
"sangat puas " sambil memasang senyum di bibirnya.
_______
Tanpa terasa perjalanan pernikahan mereka sudah memasuki bulan kedua. Pratama memutuskan untuk membawa Sekar tinggal di apartemennya. rumah peninggalan Laras, sekar kontrakan ke salah satu keluarganya pak RT.
Hubungan pasutri baru ini mulai mengalami kemajuan, terutama Pratama, yang awalnya diam , mulai mau membuka dirinya .
Sekar masih menerima sikap Pratama
dengan sabar , hampir dua bulan hidup bersama Pratama, rasa cinta di hati Sekar mulai tumbuh kepada suaminya.
Begitu juga dengan Pratama .selalu teringat Sekar bila sedang di kantor atau sedang berada di luar kota. apakah mereka saling jatuh cinta ?
ponsel Sekar berbunyi tampak terlihat nama shopian di layar ponselnya.
" hallo kak ,Sekar " sapa shopian.
" hallo juga " balas Sekar.
" Kakak ...cepat datang ke rumah !"
" kerumah ?"
" iya kak , mama sakit !"
" baiklah aku segera ke sana " ucap Sekar menutup ponselnya.
__ADS_1
Sekar mengirimkan pesan ke suaminya .
'" mas aku pergi ke rumah mama , Pian bilang mama sakit "
Di kantor.
setelah rapat selesai , Pratama menyalakan kembali ponselnya . sudah banyak pesan masuk ke ponselnya , termasuk pesan dari istrinya , setelah mebaca pesan dari Sekar,
" samudera , tolong kamu handel semua pekerjaan hari ini ! batalkan rapat pemegang saham!" ucap Pratama berlalu pergi.
" Baik pak akan saya lakukan" ucap samudera.
Rumah Dahlia.
Sekar berjalan cepat masuk ke dalam rumah mertuanya. Sekar melihat mertuanya sedang duduk sambil merangkai bunga .
"Mama... " ucap Sekar yang masih heran melihat ke arah mertuanya.
" sh-op-ian !" ucap Sekar geram .
" pasti kamu di prank sama pian" ucap Dahlia menatap ke arah bunga yang di rangkai nya.
" tapi kebangetan ma...masa Pian bilang mama lagi sakit " ucap Sekar mendekati Dahlia ,lalu mencium punggung tangan Dahlia.
" kamu seperti tidak tau saja , bagaimana sifatnya Pian "
selang beberapa kemudian , Pratama datang ke dalam rumah . sama halnya dengan Sekar melihat ke arah mamanya dengan wajah bingung .
__ADS_1
" pasti kamu juga jadi korbannya Pian?" tanya Dahlia.
" aku dapat beritanya dari se-kar " ucap Pratama menatap ke arah Sekar.
Shopian datang sambil bertepuk tangan .
" akhirnya kakak ku , bersama istrinya datang juga , mama...apa mama merasa puas dengan ide cemerlang Pian ? , yang membuat mereka datang menemui mamanya " ucap shopian melangkah masuk kerumahnya.
Pratama langsung merangkul lehenya shopian. lalu menekan dengan lengannya.
" sakit kak , ampun ...aku cuma melaksana perinta ibu suri " ucap Pian pada kakaknya.
" biarin, ini hukuman buat kamu !" ucap Pratama lalu menggelitik perut adiknya.
membuat Dahlia dan Sekar hanya tersenyum melihat ke arah shopian dan Pratama.
Dahlia merasa terhibur dengan kedatangan anak dan menantunya. di tambah kejahilan shopian pada kakaknya , membuat suasana rumah semakin berwarna.
Setelah menikmati makan malam . Sekar pergi ke teras rumah menikmati suara jangkrik di sekitar rumah Dahlia , gerimis kecil mulai turun membasahi semua tanaman di sekitar rumah Dahlia . tetapi Sekar tidak beranjak dari tempatnya. Sekar masih berdiri , tangannya memegang pagar pembatas yang tingginya sekitar pinggang sekar.
Dahlia duduk bersama putra sulungnya , di ruang keluarga . Dahlia menatap ke arah Sekar lalu mulai bertanya kepada putranya.
" Apakah kau bahagia hidup bersama Sekar ?" tanya Dahlia .
" awalnya aku merasa risih dengan kehadirannya " mata Pratama melihat ke arah Sekar " tapi seiring waktu , kadang dirinya selalu menganggu pikiran ku ma " ucap Pratama.
" berarti kamu mulai ..."
__ADS_1
" jatuh cinta " ucap Pratama menatap mamanya " entahlah ma "
' kalau kamu benar-benar telah menerima Sekar di hatimu ! , katakan isi hatimu nak , ingat , wanita itu butuh kepastian !" ucap Dahlia " mama masuk dulu ke kamar, kamu bermalam saja di sini!" ucap Dahlia berlalu meninggalkan Pratama.