
Vania menyentuh bibirnya yang masih terasa basah oleh saliva milik reigha.
Harusnya ia memberikan ci*man itu pada Adhi , seseorang yang telah lama menjadi obsesinya, meskipun ia tak mengetahui kabar bahkan keberadaan laki-laki itu .
tapi kenapa dirinya malah terbuai oleh sentuhan seseorang yang tak di cintai nya itu.
Bahkan untuk marah pun ia tak bisa , apa yang ia dan reigha lakukan tak salah namun kenapa seperti ada yang salah.
Sejak saat itu Vania semakin menghindari reigha karena kejadian itu benar-benar membuat nya malu untuk bertegur sapa dengan reigha ,bahkan ketika mereka berada dalam satu atap pun Vania selalu berusaha menghindari nya .
" Van kamu tau kemeja aku nggak ? Kemarin aku jemur di belakang"
Vania terperangah saat reigha keluar dari kamar nya hanya dengan menggunakan handuk dari pusar sampai lututnya.
Laki-laki itu seperti hendak mengerjai nya lagi , dasar mesum !
" aku nggak tau "
Vania beranjak hendak menghindari laki-laki itu lagi namun reigha menahan tangan nya .
jantung nya mendadak berdetak dengan kencang seperti gendang yang di tabuh dengan brutal ,ia kembali kesulitan untuk menelan Saliva nya ,karena reigha tengah menyudutkannya pada pintu kamarnya.
" ih reighaaaa !!!! kamu ngapain sih ?!"
Ia mencoba berontak namun reigha tak memperdulikan nya , laki-laki itu mengangkat sebelah alisnya seraya menyeringai.
" kamu kenapa seperti menghindari aku ?"
" siapa juga yang menghindari kamu ,lepasin !"
Vania kembali berontak namun tetap saja kekuatan nya tak sebesar kekuatan reigha.
" nggak mau "
Vania membulatkan matanya di iringi dengan tawa renyah reigha , laki-laki itu kemudian melepaskannya ,dengan cepat Vania mengambil jarak dari reigha.
"kamu kenapa sih keluar nggak pake baju ? dasar mesum "
omel Vania seraya memalingkan wajah nya dari reigha .
" emang nggak boleh ? Kan kamu istri aku "
Goda reigha yang bergerak mendekati Vania namun Vania dengan cepat menghindari nya.
" dasar mesum , kemeja yang kamu cari ada di tempat setrika an ,aku belum sempat masukin ke kamar kamu "
selesai berkata seperti itu ,Vania pun beranjak hendak berangkat sekolah.
" nanti siang masak ya ,aku pulang sore "
Ucap reigha setengah berteriak karena posisi nya sudah semakin menjauh dari reigha ,namun ia tak berminat untuk menjawab ucapan laki-laki tampan itu.
__ADS_1
Yang ada dia ngedumel sepanjang jalan karena reigha akhir-akhir ini selalu saja pulang sore ,dulu sebelum insiden di rumahnya ia sangat mengharapkan laki-laki itu datang lebih awal karena merasa kesepian dan belum terbiasa tinggal di rumah itu .
Namun sekarang ia seperti nya lebih nyaman jika reigha kembali sibuk seperti dulu ,karena ia tak harus bersusah payah mengkompromi jantungnya untuk tetap biasa aja jika di dekati reigha.
Apalagi setelah kejadian itu , rasanya ia seperti ingin menghilang saja dari muka bumi ini agar tak harus selalu bertatap muka dengan reigha.
Namun sepertinya semesta lagi sedang ingin mengerjai nya ,semakin ia menghindari reigha semakin sering laki-laki itu mencari cara untuk selalu di dekat nya ,entah di sekolah maupun di rumah .
" Van , ngelamun aja Lo "
Seseorang tiba-tiba menyentuh pundaknya lalu ia menjatuhkan pantatnya tepat di samping Vania.
" ngapain Lo ? Mau ngebully gue lagi "
Tandas Vania lalu kembali sibuk dengan pikirannya sendiri.
Keyra memanyunkan bibirnya lalu sesaat kemudian ia tersenyum pada Vania.
" lu kenapa sih negatif thinking terus sama gue "
Vania mengerutkan keningnya melihat sikap keyra yang sok asik .
" terus elu ngapain kesini ? mau turun lagi Lo ke kelas X?"
Keyra menghela nafas nya dengan pelan.
" gue cuma pengen temenan sama Lo , boleh kan ?"
" kenapa Lo ? Di depak dari circle Lo sendiri?"
Keyra kembali mengerucutkan bibirnya.
" Lo masih marah ya sama gue ?"
" masih " tandas nya cepat , bagaimana mungkin ia bisa melupakan kejahatan keyra yang udah nggak wajar , bisa-bisanya dia punya ide sebegitu buruk untuk ukuran murid SMA ,emang agak lain menurutnya .
" gue minta maaf ya , gue beneran pengen berubah Van , gue juga serius pengen berteman sama Lo ,bahkan sebelum gue di jauhi ria dan Andin "
Vania kembali tertawa renyah ,ia sama sekali tidak percaya dengan ucapan keyra , keyra seperti ini setelah ia di jauhi oleh Genk nya sendiri .
paling kalau temen-temennya udah sadar dia akan kembali dikucilkan,lagian siapa tau ini hanya siasat mereka untuk kembali mengerjai nya.
Siapa tau kan ? Keyra pernah melakukan sesuatu yang sangat fatal hingga membuat nya terbelenggu dalam pernikahan dini ini ,siapa tau ia kembali merancang rencana baru untuk membuat nya semakin terpuruk.
" Lo nggak percaya Van ?"
Suara keyra terdengar memelas .
" nggak !"
Keyra semakin menunjukkan ekspresi sedih pada nya .
__ADS_1
" Lo mendingan kembali deh ke kelas Lo , gue lagi nggak minat berantem "
Keyra kembali memanyunkan bibirnya , namun ia tak menghiraukan nya .
Vania males berhubungan dengan manusia ular seperti keyra , bisa-bisa ia di patuknya suatu saat nanti.
" ekheeemmmm , ada yang lagi cari circle baru nih , circle nya nggak banget lagi "
Raut wajah keyra mendadak berubah menjadi merah padam ,kalau di lihat dari sikap mereka Vania nggak yakin kalau mereka sedang acting,mana ada acting senatural itu.
" ngapain kalian kesini ?"
Sentak keyra penuh penekanan ,suasana kelas Vania yang tadinya riuh mendadak hening seketika.
" emang kenapa ? terserah kita lah mau kemana "
Ria tampak nyolot dengan muka songong nya .
" ya emang terserah kalian sih ,tapi gue peringatan sama kalian ,jangan pernah sedikitpun kalian menganggu Vania kalau nggak gue akan bikin kalian menyesal "
Andin mendekati keyra dengan senyum sinisnya,lalu mendorong pundak keyra dengan keras .
" lu udah jadi gembel aja belagu , sama belagu nya kaya Vania , eh gue lupa orang miskin emang kayak gitu ya ? Upss "
Andin menutup mulut nya dengan tangan kanannya ,lalu tersenyum ngece pada keyra dan Vania
Namun keyra hanya menanggapi mereka dengan senyuman sinis nya .
" gue ada pengumuman nih buat kalian " ucap ria lantang.
Vania nggak tau apa yang akan di lakukan oleh ria dan Andin namun kenapa ia memiliki firasat yang sangat buruk sekali .
suara bisikan teman-teman kelas nya berdengung seperti dengungan ratusan lebah.
" tapi berhubung gue lagi males banget ada disini karena ada 2 gembel di sini ,mending kalian liat sendiri ke papan Mading "
sebagian wajah yang penuh tanda tanya itu bergerak menuju papan Mading untuk melihat pengumuman apa yang di maksud ria.
sedangkan sebagian lagi tetap berada di kelas dengan wajah masa bodonya.
Vania dan keyra saling berpandangan dengan wajah bingung sekaligus penasaran.
" kalian nggak penasaran ,ini berita Ter hot sepanjang masa loh ,"
Tanya Andin dengan nada songong membuat Vania semakin gelisah .
" kalau Sampek kalian macam-macam,gue benar-benar akan membuat kalian menyesal!"
Gertak keyra penuh penekanan lalu beranjak mengikuti Vania yang sudah duluan beranjak ke papan Mading.
Senyuman licik timbul dari wajah Andin dan ria ,mengiringi kepergiannya Vania dan juga keyra .
__ADS_1