HANYA DIA YANG KU INGIN KAN

HANYA DIA YANG KU INGIN KAN
33.Kenangan Pahit (part 1)


__ADS_3

"halo sayang gimana kabar kalian?"sapa suara di sebrang sana.


"aku sama Albi kabar baik ma,mama masih lama ya di sana?"tanya Arumi.


"iya sayang papa sama Mama masih lama disi,kamu....mau di bawain oleh-oleh apa?bentar lagi kamu ulang tahun kan?kamu mau apa, biar papa cari tapi ya itu...papa sama Mama bakal telat kasih kado nya"kali ini papa Arumi lah yang bicara pajang lebar.


seminggu lagi adalah ulang tahun Arumi yang ke 18 tahun.Arumi hanya berdua saja dengan Albi di rumah, sementara itu kedua orang tua Arumi berada di New York city mengurus masalah,ya ada masalahnya yang lumayan besar yang terjadi di perusahaan papa nya.


sementara itu Arumi dan Albi berada di kota Bath London, Inggris.


Ada sedikit rasa kecewa yang Arumi rasa kan, karena bertepatan di umur nya yang akan menginjak usia 18 tahun,tapi orang yang di cintai nya tidak ada bersamanya.


Suasana pesta yang seharusnya diisi dengan tawa bahagia tidak dapat Arumi rasakan.walaupun masih ada keluarga nya yang lain, yang bersuka cita di hari bahagia Arumi,tetap saja rasa itu tidak dirasakan oleh nya.


disaat pesta telah usai,Arumi memilih untuk tidur bersama dengan adik nya,karena sejak sebelum pesta di mulai, Arumi merasakan gelisah,panik,dan khawatir yang bercampur menjadi satu,ia memilih untuk tidur dengan adik nya agar rasa itu bisa hilang.


tapi nyata nya tidak Arumi bahkan tidak bisa tidur, bahkan untuk menutup mata pun ia tidak bisa.


Pagi ini suasana hati Arumi buruk,di tambah dengan cuaca yang tidak mendukung, cuaca mendung,awan hitam menggelap,disertai dengan gerimis yang mengucur bumi.itu makin membuat suasana semakin suram.


Ini adalah hari libur, dikarenakan cuaca yang sangat mendukung untuk tetap berada di kasur,Arumi dan Albi memilih untuk menonton serial kesukaan Albi.


disaat mereka tenggelam dalam asik nya acara yang di tayangkan tv, pengurus rumah Arumi mengetuk pintu disertai dengan teriakan dari luar yang memanggil nama Arumi dan Albi.


Arumi membuka pintu kamar,ia melihat bibi pengurus rumah terlihat panik disertai dengan air matanya yang mengalir.

__ADS_1


"ada apa bi? kenapa bibi menangis?"tanya Arumi yang sudah merasakan kekhawatiran bibi nya.


"non di...di..bawah a...ada polisi"jawabannya dengan terbata-bata.


Arumi langsung turun ke lantai bawah,tapi di cegah oleh Albi yang menahan Arumi,dengan menarik pinggir baju bawah Arumi.


Albi juga merasa kan apa yang di rasa oleh Arumi.ia meminta Arumi agar menggendong nya.Arumi menuruni tangga menuju lantai satu dengan membawa Albi di dalam gendongan nya.


terlihat ada banyak sekali polisi dan ada tim medis terlihat sibuk yang turun dari ambulans.


pikiran Arumi sudah menerka yang tidak-tidak.ia menghela nafas nya panjang,detak jantung nya sudah berdetak tidak karuan.


para polisi dan tim medis berhenti dari kesibukan mereka saat melihat Arumi dan Albi berjalan menuju mereka.


"hmm...ada apa ya pak polisi?"tanya Arumi gugup.


"apakah Anda mengenal wajah mereka?"tanya pak polisi membuka kain putih yang menutupi wajah seseorang.


Arumi memeluk erat Albi ketika melihat tubuh kaku pucat yang di penuhi banyak luka di sekujur tubuhnya.dua orang dewasa yang terbaring di sana, dan tidak akan pernah terbangun lagi dari baring nya nyenyak.


rasa sesak yang memenuhi dadanya membuat sekujur tubuh Arumi bergetar hebat,kaki nya lemas tidak kuat menopang berat tubuh nya dan Albi.


tanpa dikomando lagi air mata Arumi jelas keluar mengalir membasahi pipinya.


"dimana anak ku? yang kalian bawa pasti bukan anak ku!"teriak seorang wanita tua histeris dan sama seperti Arumi,air mata yang mengalir di pipinya.

__ADS_1


"tidak!ini tidak mungkin!"teriak nya tidak terima.Ya wanita tua itu adalah nenek Arumi dari ayah nya.


"anak ku masih dalam perjalanan pulang!dia akan memberikan kejutan untuk ulang tahun anak nya, tidak....ini tidak mungkin..!"nenek Arumi melihat kearah Arumi dan Albi.


dia memegang pundak Arumi kuat.


"ya ini pasti karena mu! karena ulang tahun mu! anak ku mengalami kecelakaan mobil menuju ulang tahun sialan mu itu!"teriak nya lalu mendorong Arumi dan Albi terjatuh.


"nyonya tenangkan diri anda!ini bukan salah nona Arumi!"teriak sekretaris ayah Arumi menenangkan nenek.


"Dasar anak pembawa si*l,lihat anak ku pergi, meninggalkan ku!"teriak nya lagi berderai air mata.


Arumi melihat ke arah orang tua nya, yang sudah terbaring kaku,pucat sudah tidak ada lagi darah yang mengisi kehidupan.


"seharusnya kau tidak lahir di dunia ini.karena kau Anak ku mati."sambung wanita itu lagi.


"karena ingin bertemu dengan mu anak ku mati!"


"anak ku mati karena mu,seharusnya aku tidak memberikan restu pada anak ku menikah dengan ibu mu itu,kalian sama-sama pembawa si*l"maki wanita tua itu yang tak lain adalah nenek nya Arumi dari ayah nya.


nenek Arumi pingsan dikarenakan shock berat yang dialami nya.


Arumi masih terdiam di tempatnya bersimpuh menggendong adik nya yang sama-sama menangis bersama Arumi.


tiba-tiba pandangan Arumi menggelap dan Arumi terjatuh pingsan dengan Albi yang masih di dalam pelukan nya.

__ADS_1


💥💥💥


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke 😘😘😘


__ADS_2