
Dua bulan berlalu. kehidupan rumah tangga baru mereka mulai berwarna-warni.
sepulang dari butiknya Nanda. sekar ingin pergi ke mall Bugenvil untuk membeli beberapa kebutuhan rumah tangganya.
Sekar memutuskan untuk berjalan kaki saja ke mall , karna jaraknya tidak terlalu jauh dari butiknya Nanda.
Gerimis datang tiba-tiba membasahi bumi. membuat Sekar berlari kecil mencari tempat berteduh. dia melihat sebuah pohon mahoni yang besar dan lebat daunnya, sehingga dapat di jadikan tempat berteduh sementara.
Sekar berlari kecil, menuju kearah pohon mahoni. untuk mengatasi rasa bosannya . mata Sekar melihat ke sekelilingnya , dan tepat di depan matanya.
Sekar menatap sebuah bangunan sekolah yang sudah banyak perubahannya dari bangunan lamanya.
SEKOLAH DASAR DAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA YAYASAN DEWI SARTIKA.
Tulisan itu terpasang jelas di depan gerbang sekolah .
Tiba-tiba sekar mengalami Deja Vu.
ingatannya kembali ke masa lalu. saat ayahnya mengantar Sekar bersama ibunya menaiki motor Yamaha RX-KING.waktu itu rambut Sekar di kuncir dua. memakai pita berwarna merah.hari itu , untuk pertama kalinya ,Sekar masuk ke sekolah di antar oleh kedua orangtuanya. sekolah ini ,tempat Sekar menimba ilmu , dari SD hingga SMP. sesibuk apapun ayahnya pasti akan meluangkan waktunya untuk menjemput putrinya.
namun semenjak Sekar mulai memasuki sekolah menengah kejuruan . sang ayah tidak pernah lagi mengantar dan menjemput Sekar.
Ayah Sekar meninggal dalam sebuah kecelakaan . ironisnya Sekar tidak bisa melihat jasad ayahnya untuk terakhir kalinya.
__ADS_1
kaki Sekar terasa bergetar . sedang menopang badannya agar tidak sampai jatuh.airmatanya mulai mengalir di sudut matanya jatuh membasahi pipinya.
Di dalam sebuah mobil Rayhan melihat Sekar sedang berdiri di bawah pohon mahoni.
Rayhan lalu mendatangi Sekar. dengan membawakan sebuah payung .
" pakailah payung ini ! nanti baju kamu bisa basah !" ucap Ray sambil mengulurkan payung yang ada di tangannya Rayhan.
" trimakasih kak Ray " ucap Sekar berlalu pergi dari hadapan Rayhan.
Rayhan hanya menatap kepergian sekar .
Rayhan sangat tahu sifatnya Sekar . ketika Sekar sedang bersedih , sekar hanya butuh waktu sendiri. sampai rasa sedihnya berlalu.
" Aku akan menyusul Sekar ke Mall Bugenvil " ucap Nanda bergegas pergi ke sana.
Mall Bugenvil.
Sekar menaruh payungnya di sebuah boox khusus payung . lalu memasuki area Mall.
sekar pergi ke dalam toilet wanita untuk mencuci wajahnya karena air mata yang lengket di wajahnya sangat menggangu .
setelah mencuci wajahnya , wajah Sekar terlihat berseri walaupun matanya agak sedikit bengkak. Sekar berjalan sambil menundukkan wajahnya karena mata bengkaknya.
__ADS_1
sementara itu . Pratama sedang berjalan seperti biasanya . di Mall miliknya, bersama beberapa stafnya ,dan samudra asistennya.
dari jauh dia melihat istrinya yang sedang melangkah sambil menundukkan wajahnya.
Pratama lalu menghentikan langkahnya. tatapannya tidak lepas dari Sekar.
seorang staf Pratama yang masih ingat kejadian beberapa bulan lalu, hanya berucap " yah tuhan ! mengapa wanita ini muncul di hadapan bosnya " gumamnya.
Pratama melangkahkan kakinya menuju ke arah Sekar yang sedang menundukkan wajahnya , lalu menghadang sekar di depannya.
" maaf-maafkan saya " ucap sekar ketika menabrak seseorang di depannya.
" Mau jadi banteng kamu ? kalau jalan mata menatap ke depan!" ucap Pratama pada istrinya.
" Mas Tama! kok bisa ada di sini?" ucap Sekar mengangkat wajahnya. ketika tahu siapa yang di tabraknya.
" Hai , kenapa matamu bengkak ?" tanya Pratama , kemudian mengangkat dagunya Sekar dengan jari telunjuknya untuk memastikan yang di lihatnya.
" kamu habis menangis?" tanya Pratama
tiba-tiba matanya Sekar mulai berkaca-kaca
mendengar ucapan suaminya. lalu mengingat kembali pada kedua orangtuanya.
__ADS_1
" Samudera ! batalkan semua rapat hari ini !"