
Seorang pria paruh baya duduk di depan teras
rumah Dahlia.
"selamat siang Bu " sapa pria itu.
" Silakan duduk !" ucap Dahlia.
" Ini laporan keuangan perusahaan kita Bu, semenjak pak Pratama memimpin perusahaan, pendapatan perusahaan meningkat menjadi 30% ." ucap pria itu.
" Berarti anakku mampu memimpin perusahaan yang di wariskan ayahnya " ucap Dahlia .
" Tapi Bu, saya minta sebelumnya ada yang ingin saya sampaikan kepada ibu, ini mengenai pak Pratama !"
" Ada apa dengan Pratama?, apakah dia melakukan kesalahan pada perusahaan ?" tanya Dahlia.
" Pak Pratama tidak melakukan kesalahan di perusahaan, tapi gosip yang beredar di perusahaan sungguh membuat saya tidak habis pikir , mereka mengatakan pak Pratama seorang penyuka sesama jenis. gosip semakin meyakinkan ketika pak Pratama mencari sekertaris khusus pria " ucap pria itu menundukkan kepalanya.
" APA " spontan Dahlia berteriak.
" Maafkan saya " ucap pria itu.
" Trimakasih atas informasinya, untuk hari ini cukup sampai disini" Dahlia meninggalkan orang suruhannya dan kembali masuk kedalam rumahnya.
Di Mall Bugenvil.
Di dalam salah satu toko buku . Sekar sedang mencari Novel edisi terbaru, sementara Sekar sedang membayar bukunya.
__ADS_1
dret---dret, dret---dret bunyi ponsel Sekar.
" Hallo " sapa Sekar.
" Hai Sekar apakah kau tau kalau tim kita memenangkan tender di kota K." ucap Sandy
" Oh.. yah waw selamat yah..." Sekar tersenyum tulus.
" Tunggu saja bonusmu !" ucap Sandy.
" oke , itu berita terbaik yang kudengar " sahut Sekar.
" Bagaimana kalo kita merayakan keberhasilan ini !" ajak Sandy
" Lain waktu kita merayakan keberhasilan kita !" ucap Sekar sambi melangkah keluar dari toko buku.
" Hay , berikan alamat rumah mu aku dan Nanda ingin sekali bertemu dengan ibumu !!" ucap Sandy.
Di tempat yang sama, Pratama dan Sony sedang berjalan bersama staf Mall Bugenvil.
yah.. Pratama pemilik Mall Bugenvil.
Pratama sedang berjalan ke arah Sekar.
Tiba-tiba langkah Pratama berhenti, Sony merasa heran melihat Pratama yang tiba-tiba berhenti.
" Coba kau lihat wanita yang di sana !" ucap Pratama pada Sony.
__ADS_1
" Dia cantik , Ada apa dengan wanita itu ?" tanya Sony sambil melihat ke arah Sekar yang sedang menatap ke layar ponselnya.
" Dia , wanita yang membuat gambar itu " ucap Pratama.
Setelah Sekar menuliskan alamat rumah dan mengirimkan ke Sandy , Sekar mengangkat wajahnya. dan melihat Pratama dari tempat dia berdiri.
Pratama, Sony dan bersama stafnya berjalan kearah Sekar..
ooh jadi Mall ini milik pria aneh ini .gumam Sekar.
" Hai , kita sedang berjalan di sini , tidak bisakah dirimu bergerak kesamping untuk memberi kami jalan !" ucap Pratama pada Sekar dengan nada sinis.
wah bakalan rame nih batin Sony. melihat wajah sekar yang marah.
Sekar melihat ke sekelilingnya dan merasa tidak menghalangi jalan mereka.
" Hai tuan , kenapa aku harus bergerak ke samping , coba kamu lihat kesana ! , masih sangat luas " Sekar menunjukkan jalan yang memang masih cukup .
wow dia berani melawan seorang Pratama.ucap Sony .
" Hai nona , apakah anda tidak tahu siapa pria yang ada di hadapan anda !?" ucap salah satu staff Mall Bugenvil.
" Yah aku sangat tau siapa dia , pria aneh yang pernah aku lihat " Sekar masih menatap jengkel pada Pratama.
" Ayo kita pergi dari sini ! dari pada melihat wanita ini lebih lama ! " ucap Pratama.
" Yah pergilah cepat dari hadapan ku ! membuat kepalaku semakin sakit saja " ucap Sekar tidak mau kalah dari Pratama.
__ADS_1
"Wah-wah, baru kali ini ada seorang wanita yang tidak mengagumi ketampanan Pratama, wanita yang berani melawan Tuan Pratama " goda Sony pada sahabatnya.
" Bisa diam nggak sih Luh " ucap Pratama pad sahabatnya.