HANYA DIA YANG KU INGIN KAN

HANYA DIA YANG KU INGIN KAN
35.Kenangan Pahit(part 3)


__ADS_3

Arumi membuka matanya dengan perlahan.bukan cat abu-abu lagi yang terlihat saat pertama kali Arumi membuka matanya,tapi cat berwarna putih yang terlihat asing di mata Arumi.saat ini Arumi berada di rumah sakit yang sama dengan nenek nya.


Arumi melihat sekeliling kamar nya,terlihat Albi sedang tidur di atas kasur yang ada di dalam kamar inap Arumi tersebut, bersama dengan pengasuh Albi,mereka berpelukan dalam tidur nya.


tidak ada seorang pun di dalam kamar inap Arumi kecuali mereka bertiga.


Arumi merasa kan haus yang teramat sangat.ia meraih botol air mineral yang ada di atas meja di samping ranjang Arumi.


Arumi duduk danmenyandarkan tubuhnya,ia menghela nafas panjang.


"hah...!aku harus bangkit!aku tidak boleh terlalu berlarut dalam kesedihan ini banyak yang harus aku lakukan sebelum aku benar-benar menyusul mereka!"gumam Arumi.


".....dan...Albi,aku tidak boleh terlihat.... lemah"


Arumi tengah dalam lamunannya.ia tidak menyadari bahwa pak Adzril telah berada di samping nya.


"....nona ... apakah anda sudah merasa baik?"tanya pak Adzril mengagetkan Arumi.


"Aaaa!pak Adzril..! Astaga ..huh...pak Adzril mengagetkan saja"Arumi mengelus dada nya yang berdetak kencang karena di kaget kan.


"saya sudah baik pak"jawab Arumi setelah merasa detak jantung nya telah normal kembali.


"nona ada yang harus saya sampaikan,ini.... tentang wasiat terakhir dari orang tua Anda"pak Adzril dengan serius langsung bicara ke intinya.


"bacakanlah!"perintah Arumi.


_______


"*ma... tolong jaga putri dan putra kami, tolong jaga cucu mama ya!"pinta seorang pria pada mama nya.ia menggenggam tangan wanita yang disebut nya mama itu.

__ADS_1


sedangkan wanita yang dipanggil mama itu hanya terdiam saja, menatap anak nya.


"ma...hal pertama yang paling aku syukuri di dunia ini adalah, saat mama merestui hubungan kami.dan yang kedua adalah saat-saat istri tercinta ku melahirkan buah hati kami ke dunia ini"cerita sang anak yang beralih merangkul wanita yang ada di sampingnya.yang istrinya sendiri.


"ma...aku sangat sedih ketika melihat mama, membenci darah daging ku,dan itu adalah cucu mama sendiri"ucap nya terlihat sedih.


"ma...apa mama ingin menyiksa ku?"tanya sang anak pada akhirnya.


"tidak mungkin!apa maksud mu?"akhirnya wanita yang di sebut mama itu mengeluarkan suara nya juga.


"tapi...mama telah menyiksa ku,dengan tidak menyayangi anak ku,darah daging ku!cucu mama sendiri!"jawab nya.


wanita itu tidak tahu harus menjawab apa?


"ma... mulai lah menerima mereka"pinta sang putra.


"jika tidak....ini akan sangat sangat sangat... menyiksa ku"ujar nya.


"terimakasih ma... terimakasih...kami sayang mama"ucap nya seraya memeluk erat sang mama, diikuti oleh sang istri anak nya*.


sudah seminggu lamanya kepergian orang tua Arumi, meninggalkan Arumi bersama dengan Albi.dan sudah seminggu pula nenek nya koma,terbaring lemas di rumah sakit.


Arumi dan Albi selalu menemani nenek ketika sudah pulang sekolah.


"nek cepat lah bangun"pinta Arumi.


Arumi menangis memeluk tangan nenek,Albi yang melihat itupun ikut menitikkan air matanya.dan memeluk erat Arumi.


Tiba-tiba saja Arumi merasakan ada sedikit gerakan pada tangan nenek yang di peluk nya.

__ADS_1


lantas Arumi langsung saja memanggil dokter untuk memeriksa nenek nya.


bersamaan dengan kembali nya Arumi dengan membawa dokter dan beberapa perawat,nenek Arumi telah membuka matanya dengan sempurna,dan terlihat nenek memeluk erat tubuh Albi.


dokter memeriksa tubuh nenek, setelah selesai di periksa,nenek meminta semua orang keluar dari ruangan dan menyisakan Arumi sendiri,tapi karena Albi tidak ingin pisah dengan Arumi, terpaksa lah tinggal mereka berdua saja bersama nenek.


"sayang maafkan nenek! maaf... maaf.."ucap nenek terbata-bata.


"ssstt...apa yang mau Arumi maafkan nek? tidak ada!nenek tidak punya salah pada Arumi...Arumi lah yang seharusnya meminta maaf pada nenek"ucap Arumi menenangkan nenek yang terlihat akan menangis.


"Arumi...Albi... tolong peluk nenek"pinta nya dengan suara parau.


Arumi dan Albi memeluk erat nenek, mereka bertiga menangis dalam satu.setelah puas, mereka melepaskan pelukannya,tapi sebelum Arumi benar-benar terlepas dari pelukan nya,nenek membisikkan sesuatu ke telinga Arumi, yang membuat Arumi melotot kan matanya.tidak percaya.


sedetik berikut nya Arumi melihat nenek menutup matanya dan terdengar suara tiiiiiittttt..... panjang di mesin pendeteksi jantung.


Arumi langsung saja memanggil dokter lagi.Arumi menggendong Albi.memohon pada dokter agar menyelamatkan nyawa nenek nya.tapi apalah daya dokter yang tidak bisa menentang kehendak Tuhan untuk mengambil nyawa sang nenek.


Arumi kembali menangis,ia memeluk Albi erat.dia tidak percaya bahwa takdir begitu sangat kejam pada nya.takdir sangat kejam, karena baru saja seminggu yang lalu ia kehilangan orang yang di cintai nya.dan sekarang....nenek satu-satunya juga pergi meninggalkan nya.


"apakah takdir ku..akan..selalu di tinggal pergi oleh orang-orang yang ku cintai?"batin Arumi yang masih belum keluar dari kesedihan nya.


Arumi harus bangkit!ia harus mewujudkan harapan nenek nya.ia tidak boleh terlalu lama bersedih.


sore ini adalah hari pemakaman nenek Arumi.


nenek di makamkan di tempat pemakaman keluarga nya.sesekali Arumi menghapus air mata yang terasa akan mengalir


Aslan dan Rayya memeluk erat tubuh Arumi.seolah dengan pelukan yang mereka berikan bisa memperkuat hati Arumi yang sedang rapuh.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke 😘😘😘


__ADS_2