HANYA DIA YANG KU INGIN KAN

HANYA DIA YANG KU INGIN KAN
45.Aku suka kamu


__ADS_3

dengan tergesa-gesa Tika berlari menuju dapur.terlihat Arumi yang tengah memainkan ponsel nya,sesekali cekikikan tidak jelas.gadis itu duduk di bar mini yang ada di dapur.


"Arumi!kamu di panggil tuan!"seru Tika.dia mengambil minuman dingin di dalam kulkas,lalu duduk di samping Arumi dan meminum nya.


dengan nafas yang masih terengah-engah Tika memandang Arumi heran.


"kamu di panggil tuan!"seru Tika lagi.


"apa dia sudah mencicipi bubur kakak?"tanya Arumi yang belum beranjak juga dari tempat nya.tidak mengindahkan seruan Tika.


"belum"jawab Tika,meminum lagi air dingin nya.


"hah! baiklah aku ke tempat tuan dulu.seperti nya aku tidak bisa membantu kakak membuat sarapan,jadi...apakah tidak apa jika kakak memasak sendiri?"tanya Arumi.


"ya aku bisa!kamu pergi lah!nanti tuan marah pada mu karena membuat nya menunggu"seru Tika.


"iya...iya...dia tidak akan marah!dia kan lagi sakit"ucap Arumi santai.


"eh!kenapa gadis ini tidak ada rasa takut sama sekali?"batin Tika.


"oh iya...lebihkan untuk ku ya sarapan nya!aku juga lapar"pinta Arumi memegang perut nya yang sudah keroncong minta di isi.


"iya...udah kamu pergi sana!"perintah Tika tidak sabaran.wanita itu takut jika dirinya yang akan di salahkan jika Arumi lama sampai nya.


Arumi masih dengan santai nya berjalan menuju tempat Lionel berada.


tok!


tok!


tok!


Arumi mengetuk pintu kamar...


"tuan!ini saya"seru Arumi dari luar kamar.


"masuk lah!"perintah Lionel.


Arumi masuk kedalam kamar.terlihat Lionel yang sudah duduk bersandar pada.


deg...


Lionel tidak melepaskan pandangannya pada Arumi.yang berjalan mendekati nya.


"ah... walaupun dia tidak berdandan seperti wanita lainnya.tapi...tetap saja dia terlihat sangat cantik, walaupun memakai kacamata itu.ah...dan di tambah lagi dia memakai kaos kebesaran berwarna merah selutut,itu semakin menambah aura keseksian nya"batin Lionel,masih belum bisa mengalihkan pandangannya.


"apa tuan membutuhkan sesuatu?"tanya Arumi.


pendengaran Lionel seakan tuli,dia tidak mendengar pertanyaan Arumi.dia masih asik dengan dunia khayalan nya sendiri.memandang Arumi intens.


merasa Lionel tidak mendengarkan nya,dan hanya memperhatikan Arumi tanpa berkedip.Arumi pun membalikkan badannya ingin meninggalkan kamar.melangkah menuju pintu.


"eh... tunggu!kamu mau kemana?"tanya Lionel yang sudah sadar dari lamunannya memandang Arumi.

__ADS_1


Arumi yang sudah memegang gagang pintu, menjawab Lionel dengan lantang.


"loh...tadi saya tanya tuan butuh sesuatu apa tidak?tapi tuan diam saja!merasa saya tidak ada kerjaan di sini.lebih baik saya ke dapur masak!"seru Arumi yang masih dengan posisi nya memegang gagang pintu.


"oh...astaga! seperti nya aku sudah gila!"batin Lionel menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.tiba tiba saja dia merasakan wajah nya memanas.


Arumi hanya memandang Lionel bingung...


"ada apa dengan nya?"batin Arumi.


sudah merasa lebih baik, Lionel memandang jendela.


"buka jendela nya!"perintah Lionel.tanpa melihat Arumi.


tanpa bantahan Arumi langsung mengerjakan perintah Lionel.lalu tanpa perintah Arumi duduk di sofa yang menjadi tempat tidur nya semalam.


Arumi mengambil mangkuk bubur,berniat menyuapi Lionel lagi.


"buka mulut nya tuan!aaa...!"perintah Arumi,membuka mulut nya juga, mengekspresikan wajah nya seperti sedang menyuapi anak kecil.


awal nya Lionel ingin membuka mulut nya,tapi diurungkan nya karena dia merasa seperti sedang di permainan kan.


"apa kamu menganggap ku anak kecil?"seru Lionel kesal.


"tidak!"jawab Arumi tegas.


"lalu kenapa ekspresi mu seperti itu?"tanya Lionel lagi.


"jadi saya harus berekspresi seperti apa?"Arumi malah balik bertanya.meletak kan mangkuk yang di pegangan nya di atas paha.


"baiklah"ucap Arumi.


Arumi menyendok bubur,tanpa ada kata apa pun dia langsung saja mendaratkan bubur itu di depan mulut Lionel.


Lionel membuka mulut nya, membiarkan Arumi menyuapi nya.


"...rasa nya..."batin nya.Lionel mengernyitkan dahi nya,merasakan ketidaksukaan pada rasa bubur.


"minum!"pinta Lionel.


"ada apa tuan?"tanya Arumi melihat ekspresi ketidaksukaan Lionel.


"siapa yang memasak bubur nya?"tanya Lionel menatap tajam Arumi.


"eh..."


"kenapa lidah nya sensitif sekali sih?"batin Arumi sedikit kesal."sepertinya sifat pilih-pilih makan nya akan kambuh lagi"


"hmm...memang nya kenapa tuan?apa rasa nya beda?"tanya Arumi tanpa sadar menyuap bubur ke mulut nya dengan sendok yang di pakai Lionel tadi."hmm...enak kok"ucap Arumi.


"*eh...tapi...rasa nya beda sama rasa bubur yang ku buat"batin Arumi,mencicipi pagi bubur,lalu mencium aroma nya.


"eh...ini kan...hmm...iya...rasa kuah bubur nya memang berbeda!hanya beda resep kuah nya saja,kenapa dia harus mempermasalahkan sih!"batin Arumi menatap tidak percaya Lionel*.

__ADS_1


Lionel terkejut melihat Arumi yang memakai sendok bekas nya.Lionel berusaha agar wajah nya terlihat biasa saja.walaupun sebenarnya jantung nya berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya.ya hanya sedikit saja.


"*uuh...sudah berapa kali yaa...kami ciuman tidak langsung?"batin Lionel bertanya tanya.


"semoga saja wajah ku tidak memerah saat ini"batin Lionel berdoa*.


"tuan ini enak kok,yaa...memang rasa kuah nya saja yang berbeda"ucap Arumi membuyarkan pikiran Lionel.memakan lagi bubur Lionel.


"uh...aku lapar"batin Arumi.


"saya tanya sekali lagi!siapa yang memasak nya?"tanya Lionel tegas.berusaha mengatur ekspresi wajah nya.


"eh...emm...sa...saya tuan.kenapa?"jawab Arumi berbohong,dia sangat gugup sekali rasa nya.Arumi tidak berani menatap Lionel,dia mengalihkan pandangan nya ke jendela.


"uh...kalau aku bilang kakak itu yang masak dia pasti meminta ku memasak bubur yang lain"batin Arumi tidak ingin mengatakan yang sebenarnya.


Lionel tersenyum miring melihat Arumi, senyum yang tak terlihat oleh Arumi.


"*dia tidak pandai berbohong"batin Lionel.


"uh...gemas nya*"


"aku tidak suka rasa yang ini!"ujar Lionel.


"aku mau rasa bubur yang semalam!"seru Lionel yang sudah tidak ingin memakan bubur yang ada.dengan menahan bibir nya agar tak tersenyum.


"eh...tapi tuan,nanti perut anda akan perih jika menunda sarapan"seru Arumi agar dia tidak memasak bubur.


"uh...dia ini apa apaan sih!aku juga lapar tahu!aku juga ingin sarapan,aku akan kelaparan jika memasak bubur untuk nya terlebih dahulu"batin Arumi kesal.


"kenapa kamu membantah! langsung saja kerjakan apa yang aku perintah!kamu kan harus merawat ku"seru Lionel.


"apa Rai tidak memberitahu kamu jika harus merawat ku?"tanya Lionel.


"eh...ada tuan!"jawab Arumi mengingat perintah Rai.Arumi menundukkan kepalanya tidak berani menatap Lionel.


"eh...tapi kan... sekretaris Rai bilang nya kalian berdua! jadi aku dan kakak tadi lah yang harus merawat nya"batin Arumi.


"tuan sekre..."


aku suka kamu...


aku suka kamu...


aku suka kamu...


🎢🎢🎢🎢


bunyi nada dering ponsel Arumi.


"nada dering macam apa itu!"batin kedua nya dan Lionel sedikit salah tingkah.hanya Lionel saja.


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke 😘😘😘

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan dari kalian semua πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2