Hai Pak Guru ,Love You

Hai Pak Guru ,Love You
mengenang masa lalu


__ADS_3

" ayo nak di habisin "


Reigha menganggukkan kepalanya karena untuk menjawab ucapan mertuanya itu tidak mungkin.


Mulut nya benar-benar penuh dengan makan malam yang di buat oleh bunda Vania , sederhana namun nikmatnya begitu terasa karena terdapat kehangatan di dalamnya.


Hal yang lama sudah tidak ia rasakan, karena semakin ia dewasa ,semakin jarang ia berkumpul dengan keluarga nya, padatnya aktifitas di luar rumah ,di kantor maupun di sekolah membuat nya jarang berkumpul dengan mama papanya.


Terlebih setelah mama dan papanya telah tiada ,ia benar-benar kehilangan kehangatan di rumah yang ia huni sekarang.


" pelan-pelan Rei "


Namun ia tidak memperdulikan peringatan Vania , hingga membuat nya tersedak oleh makanan yang memenuhi mulut nya.


Tak di sangka nya Vania sigap menolong nya ,gadis itu terlihat panik melihat nya tersedak.


" kan apa aku bilang "


" udah Van ,suami tersedak kok malah di marahin , nak reigha nggak apa-apa?"


respon Vania begitu lucu saat di omeli oleh bundanya.


" nggak apa-apa Bun ,hanya tersedak saja "


selepas makan mereka bertiga memilih bercengkrama ringan di ruang tamu , bercerita apa saja yang bisa di ceritakan.


Reigha lebih ke pendengar saja ,memilih mendengarkan dan sesekali menimpali celoteh bunda yang tampak sangat bahagia malam ini.


" Van mbok ya suami mu di ajak lihat-lihat rumah ini Van"


Tampak Vania tak begitu memperhatikan ucapan bunda karena ia sibuk dengan ponselnya , membuat reigha gemas sendiri ,andai mereka sedang di rumah reigha sendiri mungkin ia sudah dari tadi merampas hp itu dari tangan Vania.


" haduh bunda , apanya yang di lihat sih , tanpa berkeliling pun kita bisa tau semua isi rumah dari ruang tamu ini "


Timpalnya tanpa sekali pun berpaling dari layar ponselnya.


" hmmm"


Reigha sengaja berdehem sedikit keras mengkode gadis itu agar berhenti memainkan ponselnya,dan seperti biasa gadis itu selalu peka dengan apa yang terjadi di sekelilingnya meskipun tidak terlalu memperhatikan.


Ia menatap tajam pada Vania membuat nyali gadis itu sedikit menciut dan seperti dugaannya gadis itu memasukkan ponselnya pada tasnya meskipun dengan bibir manyun.


Dengan cepat reigha memalingkan wajahnya ke sembarang arah ,takutnya ia tak bisa mengendalikan pikirannya yang traveling ke mana-mana karena bibir mungil itu sungguh menggelitik nafsunya


" ya udah ayok ,"

__ADS_1


Vania pun memperlihatkan semua sisi ruangan rumahnya pada reigha dan terakhir ia memperlihatkan isi kamarnya yang di dominasi warna biru ,hingga dapat di simpulkan nya jika bahwa gadis itu menyukai warna biru .


" aaaa aku kangen sekali dengan tempat tidur ini "


Vania berlari menyongsong tempat tidurnya lalu dengan semangat ia melemparkan tubuh mungilnya di atas tempat tidur itu.


" kamu suka warna biru ya Van ?"


Vania menganggukkan kepalanya dengan antusias ,namun belum selesai ia mengeluarkan pertanyaan yang menyelimuti kepalanya gadis itu sudah terlebih dahulu menyodorkan telapak tangannya kepadanya.


" boleh nggak aku minta jepit yang waktu itu ada di kamu "


Reigha mengulum senyum, sebegitu berharga nya barang yang telah di berikan nya untuk gadis itu.


" untuk apa,jepitan jelek gitu ,kayaknya dapat hadiah permainan lotre deh itu"


Vania tampak melototkan mata sipitnya .


" aku nggak perduli ya ,yang penting aku mau jepit itu sekarang"


" emang itu berarti banget ya buat kamu ?"


Vania menganggukkan kepalanya dengan cepat .


wajah Vania berubah sendu saat menceritakan perasaan nya tentang jepit itu dan dirinya , membuatnya tergelitik untuk bertanya lebih jauh lagi.


" emang kamu dapat jepit jelek itu dari mana ?"


Vania mengalihkan tatapannya pada reigha dengan tatapan tajam .


" berhenti bilang jepit itu jelek , meskipun beneran jelek tapi jepit itu satu-satunya kenang-kenangan yang tertinggal dari seseorang yang sangat ingin aku nikahi sejak dulu sampai sekarang"


Vania bercerita dengan semangat,namun tiba-tiba wajah nya kembali menunjukkan kesedihan, gadis ini random sekali.


"tapi keinginan ku itu kayaknya hanya tinggal sebuah angan saja "


reigha mengerutkan keningnya.


" kenapa ? Kalau kamu begitu menyukainya kenapa tidak kau perjuangkan saja "


Ekspresi Vania berubah menjadi jengkel.


" ya nggak bisalah , sekarang bahkan aku sudah menjadi istri kamu , bagaimana cara aku memperjuangkan perasaan ku?"


Reigha kembali mengulum senyum nya , entah kenapa ada kebahagiaan tersendiri di lubuk hatinya saat Vania menempatkannya sebegitu spesial di dalam hatinya.

__ADS_1


"rupanya Vania masih belum mengingat siapa diri ku "


Vania kembali membuka bibir mungil nya ,ia menceritakan secara detail pertemuan pertama mereka dulu ,dan betapa dirinya begitu berharga bagi Vania.


reigha menyesal meninggalkan gadis itu dulu tanpa kabar ,ia tak tau seberarti itu dirinya bagi Vania.


ia berjalan mendekati gadis itu lalu duduk di tepi tempat tidurnya tepat di sebelah Vania ,di tatapnya wajah manis itu yang matanya sibuk memperhatikan setiap detail atap kamarnya .


Vania bangkit dari rebahannya lalu menyenderkan punggungnya pada dinding kamarnya,mereka duduk bersebelahan di atas tempat tidur itu.


" kalau sekarang laki-laki itu ada di sebelah kamu ,mau kamu apain ?"


Vania mengerutkan keningnya ,gadis itu mengalihkan pandangan nya pada nya .


" aku akan mencium nya "


Ucap vania mengalir begitu saja , gadis itu tak mengingat siapa yang ada di depannya ,ia begitu bersemangat menceritakan tentang kebersamaan mereka dulu.


reigha mengangkat sebelah alis nya , tak di sangka nya Vania begitu sangat menyukainya , untung yang menjadi suaminya adalah dirinya kalau orang lain bisa beda cerita nya.


Suami mana yang suka mendengar istrinya bercerita dengan penuh semangat tentang laki-laki lain bahkan terang-terangan berkata ingin mencium laki-laki lain itu.


Namun persetan dengan apa yang terjadi , reigha malah fokus dengan wajah gadis itu yang berada tepat di depan wajah nya .


namun tampaknya Vania menyadari kekeliruannya ,gadis itu hendak memalingkan wajahnya ,dengan cepat reigha menahan wajah gadis itu dengan menarik dagu nya.


" seperti ini kah ?"


Vania tampak terkejut saat dirinya menyambar b*b*r gadis itu , sudah sejak tadi ia mati-matian menahan hasratnya untuk menc*um Vania namun tidak untuk sekarang.


ia mengunci tangan Vania yang sibuk mendorong dadanya ,kec*pan itu perlahan berubah menjadi sebuah luma*an .


Vania yang dari tadi menolak akhirnya luluh juga dan mulai mengimbangi permainannya ,ci*man Mereka semakin memanas dan menuntut hingga dengan terpaksa reigha melepaskan ciu*mannya karena mereka hampir kehabisan nafas .


" maaf "


Vania tak menjawab permintaan maafnya,gadis itu malah sibuk memalingkan wajahnya yang perlahan memerah seperti tomat.


Ia mengeluarkan jepit itu dari saku celananya lalu memasangkannya pada rambut Vania.


" ini aku kembalikan "


Setelah itu ia beranjak keluar dari kamar Vania menuju kamar mandi untuk menidurkan sesuatu yang tegang di sana .


...******...

__ADS_1


__ADS_2