HANYA DIA YANG KU INGIN KAN

HANYA DIA YANG KU INGIN KAN
36.seorang kandidat calon kekasih


__ADS_3

I *go to school everyday


I bring my book and my bag


I always wear my uniform


My hat, my shirt and my short


And I always say good bye


To my father and motherj


Father, Mother, I want to go to school


When I was young


I went to school


And this is what I learn to do


One, two, three, four, five


I learn my numbers up to five


Six, seven, eight, nine, ten


I learn my numbers up to ten*


kedua lagu di atas menjadi pengiring lomba,agar menyemangati anak anak.


mereka sangat kenal dengan lagu yang di nyanyikan oleh mis Anna,dan para guru lain nya.


mereka mengikuti musik, dengan tangan yang masih sibuk menata pasir agar menjadi istana yang cantik.memadat kan pasir lalu mencetaknya padat kan lagi,dan menyesuaikan bentuk dengan yang di inginkan.seperti itu lah yang semua kelompok keluarga lakukan.


tak terasa sudah dua jam berlalu.dan akhirnya lomba sesi terakhir pun telah berakhir.


semua murid dan para anggota keluarga,di perbolehkan untuk membersihkan diri terlebih dahulu.karena waktu sudah menunjukkan pukul 5 petang.dan para guru yang menjadi panitia akan menilai siapa kah yang akan menjadi pemenang dalam lomba kali ini.dan akan di umumkan ketika selesai makan malam di tepi pantai.


Arumi dan Albi berjalan menuju kamar hotel mereka.tanpa mereka sadari bahwa Lais juga mengikuti nya.Lais memiliki rencana untuk malam ini.


sesampainya di dalam kamar,Albi meminta Arumi untuk membersihkan diri terlebih dahulu.karena Albi ingin istirahat sejenak sebelum mandi.


Arumi sudah masuk ke dalam kamar mandi,dan Albi melepaskan seluruh pakaiannya dan mengganti dengan kimono kecil.lalu berbaring di atas sofa.


tok!


tok!

__ADS_1


tok!


suara pintu kamar di ketuk.


Albi berjalan hendak membuka pintu guna melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya.


Lais dengan senyum merekah se mekar bunga yang sudah waktunya untuk bermekaran.dengan santai nya dia masuk ke dalam kamar tanpa di persilahkan oleh Albi.


"paman!kenapa paman kesini?"tanya Albi mengikuti langkah Lais menuju sofa.Lais dengan santai nya duduk.


Lais menepuk sofa di samping nya,meminta Albi agar duduk di samping nya.Albi mengikuti kemauan Lais untuk duduk di samping nya.


"tidak ada kamar kosong lagi...dan paman tidak mengenal siapapun di sini kecuali kalian...jadi...boleh kah paman menginap di sini?"tanya Lais memasang wajah puppy eyes nya.


"boleh!kalau ramai makin seru!"jawab Albi antusias.


"hmm...di mana pakaian paman?"tanya Albi bingung melihat Lais yang tidak membawa apa pun.


"oh...nanti akan di antara kan pelayan hotel"jawab Lais.


ceklek!


pintu kamar mandi terbuka,keluar lah Arumi dari kamar mandi menggunakan handuk yang biasa dipakai nya.dan dengan rambut basah menambah kesan seksi.


"kakak?"panggil Albi setengah berteriak.


Arumi menoleh melihat ke arah Albi dan....


Lais yang melihat Arumi pun sama terkejutnya.


"hah...!astaga aku seperti orang mesum saja"batin Lais.


"dan apa apaan ini,hei jantung kenapa kau berdetak sangat cepat?aku bahkan sudah pernah melihat wanita yang tidak memakai sehelai benang pun,tapi kenapa ketika aku melihat nya,aku seperti ini?"batin Lais frustasi.


"paman kakak kenapa?dan...kenapa wajah paman memerah?"tanya Albi dengan wajah polosnya.


"...aaa..apa..?ti..tidak wajah paman tidak memerah kol"jawab Lais.berusaha menenangkan gejolak batin nya


"paman keluar sebentar ya...ada urusan sebentar"ucap Lais pergi meninggalkan Albi yang menatap nya penuh tanda tanya.


"Albi!"panggil Arumi berteriak dari dalam kamar mandi.


"apa?"tanya Albi yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi.


"apa...dia...sudah pergi?"cicit Arumi membuka sedikit pintu kamar mandi.agar bisa mengintip keadaan di luar.


"...dia...siapa?...paman rumput laut ya?...kalau paman rumput laut udah keluar, kata nya ada urusan sebentar"jawab Albi lalu menyelonong masuk dan mendorong Arumi keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"ah...astaga!kenapa dia di kamar tadi?dan...Aaaa!aku benci sekali melihat nya!"kesal Arumi lalu bergegas berganti pakaian.takut jika sewaktu\-waktu Lais masuk lagi ke dalam kamar.


di dalam kamar mandi....


"hihihi...lihat wajah mereka berdua hihihi..."kekeh Albi.


"seperti nya paman rumput laut itu suka dengan kakak.hmm..


bagaimana jika mereka di pasangkan?hmm... seperti nya cocok"gumam Albi sambil menggosok tubuhnya dengan sabun.


"boleh juga paman itu menjadi salah satu kandidat calon kekasih kakak"pikir Albi lalu menghidupkan kran shower.air terasa sejuk menerpa kulit Albi.menyapu semua sisa rasa letih yang ada di tubuh nya.


"hmmm.... seperti nya aku harus menguji nya"putus Albi.


Albi tidak ingin berlama-lama di kamar mandi,ia ingin segera menjalankan rencana nya untuk menguji Lais,apakah pantas menjadi kekasih Arumi apa tidak.


Albi keluar dari kamar mandi,lalu bergegas memakai pakaian nya.ia tidak melihat Arumi di dalam kamar.Albi keluar dari kamar,terlihat Arumi yang sedang berusaha sekuat tenaga menutup pintu,yang di dorong Lais dari luar pintu kamar.mereka terlihat seperti saling dorong.dan Lais seperti nya sedang menjelaskan sesuatu pada Arumi.


"kakak sama paman lagi main apa?"tanya Albi sudah memulai menguji Lais.dengan tampang polos nya.


buuuuk!


"aargrh....!"ringis Lais yang terjatuh karena Arumi tiba tiba melepaskan tangannya yang sedang mendorong pintu.


"uupss!"


"aww...sshh...pasti sakit"batin Albi dan Arumi.


"ah...tuan..maaf kan saya"seru Arumi membantu Lais untuk berdiri.dan Albi diam saja seperti memikirkan sesuatu.


Lais merasa sangat malu atas apa yang terjadi pada nya barusan.dia memilih untuk menutup mata nya saja.


"sakit yang tak seberapa...dan malu yang teramat sangat"batin Lais.


"eh...paman yang di situ kenapa bengong saja?ayo bantu paman rumput laut berdiri!bawa paman rumput laut ke kamar!baring kan dia di sana!"perintah Albi seenaknya.


di luar kamar,di dekat pintu berdiri lah sekretaris nya Lais yang terlihat syok dengan keadaan bos nya.


seakan tidak percaya dengan perintah Albi.yang seakan sedang memberikan nya sebuah kesempatan.Lais memilih untuk berpura pura pingsan.


Lais di bantu sekretaris nya berbaring di atas kasur Arumi dan Albi.dan dengan perintah Albi sekretaris itu pergi meninggalkan kamar dengan keadaan masih tidak percaya.terlebih lagi tidak percaya jika baru saja dia mengikuti perintah seorang anak kecil.seorang bocah ingusan.


"kakak ambilkan minyak angin!"perintah Albi.


sebenarnya Arumi ingin sekali membantah perintah adik kecil nya ini.tapi di urungkan nya karena dia juga merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Lais.


 

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke 😘😘😘


Terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗🤗


__ADS_2