HANYA KARENA SEBUAH PESAN

HANYA KARENA SEBUAH PESAN
Menyusun siasat.


__ADS_3

Semenjak mendengar gosip anaknya seorang gay, membuat Dahlia sering melamun dan susah Tidur.


Sophian melihat mamanya sedang termenung.


" Mama , lagi mikirin apa sih ?, sudah beberapa hari ini , Sophian melihat mama selalu termenung , apa mama punya masalah ? , coba cerita sama pian ! , siapa tahu Pian bisa bantu !?"


Dahlia menceritakan apa yang mengganjal di dalam hatinya. pada Sophian.


" ha..ha..ha..., mama sudah termakan hoax ,


tidak mungkinlah kakak seorang gay " ucap Sophian .


" Memangnya kamu pernah lihat kakak mu bersama seorang wanita ?" tanya Dahlia.


" pernah waktu Sophian masih SMA , kak Sony bilang itu pacarnya kakak " jawab Sophian.


" Apa kakakmu pernah patah hati ? " ucap Dahlia pada anaknya sambil menopang dagunya.


" Bisa yah , bisa tidak...karna kakak tidak


pernah membawa seorang wanita kerumah" ucap Sophian.


" Atau kita nikahkan saja kakak dengan kak Sekar ! apa mama setuju ?" Sophian melirik mamanya.


" Setuju.." ucap Dahlia


" Beneran ini ma.? " tanya Sophian.


" Iya...mama hanya menjalankan pesan papamu sebelum beliau meninggal dunia" ucap Dahlia.


Sophian hanya ber ooh ria saja.


" Cuma mama masih memikirkan bagaimana


caranya agar kakakmu dan Sekar mau menerima perjodohan ini ?" ucap Dahlia yang mengerutkan dahinya.


" Serahkan saja sama pian ma.. anakmu ini


punya seribu ide , agar mereka bisa ke penghulu." ucap Pian yang membusungkan


dadanya "


Sophian memberikan ide kepada Dahlia.

__ADS_1


" Bagus juga ide kamu ..' ucap Dahlia yang mengusap bahu anaknya.


" Sophian...." sahut Sophian dan memeluk mamanya.


___________


Anisha masih menatap ke arah komputer.


jari tangannya sangat lincah mengetik .


Sony melewati ruangan Anisha.


loh kok belum pulang....? batin Sony.


Sony memasuki ruangan Anisha , dan menyandarkan punggungnya di dinding.


" Kok kamu bisa lembur ?" tanya Sony .


Anisa yang tidak menyadari kehadiran


Sony terkejut sampai melompat badannya.


" Yah ampun pak.. kalo masuk bilang-bilang dong supaya saya tidak kaget seperti ini!" Anisha hanya mengelus dadanya.


' Pak Pratama memerintahkan saya, untuk membuat laporan keuangan . malam ini juga


harus ada di mejanya.


" Yah sudah kerjakan saja apa yang dia perintahkan !" ucap Sony


" Baik pak " ucap Anisha.


" Saya yang akan antar kamu pulang !"


" tapi pak..'


"Tidak ada tapi-tapian !" ucap Sony sambil mengedipkan mata kanannya ke Anisha.


Anisha yang sudah terbiasa dengan kedipan


mata Sony , hanya tersenyum kecil.


Tok-tok-tok... Anisha mengetuk pintu.

__ADS_1


"Masuk! "ucap Pratama .


" Permisi pak ini laporan yang bapak


minta ' ucap Anisha.


"Taruh saja di meja saya !" ucap Pratama menunjuk ke arah mejanya.


" Baik pak , " ucap Anisha .


Di luar gedung perusahaan Sony sudah menunggu Anisha dengan mobilnya.


Anisah keluar dari gedung ..


" Anisha..." teriak Sony


" Loh bapak serius , mau antar saya pulang ?"


" Yah serius lah , kamu pikir saya main-main sama kamu "


" maaf pak saya tidak bermaksud "


" sudah tidak usah banyak alasan ! cepat kamu masuk ke dalam mobil !" ucap Sony.


Mobil Sony melaju dengan kecepatan sedang.


" kamu tinggalnya sama siapa ?" tanya Sony.


' saya tinggal di rumah sahabat saya pak " jawab Sony


' Kalau orang tua kamu tinggalnya di mana ?"


" Ke dua orangtua saya sudah tiada pak " jawab Anisha menundukkan kepalanya.


" Oh maaf saya tidak tahu kalo orang tua , kamu sudah meninggal " ucap Sony


Anisha hanya menganggukkan kepalanya saja.


Anisha menunjukkan jalan yang menuju


arah rumahnya kepada Sony.


sampai di depan rumah.

__ADS_1


" Anisha maukah kamu menikah dengan ku?"


__ADS_2