
Semenjak mendengar gosip anaknya seorang gay, membuat Dahlia sering melamun dan susah Tidur.
Sophian melihat mamanya sedang termenung.
" Mama , lagi mikirin apa sih ?, sudah beberapa hari ini , Sophian melihat mama selalu termenung , apa mama punya masalah ? , coba cerita sama pian ! , siapa tahu Pian bisa bantu !?"
Dahlia menceritakan apa yang mengganjal di dalam hatinya. pada Sophian.
" ha..ha..ha..., mama sudah termakan hoax ,
tidak mungkinlah kakak seorang gay " ucap Sophian .
" Memangnya kamu pernah lihat kakak mu bersama seorang wanita ?" tanya Dahlia.
" pernah waktu Sophian masih SMA , kak Sony bilang itu pacarnya kakak " jawab Sophian.
" Apa kakakmu pernah patah hati ? " ucap Dahlia pada anaknya sambil menopang dagunya.
" Bisa yah , bisa tidak...karna kakak tidak
pernah membawa seorang wanita kerumah" ucap Sophian.
" Atau kita nikahkan saja kakak dengan kak Sekar ! apa mama setuju ?" Sophian melirik mamanya.
" Setuju.." ucap Dahlia
" Beneran ini ma.? " tanya Sophian.
" Iya...mama hanya menjalankan pesan papamu sebelum beliau meninggal dunia" ucap Dahlia.
Sophian hanya ber ooh ria saja.
" Cuma mama masih memikirkan bagaimana
caranya agar kakakmu dan Sekar mau menerima perjodohan ini ?" ucap Dahlia yang mengerutkan dahinya.
" Serahkan saja sama pian ma.. anakmu ini
punya seribu ide , agar mereka bisa ke penghulu." ucap Pian yang membusungkan
dadanya "
Sophian memberikan ide kepada Dahlia.
__ADS_1
" Bagus juga ide kamu ..' ucap Dahlia yang mengusap bahu anaknya.
" Sophian...." sahut Sophian dan memeluk mamanya.
___________
Anisha masih menatap ke arah komputer.
jari tangannya sangat lincah mengetik .
Sony melewati ruangan Anisha.
loh kok belum pulang....? batin Sony.
Sony memasuki ruangan Anisha , dan menyandarkan punggungnya di dinding.
" Kok kamu bisa lembur ?" tanya Sony .
Anisa yang tidak menyadari kehadiran
Sony terkejut sampai melompat badannya.
" Yah ampun pak.. kalo masuk bilang-bilang dong supaya saya tidak kaget seperti ini!" Anisha hanya mengelus dadanya.
' Pak Pratama memerintahkan saya, untuk membuat laporan keuangan . malam ini juga
harus ada di mejanya.
" Yah sudah kerjakan saja apa yang dia perintahkan !" ucap Sony
" Baik pak " ucap Anisha.
" Saya yang akan antar kamu pulang !"
" tapi pak..'
"Tidak ada tapi-tapian !" ucap Sony sambil mengedipkan mata kanannya ke Anisha.
Anisha yang sudah terbiasa dengan kedipan
mata Sony , hanya tersenyum kecil.
Tok-tok-tok... Anisha mengetuk pintu.
__ADS_1
"Masuk! "ucap Pratama .
" Permisi pak ini laporan yang bapak
minta ' ucap Anisha.
"Taruh saja di meja saya !" ucap Pratama menunjuk ke arah mejanya.
" Baik pak , " ucap Anisha .
Di luar gedung perusahaan Sony sudah menunggu Anisha dengan mobilnya.
Anisah keluar dari gedung ..
" Anisha..." teriak Sony
" Loh bapak serius , mau antar saya pulang ?"
" Yah serius lah , kamu pikir saya main-main sama kamu "
" maaf pak saya tidak bermaksud "
" sudah tidak usah banyak alasan ! cepat kamu masuk ke dalam mobil !" ucap Sony.
Mobil Sony melaju dengan kecepatan sedang.
" kamu tinggalnya sama siapa ?" tanya Sony.
' saya tinggal di rumah sahabat saya pak " jawab Sony
' Kalau orang tua kamu tinggalnya di mana ?"
" Ke dua orangtua saya sudah tiada pak " jawab Anisha menundukkan kepalanya.
" Oh maaf saya tidak tahu kalo orang tua , kamu sudah meninggal " ucap Sony
Anisha hanya menganggukkan kepalanya saja.
Anisha menunjukkan jalan yang menuju
arah rumahnya kepada Sony.
sampai di depan rumah.
__ADS_1
" Anisha maukah kamu menikah dengan ku?"