
"Lio!"teriak Gamila,dia bingung.apa yang menurut Lionel benar,yang harus di lakukan nya sekarang.tapi...apa itu?
"kamu kenapa hah?kenapa kamu marah? jelaskan pada ku,apa yang seharusnya aku lakukan? yang benar menurut kamu?"tanya Gamila berusaha untuk berbicara lembut.
"aku tidak bisa mengikuti pemikiran kamu,kalau kamu nya seperti ini!"lanjut Gamila lemah.
Lionel membeku di tempatnya,dia juga bingung apa yang membuat nya marah seperti ini.bukan kah seharusnya Gamila lah yang marah pada nya? karena dia dengan berani memikirkan wanita lain selain Gamila?
"maaf Gami! seperti nya kita harus saling menenangkan diri terlebih dahulu"kata Lionel tidak membalikkan badannya untuk menatap Gamila.
"tidak!aku tidak ingin menghindari nya lagi..., Lio apa kamu ingat apa yang kamu katakan ketika melamar ku?"tanya Gamila tiba tiba.
"kenapa kamu tiba tiba bertanya hal itu?"tanya Lionel sudah membalikkan tubuhnya menatap Gamila.
"jika kamu ingat kamu tidak akan memperlakukan ku seperti ini!" sambung Gamila.
"bukan kah kamu sangat mengetahui apa yang telah terjadi sebelum kamu melamar ku?"kata Gamila.membuat Lionel terdiam.
"boleh kah aku bertanya?"tanya Gamila menatap Lionel, yang sudah berurai air mata.
"....apa....?"
"apa kah kamu memang benar benar mencintai ku?"tanya Gamila.membuat mulut Lionel kelu untuk menjawab nya.seakan terkunci rapat.untuk sesaat.
"....aku..."
"...tentu saja..."jawab Lionel.tapi ada sedikit keraguan dari nada bicara nya.dan Lionel memberanikan untuk menatap Gamila agar dia tidak terlihat begitu ragu dengan perkataan nya sendiri.dan Gamila mengetahui hal itu.
Lionel tersadar akan satu hal.dia tidak boleh seperti ini pada Gamila.bukan kah Gamila cinta pertama nya?jadi berati bukan kah dia mencintai Gamila?
"... Lio maaf jika aku belum bisa memberikan mu anak,jujur...bahwa aku masih belum bisa....."kata Gamila terputus sesaat.
"hah...kamu tahu maksud ku bukan?"tanya Gamila menghapus air mata yang mengalir di pipi nya.
ada sedikit rasa tidak percaya di hati Lionel,jika sampai saat ini Gamila masih belum bisa.... padahal mereka telah berhubungan suami istri dua tahun terakhir ini.
"tapi Lio...aku tidak percaya bahwa kamu benar benar mencintai ku!"seru Gamila, menghantamkan palu Godam di sudut hati Lionel.
Lionel terdiam tidak tahu harus menjawab apa.apa kah benar bahwa diri nya tidak benar benar mencintai wanita cantik yang ada di hadapannya saat ini? yang telah menjadi istri nya selama dua tahun ini?.
Gamila berjalan menghampiri Lionel, menatap Lionel dengan tatapan menyelidik.
"...apa yang membuat kamu tidak percaya dengan cinta...ku?"tanya Lionel, seakan sadar dengan tatapan Gamila.
Gamila membawa Lionel untuk duduk di sofa yang ada di ruang tamu.untung saja sekretaris Rai paham dengan keadaan yang akan terjadi.
dan....
cup!
Gamila tidak menjawab pertanyaan Lionel,dia memilih untuk mengecup bibir Lionel lembut.hanya sekedar mengecup nya saja.
lalu menempelkan keningnya di kening Lionel, tidak ada jarak di antara mereka.nafas mereka saling beradu menerpa wajah lawan nya.
lalu Gamila meletakkan tangannya di dada Lionel, tepat di mana jantung berada.
Gamila menutup mata nya.
__ADS_1
"Lio...apa yang kamu rasakan saat ini?"tanya Gamila tepat di bibir Lionel
"....aku..."
kata Lionel terputus sesaat.
mendengar Lionel yang terlihat bimbang dengan perasaan nya sendiri saat ini.
Gamila membuka mata nya.memundurkan pelan kepala nya,lalu mengecup lama puncak kepala Lionel.
Gamila tersenyum melihat Lionel yang masih terdiam.
"sayang...ada yang salah dengan kita!bukan hanya aku... tetapi kamu juga"ucap Gamila menakup kedua pipi Lionel.
"perasaan kita!"sambung Gamila.lalu melepaskan takupan pipi Lionel.
"kamu pulang lah...!coba kamu...tata kembali perasaan kamu!apa kah perasaan kamu benar adanya?dan...aku pun juga akan menata perasaan ku!apa kah aku telah... mencintai mu..."
"...dan telah...melupakan... nya..."sambung Gamila dengan suara gemetar. tersekat dengan perkataan nya sendiri.
Lionel menatap tidak percaya Gamila.
"...apa..kamu masih mencintainya sampai saat ini?dan...apa kah itu alasan mu... belum bisa memberikan ku anak?"Lionel memberanikan diri nya untuk bertanya hal yang paling sensitif bagi Gamila untuk di bicarakan.
Gamila tersenyum menanggapi ucapan Lionel, bahwasanya apa yang di katakan Lionel itu adalah benar.
"aku pergi dulu!hari ini masih syuting.dan sutradara ku sudah menelepon sejak tadi"pamit Gamila.lalu meninggalkan Lionel dalam kesendirian nya.
Gamila telah di jemput oleh manager nya, saat keluar dari apartemen tadi Gamila telah berpesan pada sekretaris Rai, bahwa dia pergi meninggalkan Lionel masih dalam keadaan belum makan.
dulu...
sekarang?
entah lah...ia juga tidak memahami perasaan nya sendiri.
flashback
singkat cerita....
tiga tahun yang lalu...
Kenzo adalah tunangan Gamila dan seminggu lagi mereka akan menikah.
Kenzo adalah pria yang sangat di cintai Gamila, seorang pria yang lembut, perhatian seorang suami idaman untuk wanita karir seperti Gamila.
dan juga pria yang sangat mencintai Gamila tentu nya.
______
hari ini adalah hari dimana Gamila dan Kenzo akan melangsungkan pernikahan mereka, pernikahan yang sangat di nantikan keduanya.
dengan perasaan bahagia dan jantung yang terus saja berdetak tidak karuan,Gamila menunggu kedatangan mempelai pria nya.
tapi....
ada sedikit rasa gelisah yang di rasakan Gamila di sudut hati nya,tapi ia menepis perasaan itu dengan sendirinya menanti seorang yang di cintai.
__ADS_1
sudah hampir satu jam Gamila dan para tamu undangan menunggu.
rombongan polisi dan beberapa petugas medis datang dan menanyakan siapa wanita yang bernama Gamila.
deg!
rasa cemas kembali menghampiri Gamila, ketika dia lah yang di cari polisi.
polisi menjelaskan kronologi yang telah terjadi, yang mengatakan bahwa Kenzo sang mempelai pria telah mengalami kecelakaan saat menuju tempat pernikahan nya.
polisi juga memberitahukan bahwa Kenzo tidak ingin di bawa ke rumah sakit,ia meminta polisi untuk mengantarkan nya ke tempat pernikahan nya.
dan dengan tergesa-gesa Gamila menghampiri Kenzo yang terbaring lemah berlumuran darah di dalam ambulance.
dengan berurai air mata,Gamila memeluk tubuh Kenzo, tidak peduli dengan gaun canti berwarna putih nya ternoda oleh darah kenzo.Gamila meneriaki para polisi dan petugas medis agar segera mengantarkan mereka ke rumah sakit terdekat.
Kenzo menghentikan Gamila,ia menggenggam tangan Gamila lembut dengan sisa tenaga yang tersisa.
".....sayang....berbahagialah...temukan...
kebahagiaan mu...atau kamu bisa menikah dengan...Lionel...!"ucap nya terbata-bata
"...ku tahu bahwa...kamu menyukai Gamila Lio..."lanjut nya melihat Lionel yang duduk di samping Gamila.
ya Lionel juga berada di situ,di samping Gamila.
menemaninya agar ia kuat.
"sstt...tidak!kamu pasti akan selamat!kamu bertahan lah!"pinta Gamila.
"Lio ayo bawa Kenzo ke rumah sakit"seru Gamila yang masih belum bisa menghentikan tangisnya.
Lionel hanya diam saja, melihat Kenzo yang melarangnya untuk melakukan hal yang di katakan Gamila tadi.
"... sayang..."panggil Kenzo lemah.
"apa!kami diam aja!ayo kita kerumah sakit Lio!"teriak Gamila mengguncang tubuh Lionel,yang tidak mau bergerak juga.
Kenzo menarik tangan Gamila, menggenggam nya lembut.
"...sa...sayang... berbahagia...I... love...you..."
ucap Kenzo di nafas terakhir nya.
"tidak!kenzo.!! bangun!!"
Gamila sangat terpukul atas kejadian ini,dia menangis meraung-raung tak terkendali hingga jatuh pingsan.
Flashback off
Gamila menyeka air matanya yang mengalir di pipi, mengingat hal yang sangat menyakitkan dalam hidup nya.hal yang masih terpampang sangat nyata di pelupuk mata nya sampai saat ini.
"benar aku masih mencintainya"
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke 😘😘😘
Terimakasih atas dukungan dari kalian semua nya 🤗🤗🤗
__ADS_1