HANYA DIA YANG KU INGIN KAN

HANYA DIA YANG KU INGIN KAN
42.Siuman


__ADS_3

Dengan perasaan campur aduk antara khawatir panik dan tentu nya rasa lapar yang masih melanda Arumi.


Arumi berkutat di dapur,memasak bubur untuk majikan nya, Lionel.


tiga puluh menit lama nya,Arumi menghabiskan waktu nya di dapur, akhirnya bubur pun sudah siap untuk di santap.hanya tinggal menunggu orang yang menyantap nya bangun.


Arumi merasakan lapar yang sangat mendalam.karena tida memungkinkan untuk memakan mie instan yang di masak sebelum nya,karena sudah pasti mie itu mengembang.jadi lah Arumi memasak banyak bubur untuk Lionel.dan sisa nya untuk Arumi.


"sekretaris Rai..."panggil Arumi pada Rai.


"bubur nya sudah siap,akan saya letakkan di sini"ucap Arumi.


"hmm..."jawab Rai.


"ah... iya... sekretaris Rai... seperti nya...bubur nya akan dingin jika menunggu tuan Lionel nya bangun,jadi...jika tuan bangun, sekretaris Rai harus memanaskan bubur nya lagi.agar enak di makan"ujar Arumi menjelaskan nya pada Rai.


"hmm..."masih jawaban yang sama di berikan oleh Rai.


"kalau gitu...saya permisi dulu..."ucap Arumi, hendak pergi meninggalkan kamar tamu.


baru beberapa langkah Arumi berjalan.


sudah di hentikan oleh suara Rai.


"tunggu!"seru Rai.


"ya...apa..ada yang anda butuhkan?"tanya Arumi.


Rai tidak langsung menjawab.dia seperti memikirkan sesuatu sejenak.


mengingat ada rapat penting antara direktur pemegang saham besok pagi.dan di karenakan Lionel sakit,tidak bisa menghadiri rapat.jadi Rai lah yang akan menggantikan Lionel pada rapat penting pagi besok.


terlebih lagi...Rai tidak mengerti bagaimana cara memanaskan bubur yang akan sama rasa nya dengan masakan Arumi semula, jika di cicipi lidah Lionel.


dan dia harus beristirahat, karena dia belum sempat istirahat sehabis perjalanan panjang menuju pulang ke rumah.bahkan sampai di rumah pun Rai harus langsung kembali ke perusahaan, setelah membersihkan diri nya.


hari hari memang selalu melelahkan.pikir Rai.


"seperti nya...gadis ini bisa cukup di percaya untuk menjaga tuan"batin Rai.


"bisakah kamu yang menjaga tuan malam ini?"tanya Rai dengan penuh harapan.walau Arumi tidak melihat tatapan penuh harap itu.di karenakan ekspresi Rai yang terlihat sama.

__ADS_1


"aku akan meminta izin pada kepala sekolah mu,agar hari esok kamu di liburkan lagi!"ucap Rai tegas.


"eh..."Arumi yang bingung akan menjawab seperti apa.berpikir sejenak.


"....baiklah..."ucap Arumi pada akhirnya.


mendengar jawaban Arumi yang suka rela menjaga tuan nya.Rai langsung pergi meninggalkan mereka, berjalan menuju kamar nya.ingin segera mengistirahatkan tubuh nya.


tapi....


"jaga tuan dengan segenap jiwa mu!jika ada terjadi sesuatu pada tuan...maka...kamu tidak akan sanggup menanggung akibatnya!"seru Rai yang tiba-tiba saja kembali lagi.


"...eh...ah...iya...baik!"ucap Arumi gelagapan.


"hah...sakit aja dia merepotkan.apa lagi kalau sehat"gumam Arumi.


"kenapa harus pakai segenap jiwa?"batin Arumi bertanya tanya.


"kenapa tuan ini tidak di rawat di rumah sakit saja ya?"gumam nya.


"ah...sudah lah Arumi!kamu tidak boleh mengeluh terus!dia sudah mau menampung mu,bahkan kamu di gaji dengan nominal yang tinggi"seru Arumi mengingat kan diri nya agar tidak menyalakan Lionel.


"baiklah...aku akan makan di sini saja"gumam Arumi,lalu pergi ke dapur mengambil mangkok yang telah berisi bubur yang akan di makan nya.


"eh...oh iya... selamat makan tuan!"ucap Arumi pada Lionel yang terbaring lemah dengan cairan infus yang mengalir ke tubuh nya.


setelah selesai makan.Arumi membereskan peralatan makan nya.lalu mendorong sofa kecil yang ada di kamar itu agar bisa lebih dekat dengan Lionel.jika Lionel bangun dan membutuhkan sesuatu Arumi bisa segera tahu.karena jarak nya sangat dekat.


sebelum itu,Arumi telah mempersiapkan air putih,jika sewaktu Lionel bangun merasakan haus,Arumi tidak perlu repot-repot lagi untuk pergi ke dapur.


di karenakan waktu yang sudah larut malam,Arumi merasakan kantuk yang teramat sangat.dia mencari sesuatu yang bisa di jadikan nya sebagai selimut.mencari nya di dalam lemari.


"nah... untung saja ada selimut di lemari ini...hmm... seperti nya...bersih,dan masih bisa di gunakan"gumam nya


Arumi sudah memposisikan diri nya agar nyaman untuk tidur.dengan duduk menghadap Lionel,Arumi pun tertidur.dan memimpikan sesuatu yang tidak jelas.


satu jam...


dua jam...


tiga jam...

__ADS_1


berlalu...


"eugh!"Lionel bangun dari tidur mendadak nya,yang membuat nya pingsan.merasakan sesuatu yang mengganjal di tangan nya.


Lionel membuka mata nya.pemandangan pertama kali yang di lihat nya adalah langit langit kamar,kamar yang asing bagi nya.lalu dia menoleh kan kepala nya ke kanan,ingin segera mengetahui di mana ia berada saat ini.


"eh...dia...kapan dia pulang?"batin Lionel bertanya tanya.


di sebelah kanan nya ada wajah cantik Arumi tanpa kacamata,atau tanpa sesuatu yang biasa di gunakan nya sehari-hari.sesuatu yang menutupi kecantikan Arumi.


"*eugh!kepala ku berat sekali rasa nya....pusing"gumam nya memegang kepala.


"uuhh...perut ku perih sekali rasa nya!"


"seperti nya..."Lionel melihat sekeliling nya.


"...aku ada di kamar tamu..."Lionel membatin.


"apa...aku pingsan ya?"tanya nya pada diri nya sendiri.melihat jarum infus yang tertancap di tangan nya.


"kenapa dia yang menjaga ku?kemana Rai?"


"tidak kah Rai tahu jika gadis ini terlihat kelelahan sekali!kenapa dia meminta gadis ini yang menjaga ku?bisa bisa gadis ini juga ikutan sakit karena kelelahan!"batin Lionel melihat Arumi yang terlihat sangat lelah.


"apa lagi gadis ini seperti nya baru pulang dari piknik adik nya!bukan lah piknik itu sangat melelahkan"batin Lionel.menatap wajah Arumi*.


padahal nyatanya Arumi menghabiskan waktu nya bermain game,mengurung diri di kamar seharian.


"ehmm...haus"batin Lionel.


Lionel melihat gelas yang sudah terisi air,di tutup dengan penutup.dia menjangkau gelas itu dengan hati hati agar Arumi tidak terbangun dari tidurnya.letak gelas sangat dekat sekali dengan wajah Arumi.Arumi tertidur dengan kepala miring ke kiri menghadap gelas.


Lionel berusaha untuk duduk,agar lebih mudah menjangkau gelas.


"eugh!"kepalanya yang masih pusing, menyebabkan Lionel mendesah tak tertahan.


Arumi yang baru tertidur tiga jam,dan tidur nya masih belum bisa di kategori kan nyenyak.akhir nya pun terbangun setelah mendengar desahan Lionel yang kesakitan.


gadis itu membuka mata nya perlahan.mengucek mata nya yang masih terasa berat untuk di buka.


"eh...tuan!"pekik Arumi ketika melihat Lionel,merasakan sakit di kepala nya.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke 😘😘😘


Terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗🤗


__ADS_2