Hai Pak Guru ,Love You

Hai Pak Guru ,Love You
kebetulan yang unik.


__ADS_3

Vania berlari menyusuri koridor sekolah menuju kelas nya , hari ini penampilannya sangat berantakan karena ia terlambat bangun , untung bundanya tanpa di mintanya rela menjadi alarm hidupnya meskipun dengan segala kecerewetannya.


tapi karena jam nya yang udah mepet banget membuat ia melakukan persiapan secepat mungkin , untung saja gerbang sekolah belum di tutup .


Huft aku akan memperhatikan jam bangun ku lain kali , aku tak mau kembali di kenal karena kenakalan ku.


bruggkkh...


Buku yang ia pegang berhamburan di lantai bercampur dengan buku-buku orang yang tak sengaja di tabraknya.


Ia bergerak cepat memunguti buku-bukunya, sama sepertinya orang yang di tabrak nya pun dengan cepat memunguti buku milik nya yang juga berceceran.


" maaf pak saya nggak sengaja "


Vania merutuki kesembronoannya karena yang ia tabrak adalah seorang guru.


garis wajahnya tak asing baginya ,seperti ia pernah bertemu sebelumnya,tapi siapa ? Ia benar-benar tidak mengingatnya.


" makanya hati-hati, kamu terlambat ya "


" enggak pak , tapi hampir "


Vania memamerkan senyum terbaiknya agar guru itu tidak memarahinya .


" lain kali jangan sampai telat , untung kamu murid baru ,udah sana masuk kelas !"


" iya pak "


Vania mengutuk kebodohannya , bisa-bisa nya ia menabrak guru di hari pertama ia sekolah setelah berakhir nya ospek kemarin.


Ia berjanji tak akan berinteraksi banyak dengan guru itu di luar pelajaran ,jadi guru kok nggak ada ramah-ramah nya,Vania nggak suka.


sesampai di kelas ia di sambut oleh kondisi kelas yang berisik karena semua murid sudah berada di dalam kelasnya masing-masing , ia mengambil duduk di bagian belakang karena hanya itu yang tersisa .


Lagi-lagi ia menyalahkan dirinya karena bangun siang ,harus nya ia bisa lebih pagi agar mendapat hak paten bangku yang ada di depan selama satu tahun kedepan.


keriuhan kelasnya mendadak sunyi saat seorang guru memasuki kelas nya.


mati gue ,itukan guru yang gue tabrak tadi .


Vania kelimpungan takutnya si guru judes itu mengenali nya ,dan sadar kalau dialah tersangka yang menabrak nya barusan di depan .


" selamat pagi semua ,perkenalkan nama saya reigha Adhitama , saya adalah wali kelas kalian"


Mampus!!, kebetulan macam apa ini??.


" pak bapak ngajar apa ? "


Celetuk salah seorang murid yang duduk nya tepat berada di depannya.


Dengan cepat Vania menutup wajah nya dengan buku tulis kosong yang ia pegang.


Mampus gueee !


" saya memegang pelajaran penjaskes "


Singkat padat dan jelas ,dasar guru judes.

__ADS_1


" bapak udah nikah belum "


Pertanyaan macam apa itu ? Pertanyaan itu sukses mendapatkan sambutan sorakan seisi kelas.


pak reigha tampak menyunggingkan senyumnya.


" saya ulangi ya ,perkenalkan nama saya reigha Adhitama, umur saya 25 tahun , saya tinggal di daerah X ,saya belum menikah ,saya mengajar penjaskes dan saya wali kelas kalian "


suasana kelas kembali riuh setelah mengetahui kalau pak reigha masih single ,berbeda dengan Vania yang sedari tadi kelimpungan takut-takut pak reigha menyadarinya lalu memarahi nya di depan teman-teman barunya.


Guru itu tampak elegan dengan kemeja putih yang ia kenakan sangat serasi di padukan dengan kulit nya yang putih , gigi gingsul dan rahang tegas nya benar-benar membuatnya tampak begitu sempurna.


Tak salah jika ia berhasil menyihir satu kelas murid cewek di kelasnya ,kecuali Vania ,gadis itu tak lagi dapat menikmati maha karya Tuhan yang sangat sempurna itu.


Ia sibuk merapalkan do'a agar pak reigha mau berbaik hati tidak membahas kejadian tadi di hari pertamanya sekolah.


" oke karena hari ini hari pertama kalian sekolah jadi saya bebaskan pelajaran untuk hari ini dan kita fokus untuk saling mengenal dulu "


sorakan demi sorakan kembali memenuhi ruang kelas dan berangsur-angsur diam saat pak reigha memberikan kode untuk diam.


" karena tadi saya sudah memperkenalkan diri ,sekarang waktunya kalian yang memperkenalkan diri kalian masing-masing "


Pak reigha meraih buku absen yang tadi ia bawa tanpa sengaja ia menjatuhkan sesuatu dari sana , sesuatu yang sangat di kenal oleh Vania , sesuatu itu di berikan seseorang yang sangat berharga untuk Vania dari dulu sampai sekarang .


Vania terbelalak saat melihat jepit rambut yang telah usang namun masih di simpannya karena itu pemberian dari kak Adhi malaikat nya yang menghilang entah kemana berada dalam genggaman pak reigha yang tampak meneliti jepitan itu.


Vania yakin jepit itu bisa ada di pak reigha karena kejadian tadi di koridor sekolah , insiden itu sangat cepat dan membuatnya juga pak reigha terkejut hingga tak sengaja menjatuhkan barang-barang yang mereka bawa.


seingat Vania ,ia menaruh jepit itu di dalam salah-satu bukunya , karena jepit itu tak sengaja terbawanya dari rumah ,mungkin saking terburu-buru nya dia.


Vania semakin membelalakkan matanya saat melihat pak reigha memasukkan jepit itu ke dalam sakunya.


Mampus gue ,gimana cara ngambilnya ya ?.


Pak reigha mulai memanggil nama-nama yang tertulis dalam buku absen itu.


Vania menelan paksa Saliva nya saat giliran namanya yang di panggil oleh pak reigha.


" Vania keisya "


Vania mengangkat tangannya dengan ragu.


" saya pak "


Pak reigha menatap nya dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


Mampus !.


" perkenalkan diri kamu "


" nama saya Vania keisya, bisa di panggil Vania , saya tinggal di daerah X ,terima kasih "


Vania menghembuskan nafas lega saat pak reigha menganggukkan kepalanya seraya melanjutkan sesi perkenalan itu.


Dan lebih melegakan lagi saat pak reigha sama sekali tidak menyinggung kejadian yang memalukan tadi pagi ,entah dia lupa atau memang tidak mempermasalahkan insiden itu.


kini dia sedang memikirkan berbagai cara untuk meminta jepit yang amat sangat berharga baginya itu pada pak reigha.

__ADS_1


Jepit itu harus balik sama gue bagaimana pun caranya , tapi bagaimana cara nya ???


Vania meremas baju nya ,ia berfikir keras bagaimana cara memintanya , apalagi kalau dilihat-lihat pak reigha begitu judes .


Tapi bagaimanapun caranya ia harus bisa mendapatkan nya , setidaknya kenangan kak Adhi tidak hilang begitu saja dari hidup nya , walaupun jepit itu jepit murah dan juga sudah usang.


...*****...


Pagi ini reigha sedang bergerak cepat menuju kelas yang di mana ia telah di tetapkan menjadi wali kelasnya , namun karena ada yang tertinggal di kantor akhirnya ia memutuskan untuk mengambilnya terlebih dahulu.


Namun tiba-tiba seorang siswi baru menabraknya hingga semua buku-buku yang ia dan siswi itu pegang berhamburan ke lantai.


" maaf pak saya nggak sengaja "


reigha tergelitik untuk melihat wajah siswi baru yang ceroboh itu .


melihat penampilan yang sedikit berantakan membuat nya yakin kalau siswi baru itu terlambat.


" makanya hati-hati,kamu terlambat ya?"


Selidik reigha ,tapi bukannya kelimpungan karena ketahuan terlambat di hari pertamanya sekolah ia malah tersenyum manis hingga membuat reigha sedikit terhipnotis dengan kecantikan nya.


" enggak pak, tapi hampir"


Senyum itu , reigha seperti tak asing dengan senyum itu , senyum itu mengingat kan pada gadis kecil yang cantik di komplek X dulu.


Siapa gadis ini ? bagaimana kabar gadis kecil itu ? Sudahkah dia besar ? Mungkin sekarang dia sudah terlihat semakin cantik , masihkah dia di bully teman-temannya.


Ia pernah berjanji pada gadis itu untuk selalu menemaninya ,tentu ia mengucapkannya hanya untuk menenangkan gadis itu ,karena sebenarnya ia tau beberapa hari setelah ia mengucapkan janji itu ia akan pindah ke luar kota mengikuti ayahnya.


dan semenjak kembali lagi ke kota ini ia belum pernah bertemu dengan Vania ,gadis kecil yang cantik itu.


Selesai mengambil barang yang tertinggal, reigha mempercepat langkahnya menuju kelas ,disana ia di sambut oleh sorakan para murid cewek yang antusias dengan kehadirannya,terlebih lagi setelah mereka mendengar kalau dia masih single.


hal seperti itu sungguh sangat biasa ia terima sedari dulu ,entah apa yang di lihat para cewek dari nya ,ia merasa tidak ada yang istimewa dari nya .


Sesuatu terjatuh saat ia hendak mengabsen anak-anak didiknya , sesuatu yang mengingatkan nya pada gadis kecil yang sangat antusias melihat kehadiran dulu di lapangan.


Ia memungut jepit yang telah usang itu , ia dulu pernah memberikan barang yang serupa pada Vania ,barang yang sangat tak berharga itu ia dapat kan saat membeli mainan lotre , ia iseng memberikan jepit itu pada Vania karena tak mungkin ia yang memakai jepit itu.


Diluar dugaan gadis kecil itu sangat bahagia menerima nya , ia selalu melihat jepit itu bertengger indah di rambut ikal milik gadis kecil itu setiap ia berlatih voli di lapangan.


Mengingat gadis kecil itu membuat kerinduan nya pada mendiang adik nya bertambah , kira-kira bagaimana kabar nya sekarang?.


jepit ini milik siapa ya? Apa milik murid baru yang menabrak ku tadi pagi ?.


Ia memilih menyimpannya dan akan memberikan nya nanti pada murid baru itu ,ia sangat yakin kalau ini milik nya karena hanya murid itu satu-satunya orang yang berinteraksi dengan nya pagi ini.


Sesi perkenalan berlangsung dengan tertib hingga sampailah pada satu nama yang mengingatkan nya kembali pada gadis itu.


" Vania keisya"


Reigha terpaku ,sebuah kebetulan yang tidak penting sebetulnya tapi kebetulan kali ini sangat lah menarik baginya.


murid yang memiliki nama itu mengangkat tangannya dengan ragu-ragu lalu memperkenalkan dirinya setelah di perintah oleh reigha.


sikap Vania sangat unik menurut reigha ,mungkin ia ketakutan terhadap nya karena kejadian tadi pagi dilihat dari sikapnya yang tampak kikuk , dasar gadis ceroboh.

__ADS_1


__ADS_2