
Makan malam telah berlalu .
Sekar meminjam bajunya Sony untuk di berikan ke Pratama.
Di kamar sekar.
Pratama melihat sekeliling kamar sekar penataan kamar yang rapi . semua interiornya multi fungsi . karna kamarnya yang kecil akhirnya sekar menyulap kamarnya senyaman mungkin untuk dirinya.
Di bibir ranjang . Pratama hanya duduk menatap ke segala arah untuk menghilangkan kejenuhannya.sekar masuk membawakan baju kaos dan celana tidur.
" ini baju tidurnya mas Sony . Anda bisa memakainya buat malam ini !"
Pratama mengambil baju dari Sekar " trimakasih" ucap Pratama .
' Malam ini anda tidur saja di sini ! biar saya tidur di kamar lain ! " ucap Sekar dan beranjak pergi.
Di kamar sekar Pratama mulai memikirkan semua ucapan Sony. Pratama mulai berpikir kalau ucapan Sony ada benarnya.
Pratama mengingat kejadian tadi pagi . ketika Laras menitipkan putrinya. pada dirinya.
Sekar masuk ke dalam kamar ibunya , yang tidak terpasang pintu hanya gorden panjang yang menutupi pintunya. Sekar sengaja tidak memberi pintu buat kamar ibunya agar bisa di lihat oleh Sekar sewaktu-waktu.
Sekar melangkah masuk kedalam kamar Laras. duduk di pinggir ranjang Laras , ujung jarinya meraba seperai di atas ranjang tempat Laras selalu merebahkan tubuhnya.
flashback on
Di kamar Laras.
" Besok kamu akan menikah nak ' ucap Laras
mengusap kepalanya Sekar yang tidur di samping ibunya.
" Apakah ibu bahagia dengan pernikahan sekar?" tanya Sekar pada ibunya.
" Ibu sangat bahagia nak. karna ibu sudah tidak mengkhawatirkan dirimu lagi kalau kamu sudah menikah . Pratama pasti akan menjaga mu !" jawab ibu .
Laras lalu memeluk putrinya .
" Malam ini kamu tidur sama ibu yah !"
__ADS_1
ucap Laras memeluk putrinya.
flashback off
Sekar tidak dapat menahan emosinya.
tangisnya pecah seketika . Sekar menutup mulutnya agar tidak terdengar dari luar. hanya Isak tangisnya masih terdengar pelan.
Di dalam kamar sekar , Pratama tidak bisa tidur . membalikan badannya kesana, kesini , di atas ranjang Sekar . wajahnya terasa lengket.
Pratama mencari kamar mandi . karena dia tidak tau letak kamar mandi di rumah ini.
Pratama mendengar suara Isak tangis tapi di mana ...?
Pratama melihat cahaya lampu yang keluar dari sebuah pintu . kakinya melangkah menuju kearah cahaya lampu. ia melihat Sekar sedang menangis sambil menahan mulutnya. Pratama menyentuh bahu Sekar, di sentuhnya pelan-pelan, hingga membuat Sekar terkejut dan menengadah ke atas , melihat siapa yang menyantuh bahunya.
Sekar segera mengelap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. menunduk malu.
Pratama menatap ke arah wajah Sekar , di tatap terlalu lama oleh Pratama , membuat Sekar menjadi salah tingkah.
" jangan menangis lagi , ibu Laras sudah tenang di sana , kamu harus ikhlas menerima kepergian ibu. tidak ada yang bisa menolak kehendak takdir Sekar " ucap Pratama untuk menenangkan perasaannya Sekar yang sedang bersedih.
Sekar hanya tersenyum kecil mendengar ucapan dari mulutnya Pratama.
selesai membasuh wajahnya Sekar keluar dari kamar mandi. Sekar terkejut melihat Pratama masih ada di depan kamar mandi
sehingga membuat dirinya sedikit bergerak ke samping.
" hati-hati Sekar !" ucap Pratama memeluk pinggang sekar yang hampir terjatuh.
Jantung Sekar berdetak kencang mendapat pelukan dari suaminya " trimakasih" ucap Sekar meregangkan pegangan tangannya.
Pratama baru menyadari posisinya yang sedang memeluk pinggang sekar. segera melepaskan kedua tangannya. lalu berlari masuk kedalam kamar mandi.
Satu Minggu kemudian.
Hari ini Sekar pergi berziarah ke makam ibunya . bersama Sony dan Anisha .
sore nanti Sony akan pergi kembali ke kota M . bersama Anisha , untuk melanjutkan pekerjaan mereka di sana.
__ADS_1
setelah berziarah Sony mengajak Anisha dan Sekar pergi ke rumah pribadinya.
Tampak dari luar rumah Sony yang besar. ada pohon mangga yang besar , berdiri kokoh di samping halaman rumah Sony. sekitar rumah Sony tumbuh beraneka jenis tanaman palem , ada palem kuning, palem botol,palem raja, dan palem Phoenix.tumbuh dengan subur.
"Ayo , kita turun !" ajak Sony.
" ini rumah kamu mas?" tanya Anisha ,matanya masih menatap sekeliling taman Sony dan bangunan rumah.
" Seandainya Sekar tahu mas Sony punya rumah sebesar ini , sudah Sekar usir dari rumah ibu " goda Sekar .
" untungnya baru sekarang kamu tahu" ucap Sony.
seorang pria setengah baya datang menghampiri Sony.
" assallamuallaikum , den Sony " sapanya.
" wa'allaikumsallam pak " balas Sony. " oh yah , pak perkenalkan ini istri saya Anisha " ucap Sony memegang pundak Anisha.
" Nisha ini pak bahdrun , yang mengurus rumah ini bersama anak dan istrinya " terang Sony , " kalau yang ini pak asisten rumah tangga tambahan " ucap Sony memegang tangan Sekar.
" iya , pak saya asisten rumah tangga yang baru " ucap Sekar.
" Aden dapat dari mana asisten cantik seperti ini ?" tanya pak bahdrun .
" Tadi pak , dapat di jalan " ucap Sony melangkah masuk ke dalam rumahnya.
" ayo kita masuk !' ucap Sony melangkah di ikuti Anisha dan Sekar.
bip...bip...bip... ponsel Sony berdering.
" Eh Son , kamu bawa istri ku kemana ?" tanya Pratama.
" mau ku ajak ke kota M " ucap Sony.
" jangan bercanda kamu " bicara Pratama agak sedikit menekan.
" Yah sudah kalo tidak percaya" ucap Sony lalu mematikan ponselnya.
" Sekar , pinjam ponselmu ! ' ucap Sony
__ADS_1
Sekar memberikan ponselnya pada Sony , lalu Sony memasukkan ponselnya Sekar ke dalam sakunya.