
Beberapa bulan kemudian.
Edward menjalani kehidupannya seperti sedia kala, akan tetapi dia tidak bisa menghilangkan rasa bersalahnya kepada Jojo, namun dia juga masih kesal pada wanita itu yang sudah merusak rumah tangga kedua orang tuanya.
Kirana dan Nathan sudah mengetahui kebenaran tentang putri mereka yang tidak bersalah atas kasus scandal beberapa bulan yang lalu, dan mereka juga sudah tahu kalau Jojo telah bercerai dengan Elden, semua itu mereka ketahui saat mereka bertemu dengan Elden di sebuah pertemuan para pebisnis sukses di salah satu hotel mewah yang ada di Kota Jakarta.
Mereka sangat menyesal dan sekarang sedang berusaha mencari keberadaan Jojo yang tidak tahu di mana rimbanya.
*
*
“Ed, Papi akan pergi ke luar negeri, mungkin akan lama kembali ke Indonesia. Papi harap kamu bisa berhenti dari pekerjaanmu itu dan menggantikan posisi Papi di perusahaan.” Elden mendatangi kantor Edward pada siang hari itu untuk mengatakan rencananya itu.
Edward yang sedang sibuk dengan laptopnya pun segera mengalihkan perhatian seraya menatap ayahnya dengan serius.
“Apakah kalian akan pergi honey moon?!” cibir Edward dengan nada sinis terkesan emosi.
__ADS_1
“Kalian? Siapa yang kamu maksud?” tanya Elden tidak paham, menatap putranya dengan serius.
“Tentu saja dengan istri mudamu itu, apakah Papi sudah hilang ingatan?” kesal Edward menanggapi pertanyaan ayahnya.
Elden terkekeh seraya menggaruk salah satu ujung alisnya, kemudian berkata, “sorry, Papi belum memberitahumu hal penting ini. Papi dan Jojo sudah bercerai beberapa bulan yang lalu tepatnya setelah 1 minggu kepergian Mami-mu untuk selamanya,” jelas Elden pada putranya yang terlihat sangat terkejut.
Edward tentu saja sangat terkejut dengan semua penjelasan dari ayahnya. Namun, penjelasan ayahnya itu juga menimbulkan berbagai pertanyaan di dalam pikirannya.
“Kenapa kalian bercerai?” Edward melontarkan salah satu pertanyaan yang bersarang di kepalanya. Dia menatap ayahnya sangat serius, seraya menunggu jawaban pria paruh baya itu.
“Karena pernikahan kami hanyalah sandiwara,” jawab Elden sembari menghela nafas panjang.
Jantung Edward seolah akan loncat dari tempatnya, dia sangat terkejut dengan sebuah kenyataan yang baru saja dia dengar dari ayahnya sendiri.
“Maksud Papi apa?” Edward belum puas dengan penjelasan dari ayahnya.
“Ed, asal kamu tahu jika pernikahan Papi dan Jojo hanyalah sebuah sandiwara yang diinginkan ibumu sebelum meninggal dunia.” Elden kemudian menjelaskan semua masalah rumit itu dengan sangat detail, mulai dari Scandal saat di hotel, perjanjian kontrak pernikahan sampai perceraian.
__ADS_1
Edward terpaku, otaknya saat ini menjadi tidak bisa berpikir saking terkejutnya dengan sebuah kenyataan yang seolah menghantam tubuhnya.
“Jadi, pernikahan itu hanya sandiwara? Lalu apakah Papi pernah menyentuh Jojo?” Pertanyaan Edward membuat Elden mengernyit kemudian terkekeh pelan.
“Kau sudah gila, Ed! Papi mana mungkin menyentuh Jojo karena kami hanya bersandiwara,” jawab Elden masih terkekeh pelan, kemudian ia segera beranjak dari duduknya berpamitan kepada putra semata wayangnya itu.
“Papi akan berangkat ke luar negeri hari ini. Jaga kesehatan, Ed. Papi sangat menyayangimu.” Elden mendekati putranya kemudian ia mengusap pundak Edward dengan kasih sayang, kemudian ia segera keluar dari ruangan tersebut.
Edward seperti di sambar petir di siang bolong. Pria tampan dan penuh dengan pesona itu menundukkan kepala seraya meremas rambutnya dengan kasar. Kepalanya mendadak teras sakit bagai di hantam batu besar setelah mengetahui kenyataan besar ini.
Kemudian ia membuka laci meja kerjanya, seraya mengambil alat tes kehamilan yang di berikan Jojo beberapa bulan yang lalu.
“Jojo.” Dia bergumam lirih dengan perasaan yang penuh sesak. Betapa jahatnya dia selama ini kepada wanita itu.
***
Gimana udah puas belum, Ed??
__ADS_1
Jangan lupa like dan bintang limanya🥰