
di saat Arumi ingin pergi ke tempat yang ada banyak sekali makanan nya.tiba-tiba saja ada yang memanggil Arumi.
"nona Arumi..."panggil orang tersebut.
Arumi yang merasa bahwa nama nya di panggil pun,menoleh kan kepala nya ke arah suara tersebut.tapi dia tidak menemukan sang empu suara,Arumi sudah melihat sekeliling nya tapi masih juga tidak menemukan empunya suara.
terlihat pria tampan sedang memandang Arumi intens,pria itu berada tidak jauh dari tempat Arumi berdiri.
cantik!
batin pria yang tampan yang sedang memandang Arumi.
"siapa yang manggil aku ya?kok tidak kelihatan orang nya"gumam Arumi.
"ya udah lah,aku mau icip-icip dulu"gumam Arumi berbinar menghampiri meja yang penuh dengan makanan.
"hmm...kok rasa nya yang makan baru aku aja ya"gumam Arumi melihat sekeliling nya.
Ya benar hanya Arumi saja yang sudah mengambil makanan.untung saja hanya sepotong cake yang baru di makan nya.
Arumi menghabiskan cake yang ada di dalam mulutnya,lalu di pergi dari meja yang penuh makanan itu.tingkah laku Arumi tak luput dari perhatian Lais dan Lionel.
Arumi merasa lega karena tidak ada yang memperhatikan nya, karena telah mengambil makanan sebelum acara nya di mulai.
tak berlangsung lama, acara pun di mulai.
si pembawa acara mengatakan bahwa ada dua orang tamu penting yang akan memberikan kata sambutan,dan ucapan selamat untuk sekolah.
ketika tamu penting yang pertama di sebut kan,Arumi tidak terlalu memperhatikan nya.tapi ketika ia mendengar suara tamu yang di katakan penting itu,Arumi melihat siapa yang sedang berbicara ini.dan itu membuat nya terkejut.Lais si paman rumput laut lah yang sedang berbicara di depan sana.
"wah tak ku sangka ternyata paman itu yang menjadi tamu penting nya,hmm... kira-kira tamu penting yang kedua siapa ya?"pikir Arumi.
para siswi sekolah Arumi,pada heboh ketika melihat makhluk tuhan yang sangat tampan ada di hadapan mereka, sedang memberikan kata sambutan.
tentu saja hal itu tidak akan berlaku pada Arumi.dia terlihat acuh tak acuh saja dengan paman yang ada di depan sana.yang di pikirkan nya saat ini adalah
"hah... cepat lah selesai!aku ingin mencicipi beberapa cake manis yang harus di santap di sana"batin Arumi.
dan tamu penting yang kedua juga sangat mengagetkan Arumi.tentu saja,karena majikan nya lah yang menjadi salah satu tamu penting.
__ADS_1
"kenapa dua orang yang tidak ingin ku temui harus ada di sini"batin Arumi lagi
Arumi belum ingin bertemu dengan Lionel, karena dia masih bingung, bagaimana cara nya berterima kasih kepada majikan nya itu.
dan untuk Lais,Arumi tidak ingin bertemu dengan nya, karena setiap kali mereka bertemu,Lais selalu saja mengganggu Arumi.
acara malam ini berjalan sesuai rencana yang di harapkan kepala sekolah.tidak ada kesalahan yang terjadi saat acara berlangsung.sebenarnya pihak sekolah ingin memberikan kejutan pada Arumi, tapi itu tidak terjadi karena sebelum mereka mengadakan nya,Arumi telah melarang melakukan hal itu.
Arumi juga merasa tenang, karena tidak ada yang menggangu nya.uantung saja Delvin, sepupu Arumi lebih memilih untuk bersama dengan para gadis populer di sekolah nya,jadi dia tidak membuat ulah dengan Arumi.
"wah wah sepertinya ini hari paling tenang selama aku berada di keramaian lingkungan sekolah, karena tidak ada yang menggangu ku.dan aku juga bisa mencicipi cake ini dengan tenang"gumam Arumi melihat sekeliling nya.
pesta selesai,padahal belum larut malam.itu di karenakan para siswa harus bersekolah besok pagi.dan Arumi juga harus segera pulang karena dia mendapat pesan dari sekretaris Rai, untuk segera pulang, karena Lionel juga sudah mau pulang.
terlihat mobil yang sangat mencolok karena ke mewahan dan keluaran terbaru menjadi tujuan langkah Arumi.
tapi... ketika langkah Arumi belum sampai,suara seorang pria memanggil namanya.
"Nona Arumi..."panggil seorang pria dari belakang Arumi.
saat Arumi sudah hampir sampai, hanya tinggal lima meter lagi dia akan sampai di hadapan mobil.tiba-tiba saja ada yang menahan lengan Arumi.tentu saja Arumi kaget karena orang yang memanggil nya adalah Lais.
"ah...paman,ada apa?"tanya Arumi memanggil Lais dengan sebutan paman,sama seperti pertama kali nya mereka bertemu.
"baiklah ada apa kak Lais?"tanya Arumi pasrah, Arumi tidak ingin memperpanjang waktu nya bersama dengan Karena tuan nya sedang menunggu nya di dalam mobil.
"kenapa nada bicara mu?seperti tidak ingin bertemu dengan ku saja"seru Lais.
tuh sebenarnya kamu tahu!
batin Arumi.
"tidak! hanya saja,saya sudah di tunggu majikan saya.jadi saya harus segera pergi"kata Arumi tidak ingin basa-basi.
"oh baiklah...kalau begitu, boleh kah aku meminta nomor ponsel mu?....hei!kamu jangan salah paham!aku hanya ingin berteman dengan mu saja"jujur Lais karena melihat tatapan curiga dari Arumi.
Lais menyodorkan ponsel nya pada Arumi.
Arumi masih memicingkan mata nya melihat gelagat Lais.
__ADS_1
"hmm... baiklah"kata Arumi mengetik nomor nya di ponsel Lais.
mereka berdiri cukup dekat,dan hal itu juga di lihat oleh Lionel yang berdiri di dekat mobil.
setelah urusan nya dengan Lais selesai,Arumi. berlari kecil menuju Lionel yang tengah berdiri menunggu Arumi.
"masuk!"titah Lionel dingin ketika Arumi telah sampai.
Arumi hanya bisa menuruti perintah majikannya saja.dia tidak terlalu memperhatikan kenapa Lionel tiba-tiba saja dingin pada nya.
di sepanjang perjalanan pulang, tidak ada yang memecahkan keheningan di dalam mobil.
"*tidak ada kah yang ingin di sampaikan nya pada ku?apa dia tidak bingung,karena aku tiba-tiba bersikap dingin padanya?"batin Lionel.
"tunggu dulu!ada apa dengan ku? kenapa aku seperti ini?bukan kah aku berencana untuk menghindar dari nya"batin Lionel tersadar kan*.
"tuan... terimakasih"ucap Arumi menghentikan lamunan Lionel.
"untuk apa?"tanya Lionel melihat Arumi.
cantik!
batin nya lagi.
"terimakasih atas dress nya tuan"tutur Arumi memberikan senyuman manis nya.
"*manis sekali...uuuh ingin sekali aku mengecup bibir itu lagi"batin Lionel tanpa sadar.
"astaga Lionel!apa yang kau pikirkan?"Lionel langsung mengalihkan pandangan nya ke jendela mobil, karena tidak kuat menahan gejolak batin nya melihat senyuman Arumi*.
"heh!itu tidak gratis.gaji mu akan ku potong untuk membayar dress itu"ucap Lionel tanpa menatap Arumi.
"what?kalau tahu gaji ku akan di potong karena dress ini,mending aku memakai pakaian longgar ku tadi,atau tidak usah ikut pesta itu!"gumam Arumi yang masih bisa di dengar oleh Lionel.
sengaja.
Lionel yang mendengar gumaman Arumi tidak menanggapi nya.karena dia sedang menjernihkan pikiran nya.
"hei bibir yang sedang tersenyum.hilang lah dari pikiran ku!"batin Lionel frustasi.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke 😘😘😘
terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗🤗