Hai Pak Guru ,Love You

Hai Pak Guru ,Love You
gara-gara Ken.


__ADS_3

" Vania kesini sebentar "


Vania menggerakkan matanya malas saat langkahnya di hadang oleh reigha ,tentu tanpa sepengetahuannya.


Terlepas dari itu ia tetap mengikuti langkah reigha menuju ruangannya.


vania bertekad untuk tak banyak interaksi dengan reigha tapi entah mengapa guru yang tak banyak bicara itu seperti selalu menemukan cara untuk membuat Vania selalu di sisi nya.


" ini kamu bagiin "


reigha menyodorkan tumpukan kertas ulangan kepada Vania.


" saya ada rapat ,itu di kerjain dulu nanti kalau selesai kumpulkan dan bawa kesini lagi "


Ucap nya menjawab pertanyaan di benak Vania .


" Aldo kemana pak ,?"


Jelas-jelas hal seperti ini adalah tugas Aldo sebagai ketua kelas ,kenapa reigha malah menyuruh Vania .


" oh semalam Aldo menelfon saya katanya ada acara keluarga,kenapa ? keberatan ?Kamu sebagai wakil ketua kelas sudah seharusnya menggantikan tugas Aldo kan ?"


" eh enggak-enggak saya cuma tanya aja "


Vania tersenyum kikuk , takutnya reigha tersinggung dengan pertanyaan nya yang sepele dan biasa itu.


Vania merutuki seseorang yang menunjuknya sebagai kandidat ketua kelas dulu sewaktu pembentukan struktur kelas.


Jadinya begini kan ,ia lebih sering berinteraksi dengan orang yang sangat ingin ia hindari pasca insiden tabrakan di koridor kelas seminggu lalu.


Tanpa sengaja ekor mata Vania menangkap sesuatu benda milik nya yang akhir-akhir ini membuat nya jungkir balik mencari cara untuk meminta nya dari reigha.


" pak "


Reigha menoleh pada Vania yang tampak ragu-ragu untuk menyelesaikan kalimatnya.


" emm boleh saya minta jepit itu ?"


mata reigha bergerak mengikuti arah yang ditunjuk oleh Vania ,di sana ada jepit yang waktu itu ia letakkan begitu saja , ia belum sempat memberikan jepit itu pada Vania .


lagian belum tentu juga itu milik Vania kan ?


" oh itu jepit kamu ?"


Vania mengangguk cepat , bibir reigha terangkat sebelah , ada suatu rencana di benak nya untuk mengusili Vania.


" iyakah ? apa yang membuat saya harus percaya kalau barang ini milik kamu "


Reigha meraih jepit itu tanpa berniat untuk mengembalikannya pada Vania.


" jepit ini sudah seminggu ada di saya tanpa ada orang yang mencari nya ,lalu kamu tiba-tiba mengaku kalau jepit ini milik kamu "


Vania menelan paksa Saliva nya ,andai jepit jelek itu tidak berharga untuk nya ,tentu ia tak akan buang-buang waktu untuk berbicara panjang lebar dengan guru usil itu.


" itu beneran milik saya pak , dan barang itu berharga buat saya "


Suara bel memecahkan ketegangan pada tubuh Vania.


" lain kali aja deh pak ,saya harus membagikan ulangan ini secepatnya"


Persetan dengan jepit itu dan kak Adhi , ia nggak nyaman lama-lama berdekatan dengan reigha .


reigha tersenyum melihat tingkah Vania yang lucu itu menurut nya.


Suasana kelas masih riuh meskipun ulangan sudah ada di tangan mereka masing-masing, harusnya mereka fokus dan sibuk mengerjakan ulangan itu kan ?


Namun seseorang memasuki kelas nya dan menambah keriuhan kelas .

__ADS_1


seseorang yang sempat membuat Vania tersinggung itu tersenyum ke arah Vania membuat gadis itu salah tingkah dan langsung membuang pandangan ke sembarang arah.


" saya di sini untuk mengawasi kalian semua ,jadi mohon kerjasamanya dan serius dalam mengerjakan ulangannya"


Nggak terkesan memaksa tapi berhasil membuat kelas mendadak sunyi ,memang karakter Ken ini sangat di segani tanpa harus membuang-buang energi terlebih dahulu.


Vania berdecak pelan ,harusnya reigha nggak usah susah-susah menyuruh nya hingga ia harus menguras tenaga untuk menjaga sikapnya saat berhadapan dengan reigha.


kenapa nggak nyuruh ken aja ,biar sekalian Ken yang bagiin dan Ken juga yang mengawasi.


Ulangan berjalan lancar dan seluruh penghuni SMA itu berhamburan keluar saat mendengar bel istirahat berbunyi.


" Vania "


Ken menghentikan langkahnya saat ia berada di depan kelas ,lumayan sepi sih karena hampir seluruh siswa sekarang lagi nimbrung di kantin untuk mengisi perut mereka.


" iya ?"


" aku bantu kamu"


tanpa meminta persetujuan Ken mengambil tumpukan hasil ulangan tadi dari Vania.


" oh ya udah makasih "


" eh tunggu dulu ,saya kan berniat membantu bukan mengambil alih tugas kamu "


cegah Ken saat melihat Vania hendak beranjak dari sisinya.


Vania menghembuskan nafas gemas dengan tingkah Ken , ia melirik tumpukan kertas yang hanya berisi 15 kertas itu.


" terus apa yang mau di bantu kak ?"


Ken tersenyum manis , sangat tampan tapi entah kenapa Vania tidak tertarik pada Ken .


Ia hanya mau fokus sekolah dan memberikan yang terbaik untuk bunda dan dirinya.


Vania memberikan senyum manisnya dengan terpaksa.


" nggak perlu kak ,..."


Belum selesai Vania menyelesaikan kalimatnya ,Ken memotong ucapan Vania dengan cepat


" Ken ,panggil aku Ken "


" aku nggak akan kesasar meskipun sendirian ke ruang guru jadi terima kasih"


Ken menarik tangan Vania dan menyudutkan gadis itu ke tembok saat Vania hendak beranjak meninggalkan nya.


" mau ngapain kamu ?"


Vania tampak gusar menghadapi tindakan Ken yang tak di sangka ya itu.


Bukannya melepaskan gadis yang panik melihat sikap nya ,Ken malah mendekat kan wajah nya ke wajah Vania.


" aku tidak menerima penolakan "


Ucapnya tepat di depan wajah Vania ,sangat dekat bahkan hembusan nafasnya sangat terasa membelai wajah mulus Vania


" ya udah deh terserah "


Vania mendorong tubuh Ken menjauh dari dirinya lalu beranjak dengan cepat sebelum Ken melakukan sesuatu yang membuat dapat terkena masalah.


Ken tersenyum melihat tingkah imut Vania , hati nya sangat bahagia walau hanya dengan melihat gadis itu .


tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mereka dengan tatapan kesal.


" berani banget dia mendekati Ken"

__ADS_1


Keyra sang primadona sekolah mengepalkan tangannya geram , sudah menjadi rahasia umum kalau keyra begitu menyukai Ken sejak mereka sama-sama kelas X.


dan sudah menjadi rahasia umum pula kalau Ken tak pernah menanggapi perasaan keyra , gadis itu tak pernah menyerah meskipun perasaan nya tak bersambut.


Ia pikir mungkin karena Ken memang nggak berniat memiliki kekasih dulu sebelum ia lulus ,tapi melihat Ken yang getol mendekati Vania membuat nya tau kalau sebenarnya Ken nggak pernah suka sama dia.


****


" heh bisa nggak lu jauh-jauh dari Ken ?"


Vania mengerutkan kan keningnya saat seseorang menggebrak mejanya hingga semua mata yang ada di kelas tertuju kepada mereka.


" emang siapa yang mendekati dia ?"


Keyra tersenyum sinis , ia benar-benar kesal melihat Vania yang sok kecakepan menurut nya.


" jadi menurut Lo Ken yang ngedeketin Lo ? PD banget ya Lo ! "


" loh emang kenyataan nya gue nggak ada ngedeketin dia , kenapa ? Lo suka ? Ya udah sih ambil aja "


Keyra dan teman-temannya terperangah.


" Lo nggak tau siapa keyra ?! "


sentak salah seorang teman keyra .


" nggak tau dan nggak mau tau ! "


Vania kembali membuka-buka buku yang ia pegang ,meskipun mendadak mood nya rusak untuk membaca karena ulah keyra dan teman-temannya .


3 gadis cantik itu semakin gemas melihat Vania yang tak menggubris mereka.


" berani banget ya Lo , gue ini anak kepala sekolah ,gue dengan mudah bisa membuat lo di keluarin dari sekolah hanya dengan sekali minta."


Vania mendengus kesal saat keyra merebut paksa buku yang di pegang nya .


Ia menghentakkan kaki nya lalu berdiri menghadap keyra dan teman-temannya.


" terus mau Lo apa ? Lo mau gue sujud sambil nyium kaki Lo gitu ?"


keyra melayangkan tamparannya,dengan mudah Vania menangkap tangan itu.


" inget ya siapapun elo ,gue nggak ada urusan sama Lo , jangan karena Lo senior atau pun bapak Lo kepala sekolah Lo pikir gue takut sama Lo "


Vania menghempas kan tangan keyra lalu merebut paksa buku miliknya.


suara tepuk tangan serta sorakan menggema memenuhi ruang kelasnya.


membuat keyra dan teman-temannya semakin kesal dengannya.


2 teman keyra bergerak hendak menyerang Vania , seperti nya mereka tidak terima karena yang mulia ratu mereka di permalukan Vania.


Namun mereka menghentikan langkahnya saat keyra mengode mereka untuk dia.


" ingat ya urusan kita belum selesai "


Vania menepis tangan keyra yang berada tepat di depan wajahnya.


" sorry gue nggak ada urusan sama Lo !"


Keyra dkk menghempaskan kakinya lalu beranjak meninggalkan kelas Vania di iringi sorakan teman-temannya.


Vania berusaha meredam emosinya , susah payah ia berusaha menghindari masalah yang nggak penting di SMA nya karena ia ingin fokus belajar .


tapi malah masalah yang datang menghampiri nya .


semua ini gara-gara Ken !.

__ADS_1


__ADS_2