HANYA DIA YANG KU INGIN KAN

HANYA DIA YANG KU INGIN KAN
37.Sebenarnya rasa apa ini?


__ADS_3

Arumi tengah mengoleskan minyak angin di jari telunjuk nya,lalu mendekatkan jari nya di depan hidung Lais,agar Lais bisa menghirup aroma nya.dan beberapa menit kemudian Lais bangun dari kepura-puraan nya.


melihat Lais bangun,Arumi langsung berjalan menuju sofa.memainkan ponsel nya,berusaha menganggap bahwa Lais itu tidak ada.


"paman,apa ada yang sakit?"tanya Albi duduk di tepi ranjang,di sebelah Lais.


"...tidak!...paman baik baik saja..."ucap Lais lemah.


"baiklah...paman boleh menginap disini! silahkan paman membersihkan diri terlebih dahulu!"pinta Albi.


Arumi yang mendengar bahwa Lais akan tidur bersama nya sangat terkejut.


"tunggu!Albi kenapa kamu tidak meminta persetujuan dari kakak dulu?"tanya Arumi tidak terima.


"hmm...kakak...,di hotel ini sudah tidak ada kamar kosong lagi...jadi...paman tidak punya tempat untuk bermalam hari ini,kasihan paman...."jawab Albi dengan wajah polos nya, yang menggemaskan.


"lagi pula paman juga sudah membantu kita m membuat istana pasir yang cantik,bukan kah kakak bilang kita harus selalu berterima kasih kepada orang yang telah membantu kita..."ujar Albi semakin menyudutkan Arumi.


Lais kagum dengan kepintaran Albi yang mudah untuk mengalah kan Arumi dalam berdebat,Albi terlihat begitu polos dan sangat baik hati.


berbeda dengan yang di tangkap Arumi.


dia melihat adik nya mengatakan bahwa...


"jika paman ini tidak boleh menginap di sini!aku akan marah pada kakak!"


itulah yang Arumi dengar dari Albi, terlihat sangat jelas di sorotan tajam mata Albi.


mengatakan nya dengan sangat tegas.


"huh!Albi kamu sangat pintar berargumentasi,... sebenarnya apa yang sedang kamu rencana kan?aku sangat mengenal mu!kamu tidak akan mudah untuk menerima seseorang dengan begitu saja tanpa menguji nya"batin Arumi sangat kesal.


Arumi sangat kesal karena harus sekamar dengan orang asing yang baru saja ia kenal.


jumlah mereka bertemu,bisa di hitung dengan jari.


sedangkan Lais tentu saja sangat senang, karena adik dari seorang gadis yang sedang di incar nya, sangat membela nya.dan seperti nya adik itu menyukai keberadaan Lais di sekitar nya.


"hah...!"Arumi menghela nafas kasar.berusaha menenangkan diri nya.


"baiklah!tuan boleh menginap di sini....."ucap Arumi sengaja memotong pembicaraan nya.


"yeees....terima...."


"eetss...jangan senang dulu paman! dengar kan baik baik perkataan saya!"seru Arumi.yang hendak mematahkan semangat Lais.


"paman boleh menginap di sini....tapi....paman harus tidur di sana!"tunjuk Arumi pada sofa.


"...hmm... baiklah... terimakasih..."ucap Lais.


"seperti nya aku tidak boleh terlalu berharap.."

__ADS_1


batin Lais melirik Albi, yang terlihat setuju dengan ide Arumi barusan.dan tidak ada niatan ingin membantu Lais lagi.


 


setelah kepergian Gamila, Lionel memilih untuk merenungkan kembali tentang perasaan nya yang sebenarnya.


Lionel berdiri di balkon, terlihat kota London dari balkon Lionel.


berulang kali Lionel menghela nafas nya, pikiran nya berkecamuk.


tidak tahu apa lagi yang ingin di pastikan Lionel tentang perasaan nya.


sebenarnya,ketika Gamila mengecup singkat bibir nya tadi,sudah sangat jelas sekali bahwa dia tidak merasa kan apa apa.tapi dia menepis itu semua, karena Lionel ingat bahwa sejak ia berumur tujuh tahun dan Gamila berumur lima tahun.sejak itu lah Lionel sering kali memperhatikan Gamila.


Flashback


Lionel kecil yang berumur tujuh tahun,tidak di perbolehkan untuk main di luar kediaman keluarga Danindra.dia bahkan tidak menjalani sekolah formal seperti kebanyakan anak lainnya.


di karenakan hal ini lah kadang Lionel kecil suka sekali mengendap\-endap keluar rumah melewati jalan rahasia yang tersembunyi,yang tidak sengaja ia temukan.


saat itu dengan hati yang sangat bahagia ia keluar rumah untuk yang kesekian kali nya,tanpa ketahuan oleh siapapun.


rumah keluarga Danindra bertepatan di perumahan elit,yang di perumahan tersebut ada sebuah taman.Lionel kecil berlarian menuju taman, yang sering di kunjungi nya.karena di taman itu ada ramai dengan anak anak seusianya.taman yang lumayan jauh dari rumah nya.


berlari dengan kaki kecil, melewati rumah yang sering kali di lewati nya.rumah kosong.tapi kali ini Lionel tidak hanya melewati nya begitu saja,dia berhenti.memandang sejenak rumah itu.


"kelihatan nya,sudah ada orang yang akan menempati nya"gumam Lionel.


"eh...aku harus cepat!nanti gak ketemu sama teman teman yang di sana kalau terlambat"seru nya.


guk!


guk!


guk!


suara anjing menggonggong, seperti ingin mengejar Lionel.


Lionel yang mendengar suara anjing,menoleh ke belakang.lalu mempercepat langkah kecil nya.


guk!


guk!


guk!


anjing itu menggonggong lagi.


Lionel sangat ketakutan saat ini.Lionel melihat lagi ke belakang,tanpa tahu bahwa ada batu di depan nya.


bruuukh!

__ADS_1


Lionel terjatuh,kedua lutut nya terluka,Lionel kecil tak sanggup lagi untuk berlari,dan ada beberapa luka kecil di tempat lain nya.ia menangis.menutup mata nya dengan kedua telapak tangan nya.dan anjing pun semakin mendekat.


"ghighiii!stop!"terdengar suara anak kecil berteriak.


dua langkah lagi anjing itu sudah tepat di hadapan Lionel,.jika tidak di berhenti kan.


Lionel melihat ke arah suara itu, terlihat seorang gadis kecil dalam gendongan pria dewasa, yang seperti nya adalah ayah dari gadis kecil itu.


gadis kecil itu turun dari gendongan ayah nya,lalu menghampiri anjing itu.


"ghighi!jangan nakal oke!duduk!"perintah nya.


lalu gadis itu mendekati Lionel yang masih saja menangis.


"are you oke?"tanya nya,pada Lionel.


Lionel tidak menjawab pertanyaan gadis itu,ia hanya makin menangis.


**Flashback off**


Lionel terkekeh sendiri mengingat pertemuan pertama nya dengan Gamila.pertemuan pertama yang sangat kacau dan memalukan.sangat memalukan.


sejak saat itu lah Lionel, sering kali memperhatikan Gamila.apa lagi Gamila menjadi teman nya,karena bertetangga.


dan saat itu lah Lionel merasakan kekaguman nya pada Gamila.


"*tunggu!rasa kagum?apa perasaan ku selama ini hanya sebatas rasa kagum?"batin Lionel*.


saat itu Lionel masih sangat kecil,anak kecil yang tidak mengetahui atau membedakan apa itu rasa suka?kagum?bahkan cinta?.


apa hanya karena itu saja aku membiasakan diri ku untuk menyukai nya?


karena dia memberhentikan anjing nya,ghighi agar tidak mengejar ku lagi...


apa ketika dia memperkenalkan Kenzo sebagai pacar nya,aku merasa kan cemburu?


Lionel mengingat kembali masa masa nya bersama Gamila.mengingat apa yang ku rasakan saat saat hanya berdua dengan nya saja, saat dia memperkenalkan Kenzo.


*tidak ketemu*!


Lionel tidak menemukan nya!dia tidak mengingat apa yang di rasakan nya saat itu.


"*apa benar aku hanya membiasakan diri ku untuk menyukai nya, karena telah menolong ku?"


"apa benar ini hanya sebatas rasa kagum saja?"


"sebenarnya rasa apa ini?"


"apa benar aku tidak.... mencintai nya?"


pikiran Lionel berkecamuk*.

__ADS_1


**Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke 😘😘😘


Terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗🤗**


__ADS_2