
" Vania ?"
Tak sengaja reigha melihat gadis yang akhir-akhir ini menyambangi pikirannya sedang berjalan kaki dengan langkah lesu.
" kok jalan ? kenapa dia nggak naik bus seperti biasa ?"
ia tampak kelelahan ,apakah ia berjalan kaki dari sekolah ?
wajah cantiknya mengingat kan nya pada gadis kecil yang dulu pernah ia tolong saat di bully teman-temannya .
Namanya sama , dia juga memiliki jepit yang sama persis seperti yang pernah ia berikan dulu pada gadis kecil itu.
Tapi benarkah jepit yang ia pegang saat ini ada lah jepit yang waktu itu pernah ia berikan pada Vania ?
Akankah mereka orang yang sama ? Harusnya Vania kecil sekarang sudah seumuran dengan gadis itu.
baru saja ia ingin menepikan mobil yang dikendarai nya itu, seseorang berjalan mendekati Vania.
Vania tampak bergerak mendekati mobil pria itu ,siapa pria itu ? Saudaranya kah ?
belum puas ia bermain-main dengan berbagai macam pertanyaan di pikiran nya , tiba-tiba pria itu membekap vania dan memasukkan nya ke dalam mobil nya.
" basng*t siapa dia ! kenapa gadis itu begitu ceroboh !"
reigha melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi , mengikuti mobil sedan berkaca gelap itu , ia terlibat kejar-kejaran dengan mobil itu namun mobil itu berhasil menghilang dari pandangannya.
" argkh bisa-bisa nya aku kehilangan jejak mobil itu "
Entah kenapa reigha begitu panik kalau terjadi sesuatu dengan Vania , mungkinkah Karena naluri kemanusiaan nya karena melihat seseorang di culik di depan mata kepalanya sendiri.
tak menyerah ,ia terus mencari mobil yang menculik Vania ,ia sudah mengantongi plat mobil itu dalam ingatan nya.
Dan tanpa sengaja reigha melihat mobil itu terparkir di salah satu kosan kumuh di daerah itu ,ia ingat betul plat mobil si penculik itu .
" kalau sampai Vania kenapa-napa,ku pastikan kau tak akan betah hidup lama-lama di dunia ini "
Braakkk....
" siapa Lo ?! " pria itu tampak terkejut melihat pintu terbuka dengan paksa.
reigha terbelalak melihat laki-laki itu berhasil menanggalkan baju seragam Vania ,gadis itu masih tak sadarkan diri .
" bajingan "
Pukulan bertubi-tubi menghujani tubuh pria itu tanpa ampun ,tak kan ia biarkan pria itu keluar dari tempat ini dalam keadaan hidup-hidup.
" mati kau keparat "
Reigha benar-benar tak dapat mengendalikan amarahnya saat melihat Vania tergeletak dengan bertelanjang dada , ia terus memukuli pria itu tanpa memberinya jeda sedikit pun.
__ADS_1
ia baru menghentikan kegilaannya saat tak sengaja matanya kembali melirik Vania , dengan sigap ia melepaskan jaket nya lalu menyelimuti tubuh mungil itu dengan jaket miliknya.
tiba-tiba saja suatu benda keras menghantam kepalanya dari belakang ,hingga membuat nya ambruk tak sadarkan diri tepat di samping Vania .
puas melihat reigha tak sadarkan diri ,pria itu menelfon seseorang yang merupakan akar dari kejahatan yang di perbuat nya ,mengabari nya kalau rencananya terganggu oleh reigha.
Ia tampak berdecak kesal karena tak dapat merasakan manisnya tubuh Vania , karena orang yang di telfonnya menyuruh nya mengubah strategi.
Setelah itu ia pergi meninggalkan Vania dan reigha setelah orang yang di panggilnya bos itu menyuruh nya untuk cepat-cepat meninggalkan tempat itu.
Tak berselang lama segerombolan warga menggerebek mereka berdua , warga menerima laporan bahwa ada yang melakukan kumpul kebo di daerah nya .
Karena itu mereka beramai-ramai menggerebek tempat Vania dan reigha yang tak sadarkan diri.
tanpa mau mendengarkan penjelasan Vania dan reigha warga menikahkan mereka berdua secara paksa , reigha dan Vania terpaksa menyetujui permintaan warga dari pada mereka menjadi bulan-bulanan warga.
Setelah itu baru mereka mau melepaskan Vania dan reigha untuk pergi dari tempat itu
Reigha memijat pelipisnya , ia tak tega melihat Vania yang duduk di sampingnya dengan terus menyeka air mata .
Reigha faham apa yang Vania rasakan saat ini ,karena itu ia tak banyak berbicara walaupun hanya untuk menenangkan gadis itu , takut-takut tujuan baik nya menambah kebingungan dan kesedihan gadis itu.
" apa sih mau bapak ? pasti ini rencana bapak ya "
Setelah sekian lama saling diam akhir reigha dapat bernafas lega saat gadis itu mau membuka mulutnya ,meskipun di sertai emosi yang sedikit tidak terkontrol
"seharusnya kamu berterima kasih kepada saya karena telah menyelamatkan kamu "
Air mata Vania tak dapat di tahan lagi ,terjun bebas begitu aja , ia seperti ingin membunuh reigha karena pernikahan ini .
" bapak jahat tau gak ?!"
reigha membiarkan Vania meluapkan kekecewaannya dengan memukuli lengannya , namun gadis itu seperti tak puas kalau hanya dengan memukuli nya.
Ia menangkap tangan gadis itu seraya menatap tajam kepadanya, sebenarnya ia tak tega melihat kesedihan yang sangat mendalam pada wajah gadis itu.
Namun ia juga sama pusing nya dengan Vania ,ia tambah pusing saat Vania tak berhenti menyerang nya.
" dengar ya kalau nggak ada saya mungkin nasib kamu akan lebih buruk dari ini , sekarang diam dan saya akan mengantarkan kamu pulang "
Setelah berkata seperti itu gadis itu baru mau menghentikan aksinya tanpa perlawanan sedikit pun .
bukan karena Vania takut dengan ancamannya, tetapi karena tenaganya sudah terkuras habis oleh kegelisahan dan ketakutannya yang mendalam .
reigha menggeretakan gigi-giginya, ia berjanji akan memberi perhitungan kepada bajingan itu.
Tapi untuk saat ini ia harus menenangkan gadis yang tengah duduk di sampingnya itu , penampilannya sangat berantakan , wajah nya tampak begitu trauma membuat reigha tak fokus mengemudikan mobil nya.
" kamu tenang saja ya ,kita hanya nikah siri kok , aku bisa saja menalak kamu saat ini "
__ADS_1
Gadis itu terdiam ,namun air matanya tak berhenti mengalir di atas pipi mulus nya.
" bapak berbuat apa aja sama aku tadi "
" aku sama sekali tidak menyentuh mu Vania "
Gadis itu memicingkan matanya .
" bohong ! kenapa bisa aku bertelanjang dada saat aku bangun ,pasti bapak udah ngapa-ngapain aku kan ?"
Gadis itu menyilangkan tangannya di dada , gadis itu sama sekali tidak mempercayai nya , membuat reigha begitu gemas melihatnya .
" ya udah terserah kamu mau percaya atau tidak "
Vania tersenyum sinis ,ia memilih untuk diam dari pada melanjutkan perdebatan yang membuat suasana hatinya semakin kacau.
dugaan reigha tidak salah kalau Vania lah gadis kecil yang dulu begitu lengket terhadap nya setelah ia bertemu ibu Vania.
Rupanya wanita itu juga tak mengingat reigha, ia juga tak berniat untuk mengingat kan mereka berdua saat ini melihat kepanikan ibu Vania saat melihat putri nya pulang dalam keadaan berantakan.
Ia menceritakan semua kejadian yang ia ketahui secara jujur dan beruntun, pernikahan mereka pun tak lupa ia beritahukan kepada ibu Vania.
" kasihan sekali kamu Vania "
Bunda Vania memeluk Vania dengan linangan air mata , ia tak menduga anak gadis satu-satunya hampir menjadi korban kriminal oleh manusia yang tak bertanggung jawab.
" Tante tenang saja , saya bisa langsung menalak Vania , agar Vania kembali fokus ke sekolah nya "
bunda Vania menggelengkan kepalanya kuat-kuat, membuat kening reigha berkerut bingung.
" pernikahan adalah hal yang sakral ,kalian tidak bisa mempermainkan kesakralan pernikahan"
ada perasaan yang tak bisa di jelaskan dengan kata-kata saat bunda Vania melarang nya untuk menceraikan Vania.
Bahkan wanita paruh baya itu menyuruh reigha untuk memboyong wanita yang telah menjadi istri nya beberapa menit yang lalu itu ke rumah reigha.
" saya titip Vania nak reigha"
Ucap wanita paruh baya itu dengan suara sendu .
" bunda kenapa jadi seperti ini sih ? Vania masih mau sekolah tinggi-tinggi,Vania mau membahagiakan bunda"
gadis itu merengek dengan koper yang ada di tangannya ,ia tampak sangat keberatan dengan respon bundanya yang menolak perceraian mereka.
" bunda akan sangat tidak bahagia kalau kamu mempermainkan pernikahan dan menjadi janda di usia yang sangat muda "
" tapi pernikahan ini kecelakaan bunda ,lagian pernikahan ku tidak sah secara hukum dan nggak ada orang yang tau,jadi nggak akan ada orang tau kalau Vania sudah jadi janda"
" nggak Vania , pernikahan tetap lah pernikahan dan itu sangat sakral karena kalian berjanji kepada tuhan untuk menjadi sepasang suami istri"
__ADS_1
Gadis itu terdiam lemas ,dengan sangat terpaksa ia mengikuti keinginan bundanya untuk tetap menjadi istri reigha.