahan saking paniknya.


" mampuusss ,gimana cara ngasihnya ni surat "


Vania kembali mengacak-acak rambutnya .


...******...

__ADS_1


" Bun ini ada surat dari sekolah "


bunda mengernyit dahinya membuat nyali Vania menciut seketika.


" surat apa ini Van ?"


wajah bunda yang awalnya tenang menjadi sedikit tegang saat membaca kalimat demi kalimat yang tertulis dalam surat sialan itu.


" Vania ada masalah nak ? Vania bisa cerita sama bunda "


Vania tertegun melihat wajah tenang bundanya , kenapa responnya sangat berbanding balik dengan apa yang ia bayangkan sedari tadi.


" bunda nggak marah ?"


" marah , tapi bunda tau Vania pasti ada alasan tersendiri kenapa Vania sampai begini "


Vania menundukkan kepalanya nya , bulir-bulir hangat mengalir dari kedua pelupuk matanya , apa yang harus ia jelaskan ia hanya mengikuti naluri kekanak-kanakan nya ,tak ada hal lain yang dapat membuat nya menerima maklum dari bundanya,


" Vania boleh cerita kok sama bunda "


Lanjut bundanya dengan tenang,Vania menggelengkan kepalanya kuat-kuat.


" nggak ada yang perlu di ceritakan Bun , Vania melakukan nya karena venia ingin ,Vania sadar ,dan venia penasaran "


" ya udah nggak apa-apa lain kali ketika Vania akan melakukan hal yang tidak baik ,Vania harus memikirkan lagi akibatnya , ngerugiin Vania dan orang sekitar gak ? ,kalo menurut Vania ngerugiin jangan di lakuin ya nak ,"


Vania mengangguk cepat ,kenapa respon mamanya yang seperti ini justru menambah perasaan bersalahnya kian mendalam .


Ia merasa sangat buruk menjadi anak dari wanita sabar ini.


" Vania udah puas nggak main-main nya ? Udah merasa cukup nggak ? "


Vania tak berani menjawab pertanyaan ibunya ,takut satu kalimat saja keluar dari mulut nya malah membuat hati ibu yang sangat ia sayangi tambah kecewa.


Tak kunjung mendapatkan jawaban dari anaknya ,bunda Vania melanjutkan ucapannya " kalau sudah cukup , Vania harus fokus ya kedepannya,buat bunda banggain dengan prestasi Vania , Vania sini peluk bunda "


Vania mengangkat wajah nya , ia beranjak memeluk bundanya .


Plaaaak !!!!


Vania terperajat saat sesuatu benda menyentuh kepalanya dengan kasar ,nggak sakit sih karena benda itu adalah kertas yang isinya surat panggilan orang tua untuk ibunya ,tapi lumayan menyadarkannya dari lamunannya.


" Vania kamu ini kenapa sih ? Bukannya kamu berjanji mau membahagiakan bunda tapi kenapa kamu nakal begini di sekolah "

__ADS_1


Bundanya berkacak pinggang dengan surat yang digulungnya menjadi senjata untuk menggetok kepala Vania di tangannya.


" bunda maafin Vania ya,Vania tau kalau Vania salah "


" kamu tau kan Van ,bunda seorang diri membesarkan mu , itu semua tak mudah Van ,kenapa kamu malah seperti ini ,membalas pengorbanan bunda dengan hal yang memalukan "


Vania menundukkan kepalanya , bundanya benar ,ia benar-benar anak yang tak tau berterima kasih , seharusnya ia mempertimbangkan lagi setiap akan melakukan hal yang dapat mengecewakan bundanya.


" sudah jangan bersedih ,besok bunda akan datang ke sekolah mu , kamu makan yang banyak lalu renungkan kesalahan kamu "


Bunda nya berjalan meninggalkan nya menuju kamarnya ,ia semakin merasa bersalah karena telah menjadi anak yang buruk untuk bundanya yang berjuang sendirian dalam membesarkan nya .


Bagaimanapun respon ibunya , itu adalah satu hal yang wajar ,ketika orang tua mendapati anak nya sedang melakukan kesalahan .


...****...


"ini kartu ujian mu , belajar yang rajin buktikan sama bundamu kalau kamu murid yang berprestasi"


Bu Nani menyerahkan kartu ujian setelah ia habis bertemu dengan bunda Vania ,entah apa aja yang mereka yang ia katakan kepada bundanya , karena bunda nya bertemu dengan Bu Nani ketika dia ada pelajaran di kelas.


" terima kasih buk "


" iya "


Bu Nani beranjak membagi-bagikan kartu ujian kepada murid yang sudah menyelesaikan sanksi nya seperti dirinya .


" Vania ada bunda mu di depan dia bilang mau ketemu kamu "


Vania beranjak mencari bundanya setelah seseorang memberitahunya kalau bundanya ingin bertemu.


" bunda "


Ia menghampiri bundanya sedang berdiri di samping pos satpam .


" Van bunda nggak bisa lama-lama ya ,pekerjaan bunda banyak soalnya , ini bekal untuk kamu ,dimakan ya dan satu lagi ,belajarlah sungguh-sungguh,bunda yakin kamu anak baik ,jadi sudahilah rasa penasaran mu dengan hal-hal yang negatif itu"


" iya Bun ,maafin Vania ya "


Bunda mengangguk cepat.


" ya udah bunda pulang dulu ,kamu masuk lagi gih ,inget belajar yang rajin "


bunda Vania beranjak meninggalkan sekolah setelah melihat anggukan anak semata wayangnya,.

__ADS_1


Vania janji ia akan membanggakan bundanya , bunda nya memang tak sesabar bunda-bunda yang ada di film-film televisi , tapi bundanya lah yang selama ini berjuang sendirian untuk membesarkan nya.


__ADS_2