
Sekar sedang mengemas kue tart susu .
" Perlu bantuan ? " tanya Anisha .
" Tidak usah , tinggal sedikit lagi kok " jawab Sekar tersenyum .
" kalau perlu bantuan , jangan lupa panggil
aku yah..." Anisha melangkah ke kamarnya.
Setelah mengemas semua kuenya , Sekar
bersiap untuk membawa pesanan kuenya
Bu sari.
" Ibu Sekar pergi dulu yah !" ucap Sekar ,
pada Laras .
" Hati-hati di jalan nak !" ucap Laras .
" iya , ibuku tersayang " Sekar mencium punggung tangan Laras.
________
" Permisi , dengan Bu sari ?" tanya Sekar .
" Iya betul ' jawab sari , sambil melihat ke
arah sekar , " mbak Sekar yah ?"
" Iya Bu saya Sekar , ini pesanannya ibu "
Sekar memberikan sebuah kotak besar
pada sari
" ini mbak uangnya , tolong di hitung kembali !"
" sepertinya uang , yang ibu berikan ,kepada saya lebih " Sekar memberikan kelebihan
uang pada sari.
" Itu penggati ongkosnya mbak Sekar !"
" wah trimakasih Bu , saya permisi Bu "
ucap Sekar melangkah pergi dari rumah sari
__ADS_1
Sekar sedang berdiri , di pinggir taman kota.
menunggu mobil angkutan umum.
tiba-tiba , seorang pria menarik tasnya , Sekar dengan refleks menarik tasnya , terjadilah , tarik menarik antara Sekar dan penjambret
tasnya , tiba-tiba ...., seorang pria menolong
Sekar dari penjambretan , dan penjambret
itu lari dari hadapan mereka .
" Trimakasih mas , sudah menolong saya !"
ucap Sekar sambil memungut tasnys yang
jatuh di jalan raya .
" Kamu itu kalau , jalan melamun , bikin susah
orang saja !" sahut pria yang menolongnya.
Sekar mengangkat kepalanya , karena
merasa tidak asing , dengan suara pria
Flashback on
Setelah joging , Pratama beristirahat
Di sebuah taman yang terletak , dekat dari
apartemennya .
Matanya melihat ke segala arah menikmati ,
tumbuhan yang tertata rapi di sekitar taman.
Tiba-tiba matanya , menatap ke arah sekar
yang berada di pinggir jalan.
Pratama melihat Sekar dari kejauhan , dan seorang pria tiba-tba , mendekati Sekar itupun tidak luput dari pandangan Pratama.
Sehingga Pratama melangkah menuju kearah
Sekar , dan pria itu menarik tasnya Sekar.
flashback off.
__ADS_1
" Yah kan saya ... sudah mengucapkan terimakasih , dan saya juga tidak tahu
kalau pria itu , mau merampas tas saya "
ucap Sekar sambil memeluk tasnya .
" Itu hanya alasan kamu saja " sahut Pratama
" Kan saya tadi sudah mengucapkan terimakasih , sama mas "
" Siapa yang suruh kamu panggil saya mas ? ,
tambah lama saya di sini , tambah panas saya
lihat muka kamu " sambil melihat Sekar .
" Yah jelas kepanasan , situ berdirinya di bawah sinar matahari , coba berdirinya
di bawah rintik hujan pasti kebasahan "
goda Sekar , sambil menggelengkan kepalanya .
" Susah memang kalau berbicara , sama kamu bawaannya mau marah " Pratama
pergi meninggalkan Sekar.
"Dasar manusia aneh , menolong orang
tapi marah-marah , emangnya gua penyakit
darah tinggi ,kalau melihat kamu bawaannya marah marah begitu bilangnya " oceh Sekar
melihat Pratama yang sudah pergi jauh meninggalkan dirinya .
ponsel Sekar berbunyi , sekar melihat ponselnya , tertera nama Sandy .
" Hai Sekar , sedang apa ?" tanya Sandy
" sedang jalan , ada apa menelfon ?" jawab Sekar , dan bertanya kembali
" Buset galak amat , mau minta no rekening
kamu , kamu tidak mau menerima bonus proyek ?"
" Beneran , mau kasih bonus proyek , atau cuma mau menghibur hati saja !"
" Iya beneran Sekar , atau gua bawa bonusnya kerumah ellu ?"
" Iya bawa saja ke rumah tapi bawa juga pasangannya yah , sudah lama tidak bertemu sama pasangan sandy " goda Sekar menutup ponselnya .
__ADS_1