
Setiap hari libur, Toko buku yang terletak
di ujung jalan rumah Laras, menjadi tempat
favorit bagi Anisha untuk pergi ke sana untuk
mencari Novel edisi terbaru .
sedang asyik menyusuri jalan tiba-tiba .
Tin...tin...tin..suara klakson mobil tepat di belakang tubuhnya, hingga membuat terkejut
dirinya. Anisha menengok ke belakang.
" Hai Anisha , kenapa kaget yah " ucap Sony.
" kaget aku mas " sahut Anisha.
" masuklah !" Sony membuka pintu mobil.
" tidak usah mas, aku jalan kaki saja udah
Deket kok, tinggal lima rumah " ucap Anisha.
" oh...yah " seru Sony .
Anisha memasuki rumah Laras, di susul dengan sony, mengikuti Laras dari belakang.
" Selamat sore Sekar ' sapa Sony
' mas Sony , silakan masuk mas " ucap Sekar
pada tamunya.
Sony duduk di teras rumah menunggu Anisha yang sedang memanggil Laras di
dalam rumah. Sony melihat ke datangan
__ADS_1
Laras bersama Anisha . berdiri menyambut
Laras dan mencium punggung tangan Laras.
" silakkan duduk nak !" Laras mempersilakan
tamunya . duduk di kursi .
Sony menceritakan maksud kedatangannya
untuk melamar Anisha .
"Semua keputusan ada di Anisha " ucap Laras
" Ayo ngomong " Sekar menyenggol bahu Anisha.membuat Anisha salah tingkah
" bagaimana Anisah, kamu mau menikah dengan nak Sony?" tanya Laras .
Anisha hanya menganggukkan kepalanya .
"Alhamdulillah, trimakasih Anisha " seru Sony
dengan wajah yang gembira.
" Sekarang Kita akan menetap tanggal pernikahan buat kalian !" ucap Sekar
" Kalau Minggu depan ?" tanya Sony.
' Boleh... semakin cepat semakin baik" jawab Laras pada mereka .
" Setuju " seru Sekar.
" loh kok...kamu yang menjawabnya? bukan Anisha !" tanya Laras pada Sekar.
" aku kan mewakili Anisha Bu... apa yang Sekar bilang, sesuai dengan keinginannya
Anisha... ayo ngomong dong sha... jangan diam"
__ADS_1
Sekar menyenggol bahu Anisha untuk kesekian kalinya.
" kalau bisa , menikah di KUA aja Bu , apa lagi
saya dan mas Sony tidak memiliki orang tua lagi' ucap Anisha tertunduk malu.
" Jangan menikah di KUA . kamu harus menikah di rumah ibu , Nisha kamu itu sudah ibu anggap sebagai anak ibu , berarti calon suami kamu akan menjadi menantu ibu juga.
ibu ingin pernikahan kamu di rumah ini ! walaupun hanya acara yang sederhana" ucap Laras sambil memegang tangan Anisha.
" Ibu Laras saya tidak ingin menjadi menantu ibu...kalau boleh saya ingin menjadi anak ibu Laras saja" ucap Sony dengan wajah penuh harap.
" Boleh kok nak Sony , bagi ibu sama saja " ucap Laras .
" trimakasih Bu . mau menerima saya menjadi anak ibu " Sony menghampiri Laras dan mencium kedua telapak tangan Laras.
Laras tersentuh hatinya melihat Sony mencium kedua tangannya.
mengapa aku melihat Reynaldi berada di dalam diri Sony, ucap Laras dalam hatinya.
Sekar dan Anisha menatap haru , tanpa terasa air mata mereka mengalir membasahi pipi .
mereka masing-masing.
" jadi mulai hari ini aku punya seorang kakak laki-laki " ucap Sekar tersenyum gembira
" iya Sekar , mulai hari ini kamu menjadi adik ku " ucap Sony yang langsung mengacak rambutnya Sekar.
" Baru jadi kakak 5 menit , sudah ngacak- ngacak rambut ' Sekar memperbaiki rambutnya.
" Biarin " sahut Sony.
Laras dan Anisha hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua.
Satu Minggu berlalu , begitu pun hubungan Sony dan Anisha sudah mulai dekat dengan pernikahan mereka . Sony sengaja tidak ingin memberi tahu Pratama tentang pernikahannya , kalau dia tahu pasti terlau banyak bicaranya . apa lagi mengenai wanita.
sah...sah...sah teriak semua orang di dalam rumah Laras, menandakan pernikahan sony dan Anisha telah resmi menjadi pasutri .
__ADS_1