
"Apa... menikah"ucap Sekar membulatkan matanya ."saya dan..." jari telunjuk Sekar mengarah ke dirinya , berpindah menunjuk Pratama. lalu menatap ke arah ibunya.
"iya, Sekar bapak kamu dan papanya Pratama sudah menjodohkan kalian beberapa tahun yang lalu" Laras menerangkan pada putrinya.
"Tante boleh sy berbicara dengan Sekar di luar?" Pratama meminta ijin.
"silahkan , boleh kok" jawab Laras.
"Ayo...kita bicara di luar !" ucap Pratama .
Di taman rumah sakit.
"Dengar ! saya mau menikah dengan kamu karena desakan dari mama saya. dan kamu jangan berharap lebih dari itu!" ucap Pratama.
Dasar pria aneh.memangnya dia pikir aku ini perempuan yang tergila-gila pada dirinya. umpat Sekar dalam hatinya.
"Maaf sebelumnya" Sekar meredam emosinya
"apakah saya saya pernah mengatakan mau menikah dengan anda? jadi saya tidak akan berharap lebih dari apapun!" ucap Sekar berlalu pergi dari hadapan Pratama.
wajah bisa gawat kalo dia menolak pernikahan ini . bisa-bisa mama anfal lagi penyakitnya.gumam Pratama lalu menyusul Sekar.
Sekar kembali ke kamar Dahlia.
"Bagaimana Sekar...kamu mau kan menikah dengan Pratama?"tanya Dahlia penuh harap.
Sekar masih dalam kebingungan,aku harus menjawab apa !
"Sekar mau kok menikah dengan Tama mah, yah kan Sekar '" ucap Pratama sambil menepuk pundak Sekar lalu menatap ke arah Sekar dengan senyuman licik.
Sekar hanya membulatkan matanya . menatap ke arah Pratama.
__ADS_1
"Alhamdulillah, akhirnya kamu mau menuruti perintah bapakmu sekar" ucap Laras pada putrinya.
"tapi..."
"tapi...sekar malu mengatakan iya " ucap Pratama yang memotong ucapan Sekar.
Sekar merasa kesal dengan ulah Pratama.
yang seenaknya saja bicara tanpa, memberikan Sekar waktu untuk berbicara.
"Akhirnya Kakak dan kak Sekar mau menerima perjodohan ini" ucap shopian
" Tante...ibu, kalo boleh Sekar ingin pernikahan yang sederhana saja ?" ucap Sekar
"Boleh kok Sekar , dan mulai sekarang jangan kamu panggil saya tante ! biasakan panggil mama ! saya ini calon mertua kamu loh " jawab Dahlia.
" Tanggal pernikahan mereka mbak ?" tanya Laras
" Apa..." teriak semua orang yang ada di dalam ruangan mendengar ucapan Dahlia.
" secepat itu?" tanya Pratama.
" iya , mama sudah menyiapkan semua keperluan acara. sambil menunggu Jawaban dari kalian , karena kalian sudah setuju dengan perjodohan ini " jawab Dahlia.
sepertinya mama senang . syukurlah kalo mama senang. gumam Pratama menatap ke arah Dahlia.
yah tuhan waktunya cepat sekali.bagaimana ini tiga hari yang akan datang aku akan menjadi istri dari pria aneh ini. gerutu Sekar.
"Laras kamu duduk saja ! biar asisten ku yang mengurus semuanya!" ucap Dahlia.
"Terserah mbak saja" sahut Laras pada Dahlia. karena Laras sangat tahu seperti apa wataknya Dahlia.
__ADS_1
Shopian mengantarkan Laras dan Sekar pulang ke rumahnya.
" Sekar ...apa kamu tidak marah dengan perjodohan ini ?" tanya Laras pada putrinya.
" Tidak Bu, Sekar harus menerima pesan bapak agar mau menikah dengan Pratama.permintaan bapak tidak sebanding dengan kasih sayang yang bapak berikan buat Sekar Bu" lalu memeluk ibunya.
"Sekarang ibu harus tersenyum bukan merasa menyesal karena perjodohan ini " ucap Sekar matanya mulai berkaca-kaca menahan air matanya.
Tiga hari kemudian.
Marcella bersama asistennya datang ke rumah Sekar.
"selamat pagi mbak perkanalkan nama saya Marcella saya yang akan merias mbak sekar."
"mari silahkan masuk" ucap Sekar pada tamunya.
sesuai dengan ucapan Dahlia asistennya Dahlia sedang sibuk mengatur dan mengurus semuanya.
Para tetangga dan kerabat dekat di undang untuk menghadiri acara akad nikah antara Pratama dan Sekar.
Pratama sedang duduk di depan penghulu.
Ijab-kabul mulai di baca.
" saya terima nikah dan kawinnya Sekar Wulan Dari binti samsul dengan mahar emas sebesar 25 gram di bayar tunai " ucap Pratama lantang dan lancar.
" Bagaimana sah?" tanya pak penghulu.
"sah...sah...sah..' ucapan riuh di dalam rumah Laras.
_____________
__ADS_1
jangan lupa like nya .