HANYA KARENA SEBUAH PESAN

HANYA KARENA SEBUAH PESAN
Pratama Menolong Sekar


__ADS_3

Sekar sedang mengemas kue tart susu .


" Perlu bantuan ? " tanya Anisha .


" Tidak usah , tinggal sedikit lagi kok " jawab Sekar tersenyum .


" kalau perlu bantuan , jangan lupa panggil


aku yah..." Anisha melangkah ke kamarnya.


Setelah mengemas semua kuenya , Sekar


bersiap untuk membawa pesanan kuenya


Bu sari.


" Ibu Sekar pergi dulu yah !" ucap Sekar ,


pada Laras .


" Hati-hati di jalan nak !" ucap Laras .


" iya , ibuku tersayang " Sekar mencium punggung tangan Laras.


________


" Permisi , dengan Bu sari ?" tanya Sekar .


" Iya betul ' jawab sari , sambil melihat ke


arah sekar , " mbak Sekar yah ?"


" Iya Bu saya Sekar , ini pesanannya ibu "


Sekar memberikan sebuah kotak besar


pada sari


" ini mbak uangnya , tolong di hitung kembali !"


" sepertinya uang , yang ibu berikan ,kepada saya lebih " Sekar memberikan kelebihan


uang pada sari.


" Itu penggati ongkosnya mbak Sekar !"


" wah trimakasih Bu , saya permisi Bu "


ucap Sekar melangkah pergi dari rumah sari

__ADS_1


Sekar sedang berdiri , di pinggir taman kota.


menunggu mobil angkutan umum.


tiba-tiba , seorang pria menarik tasnya , Sekar dengan refleks menarik tasnya , terjadilah , tarik menarik antara Sekar dan penjambret


tasnya , tiba-tiba ...., seorang pria menolong


Sekar dari penjambretan , dan penjambret


itu lari dari hadapan mereka .


" Trimakasih mas , sudah menolong saya !"


ucap Sekar sambil memungut tasnys yang


jatuh di jalan raya .


" Kamu itu kalau , jalan melamun , bikin susah


orang saja !" sahut pria yang menolongnya.


Sekar mengangkat kepalanya , karena


merasa tidak asing , dengan suara pria


Flashback on


Setelah joging , Pratama beristirahat


Di sebuah taman yang terletak , dekat dari


apartemennya .


Matanya melihat ke segala arah menikmati ,


tumbuhan yang tertata rapi di sekitar taman.


Tiba-tiba matanya , menatap ke arah sekar


yang berada di pinggir jalan.


Pratama melihat Sekar dari kejauhan , dan seorang pria tiba-tba , mendekati Sekar itupun tidak luput dari pandangan Pratama.


Sehingga Pratama melangkah menuju kearah


Sekar , dan pria itu menarik tasnya Sekar.


flashback off.

__ADS_1


" Yah kan saya ... sudah mengucapkan terimakasih , dan saya juga tidak tahu


kalau pria itu , mau merampas tas saya "


ucap Sekar sambil memeluk tasnya .


" Itu hanya alasan kamu saja " sahut Pratama


" Kan saya tadi sudah mengucapkan terimakasih , sama mas "


" Siapa yang suruh kamu panggil saya mas ? ,


tambah lama saya di sini , tambah panas saya


lihat muka kamu " sambil melihat Sekar .


" Yah jelas kepanasan , situ berdirinya di bawah sinar matahari , coba berdirinya


di bawah rintik hujan pasti kebasahan "


goda Sekar , sambil menggelengkan kepalanya .


" Susah memang kalau berbicara , sama kamu bawaannya mau marah " Pratama


pergi meninggalkan Sekar.


"Dasar manusia aneh , menolong orang


tapi marah-marah , emangnya gua penyakit


darah tinggi ,kalau melihat kamu bawaannya marah marah begitu bilangnya " oceh Sekar


melihat Pratama yang sudah pergi jauh meninggalkan dirinya .


ponsel Sekar berbunyi , sekar melihat ponselnya , tertera nama Sandy .


" Hai Sekar , sedang apa ?" tanya Sandy


" sedang jalan , ada apa menelfon ?" jawab Sekar , dan bertanya kembali


" Buset galak amat , mau minta no rekening


kamu , kamu tidak mau menerima bonus proyek ?"


" Beneran , mau kasih bonus proyek , atau cuma mau menghibur hati saja !"


" Iya beneran Sekar , atau gua bawa bonusnya kerumah ellu ?"


" Iya bawa saja ke rumah tapi bawa juga pasangannya yah , sudah lama tidak bertemu sama pasangan sandy " goda Sekar menutup ponselnya .

__ADS_1


__ADS_2