HANYA KARENA SEBUAH PESAN

HANYA KARENA SEBUAH PESAN
Melamar 01


__ADS_3

Waktu tanpa terasa berlalu , sudah satu Minggu rencana Sophian dan Dahlia untuk


menyatukan Pratama dan Sekar , namun terhalang oleh Dokter Robert , sahabat Dahlia


yang akan membantu rencananya.


" Pian, sepertinya rencana yang sudah kita


buat harus tertunda karena , sahabat mama


belum kembali dari luar negeri " ucap Dahlia.


" Kita harus bersabar untuk mendapatkan


hasil yang baik " sahut Sophian pada mamanya. sambil mengelus dagunya.


" semoga saja , tapi ngomong-ngomong ,


kakak mu sudah kembali dari kota M ?" tanya Dahlia.


Sophian hanya mengangkat bahunya.


____________


Ternyata Sony menepati janjinya pada Anisha .


Sony datang berkunjung ke rumah Laras


dan berniat melamar Anisha.


Sony turun dari mobil , di depan rumah


Beberapa kali Sony menarik nafas pelan-pelan , dan menghempaskan dari hidungnya.


Ayolah Sony , pasti kamu bisa ,


bersemangatlah , gumam


Sony .


Sony menundukkan kepalanya , sambil memperhatikan pakaiannya dan mengetuk


pintu rumah Laras. pintu telah di buka oleh


Sekar , namun Sony tidak menyadari , tangannya masuk mengetok di udara.

__ADS_1


" Mas , Mas ,masih mau mengetuk pintu ?" tanya Sekar


" Maaf , bisa saya bertemu dengan Anisha ! " jawab Sony. salah tingkah.


Sekar hanya tersenyum , melihat tingkah laku Sony.


" A-da , tapi boleh saya tahu , anda siapa ?"


tanya Sekar kembali.


" Saya calon suaminya " jawab Sony , sambil memperbaiki posisi berdirinya.


Tiba-tiba Sekar tertawa , mendengar pengakuan Sony ,yang mengatakan


calon suaminya Anisha.


" Silahkan masuk mas , silakkan duduk ! , sebentar saya panggilkan Anisha " ucap Sekar dan berlalu pergi ke dalam.


tok-tok-tok " Anisha , Anisha " panggil Sekar.


" Ada apa sekar ' ucap Anisha .


" Ada yang cari kamu , katanya sih calon suami kamu ' ucap Sekar.


" Apa " teriak Anisha , sampai hilang rasa kantuknya.


yang melihat Anisha salah tingkah.


" Bawel " sahut Anisha sambil melangkah


ke arah ruang tamu.


" Selamat malam Anisha " sapa Sony.


" Malam juga pak eh mas " sahut Anisha


sambil memegang ujung bajunya , untuk menutupi rasa geroginya.


" Lihat , saya sudah bilang sama kamu ,


saya akan datang menemuimu setelah


dari kota M , untuk melamar kamu ! , apa kamu lupa dengan ucapan saya ?". Sony menatap wajah Anisha.


" Saya tidak lupa kok mas , dan saya telah

__ADS_1


berbicara dengan ibu Laras , tapi inikan sudah


malam mas , ibu juga sudah tidur " ucap Anisha , sambil duduk di depan Sony.


" Yah sudah besok saja , ketemu sama ibu


Larasnya , tapi saya bisa lihat wajah kamukan !?" goda Sony mengedipkan mata kanannya.


Anisha hanya tersenyum melihat tingkah Sony.


Sekar membawa minuman buat Sony.


" Maaf yah kalau saya datang kesini , sampai merepotkan kamu " ucap Sony.


" Enggak masalah kok mas " balas Sekar.


" Oh iya Sekar , perkenalkan ini namanya mas


Sony , dia bos ku di kantor "


" Dan calon suaminya " sela Sony memotong ucapan Anisha.


" Wah kayanya ada yang mau jadi pengantin


baru yah " goda Sekar , membuat pipi Anisha merah merona.


" Oh iya Sekar , sepertinya saya pernah melihat kamu , tapi di mana yah , tunggu


saya ingat-ingat di mana kita pernah ber


temu , oh yah wanita yang berdebat dengan


Pratama " ucap Sony.


" Oh , jadi mas Sony kenal dengan pria


aneh itu , kok bisa ?" tanya Sekar


" Dia sahabat saya dari SMA " jawab Sony.


" Tapi kamu kenal dengan Pratama di mana ?" tanya Sony.


"Di rumahnya mas , saya dan ibu pernah tinggal sementara di rumahnya Tante Dahlia


sekitar 1 bulan " jawab Sekar.

__ADS_1


Sony merasa hari mulai larut malam , dan Sony pamit pulang ke apartemen .


__ADS_2