
entah sudah pulpen keberapa yang hancur di tangan keyra , keyra sudah tak memperdulikan nya.
Matanya sibuk mengawasi sekeliling namun tangan nya tetap menggoreskan pulpen yang ia pegang di atas buku tulis nya , sekarang ia benar-benar tidak memiliki teman.
Bahkan berita tentang kebangkrutan perusahaan papanya yang sengaja ia buat-buat menyebar secepat hembusan angin.
Ada sedikit rasa syukur di hatinya karena ia bisa melihat wajah asli teman-temannya setelah sekian lama mereka berteman , tak henti ia menyayangkan tindakannya,kenapa tak dari dulu ia melakukan hal ini.
Ia juga menyayangkan pertemanan nya yang ternyata bisa di beli dengan uang .
Sabar key , awas saja mereka kalau papa sudah mengembalikan fasilitas gue yang di sitanya ,akan gue beri pelajaran mereka.
Namun ia juga tak sepenuhnya menyalahkan ria dan Andin karena fakta yang mereka omongin itu benar ,tapi keyra tak berpikir sejauh itu .
Selama ia yang membiayai pertemanan mereka , menyenangkan teman-temannya tak masalah kalau ia menuntut balik kesenangan dari mereka ,meski sedikit tidak manusiawi tapi yang ia yakini teman-temannya benar-benar menganggap nya sahabat .
dulu ia sangat yakin mereka bisa memahami tingkah dan sikap keyra yang songong ,arogan dan sok berkuasa karena ia tak pernah kesusahan dan berlimpah kasih sayang sedari kecil.
Ia mendengus kesal melihat situasi di sekitarnya,seolah ia benar-benar menjelma menjadi seorang artis yang lagi ramai di perbincangkan, biasanya ia akan senang saat menjadi pusat perhatian ,tapi tidak untuk sekarang, meskipun berita bangkrut nya perusahaan papanya hanya sebuah karangannya saja.
perhatian keyra tersita pada seseorang yang lewat di depan kelasnya,disusul oleh Ken yang berlari keluar mengejar Vania , gadis yang mencuri perhatian keyra barusan.
keyra menghela nafas nya pelan , ia tak tau bagaimana perasaannya saat ini , ia sudah tak membenci keyra tapi ia juga tidak suka melihat gadis itu selalu di bela oleh orang-orang yang berpengaruh dalam hidup nya.
" ada yang cemburu tuh , orang yang di sukai malah menyukai orang lain UPS "
Beo ria lantang , di sambut tawa oleh sebagian orang di kelas termasuk Andin ,ria seakan menyindirnya , meskipun ria berbicara tanpa menghadap kearahnya
Keyra mengepalkan tangannya ,bukan karena ia cemburu dengan Vania ,tapi kesal melihat orang yang biasa tunduk kepadanya kini berani terang-terangan memusuhinya.
" jaga mulut Lo ya "
Keyra menggebrak meja dengan berang , rasanya ingin sekali ia membeberkan apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya,tapi untuk apa ? Agar mereka kembali menjadi temannya?
Nggak ! Keyra sudah nggak Sudi berteman dengan serigala berbulu domba seperti mereka.
Ria beranjak mendekati nya dengan tatapan yang meremehkan.
" kenapa ? Lo mau marah dan berharap semua anak di sini diam dan takut kepada Lo lagi ? jangan mimpi Lo ! Lo lupa sekarang Lo udah jadi gembel !"
Ria mendorong salah satu pundak nya hingga ia terhuyung kebelakang meskipun pelan.
Keyra mengangkat ujung bibirnya nya , miris sekali nasib mantan sahabatnya itu setelah ini ,ia akan membuat mereka membayar sikap mereka ini nanti setelah ia bebas dari hukuman papanya.
" gue harap Lo nggak menyesal karena ini "
Keyra menghentakkan kakinya lalu beranjak meninggalkan kelas yang riuh karena perseteruan yang tercipta antara dia dan teman-temannya.
" uuuu tapi sayangnya gue nggak takut tuh "
Keyra menghentikan langkah nya ,ingin banget ia menyerang 2 manusia yang menyebalkan itu ,tapi ia urungkan niatnya ,ia lebih tertarik mengikuti Vania dari pada meladeni 2 manusia menjijikkan itu.
Namun pemandangan yang ia lihat justru membuat nya semakin iri dengan Vania , gadis itu tampak berbincang-bincang dengan Ken dan juga reigha.
__ADS_1
Bisa ia lihat dari tatapan reigha pada Ken seakan tak suka jika Vania di dekati oleh Ken , keyra semakin bertanya-tanya pada semesta,apa kurang dirinya?
Ia cantik ,ia kaya , ia juga termasuk murid yang berprestasi tapi kenapa justru cowok yang ia idam-idamkan sejak dulu malah menyukai Vania yang tak sekaya diri nya .
keyra mengakui kecantikan Vania , gadis mungil itu sangat cantik dengan kulit putih dan bibir mungil nya ,mata coklat dan sipit Vania menambah kecantikan paripurna gadis itu.
Tapi kalau sekedar cantik saja ,ia juga cantik bahkan asal usul keluarga nya jelas dan terpandang,tidak seperti Vania ,gadis miskin dan yatim yang mendapatkan nasib baik di perebutkan laki-laki seperti Ken dan reigha.
beberapa saat sebelumnya di kelas lain tampak Vania sedang mengusap perutnya yang seakan meminta jatah sarapan pagi ,ia memiliki riwayat sakit lambung sehingga mengharuskan nya yang mageran itu untuk selalu sarapan setiap pagi.
tadi pagi ia seperti tak berselera sarapan padahal apa yang mbok Darmi sajikan adalah makanan favoritnya semua ,tapi entah kenapa ia seperti tidak mood makan.
hari ini adalah jadwal mbok Darmi bersih-bersih di rumah reigha jadi sekalian mbok Darmi membuatkan sarapan untuk nya ,ia bingung kenapa mbok Darmi hanya datang seminggu dua kali ,kenapa nggak setiap hari jadinya ia tak selalu merasa kesepian di rumah itu sendiri jika reigha sedang tidak ada di rumah .
Baru ia ketahui akhir-akhir ini ternyata reigha memilik perusahaan besar dengan beberapa cabang yang menyebar di beberapa provinsi besar yang harus ia urus setiap harinya,jadi karena itu laki-laki itu selalu pulang larut malam .
Ia tak mempermasalahkan itu ,karena dengan begitu ia bisa leluasa di rumah itu tanpa harus capek-capek menjaga sikap nya jadi sok jaim di depan reigha .
ia beranjak menuju kantin karena cacing dalam perutnya semakin berontak meminta hak nya.
Namun tiba-tiba Ken menghentikan langkahnya tepat di samping UKS ,karena jalan menuju kantin harus melewati koridor UKS.
" ngapain lagi sih ?"
ia memutar bola matanya dengan malas , ia benar-benar malas berurusan dengan Ken . ia nggak mau menyulut kemarahan keyra ,takutnya apa yang ia rahasiakan terbongkar begitu saja.
" kamu kenapa sih akhir-akhir ini menghindari ku ?"
Ken menggapai tangan Vania yang langsung di hempaskan oleh nya.
" kamu emang benar-benar nggak tertarik ya untuk lebih dekat dengan aku ?"
Vania menggelengkan kepalanya membuat tubuh Ken mendadak lemas .
" kenapa ? Kamu udah punya cowok ?"
Suara Ken terdengar parau , laki-laki itu tampak begitu kecewa dengan penolakan Vania yang bahkan sudah menolak nya sebelum ia menyatakan perasaan nya..
tapi Ken tidak akan menyerah begitu saja ,ia tetap bertekad memperjuangkan perasaannya.
" bukan urusan kamu "
ia beranjak meninggalkan Ken namun Ken kembali menghalangi langkahnya dengan tubuh nya.
" ya udah deh , tapi kamu mau nggak temani aku keluar nanti malam ?"
Ken menatap wajah cantik itu penuh harap.
" kemana ?"
" kemana aja yang penting kamu mau keluar sama aku "
Vania menghela nafas kesal .
__ADS_1
" maaf aku sibuk "
Ia beranjak meninggalkan Ken ,namun lagi-lagi laki-laki itu kembali menghadang langkahnya.
" plisss sekali ini aja "
ia tampak mempertimbangkan permintaan Ken.
" ya udah deh liat nanti "
mata Ken berbinar , akhirnya ia berhasil mengajak Vania berkencan.
" hmmmm"
ia reflek menjauhi Ken saat melihat reigha sudah bertengger di belakang Ken.
Ken tampak menggaruk kepalanya yang tidak gatal ,cowok itu sedikit salah tingkah saat tingkahnya yang getol mendekati Vania di pergoki oleh gurunya.
" siang pak, saya mau ke sana dulu ya pak , dada sweetie kita jumpa nanti malam"
" keeeennnn" Ken berlari dengan cepat menjauhi nya .
ia melotot ke arah Ken yang perlahan menjauh dari nya dan juga reigha,ia sangat salah tingkah karena tindakan absurd nya Ken di depan reigha.
" mau kemana nanti malam?"
Reigha menatap nya dengan tatapan membunuh, membuat nya kelabakan sendiri.
" tau tuh Ken ,tapi... Boleh nggak ..?"
" gak !"
Belum selesai ia melanjutkan kalimatnya, reigha sudah menolak dengan tegas permintaanya , membuat nya memanyunkan bibirnya.
" kenapa sih ,lagian aku bosen di rumah terus sendirian"
" apa pun alasannya kamu tetap nggak boleh keluar malam-malam apalagi sama cowok "
" tapi apa alasannya ,masa aku di kurung terus kayak peliharaan kamu saja "
reigha terlihat menahan tawa mendengar ucapan polosnya.
" saya yakin kamu mengerti alasan saya tanpa harus saya katakan dan jelaskan "
Ia semakin memanyunkan bibirnya.
" kamu belum makan kan ? ayo ke kantin sekarang nanti sakit lambung kamu kambuh loh "
" udah tau ,nggak usah sok perhatian "
ia meninggalkan reigha dengan bibir yang mengerucut, bukan ia marah karena tak di bolehin keluar dengan Ken tapi ia merasa seperti hewan peliharaan reigha saja ,yang keluar hanya waktu sekolah.
pria itu tak memberinya keluar sendirian tanpa ijin , memang nya ia budak nya apa ? Dasar guru dan suami rese!
__ADS_1