Hasrat Nakal Anak Tiri

Hasrat Nakal Anak Tiri
Membawa berkah


__ADS_3

Harapan Edward nyatanya hanya harapan belaka, ia yang berharap kalau esok hari akan lebih baik dari hari kemarin ternyata salah, justru semakin buruk.


Bagaimana tidak? Jika sedang asik tidur ada orang yang mengguyur wajahnya dengan se-ember air dingin, dan pelakunya adalah ayahnya sendiri--Elden.


BYUR!


"Huah!" Edward gelagapan dan sangat terkejut saat wajahnya di guyur air, ia segera mendudukkan diri sambil megusap wajahnya yang basah kuyup, bukan hanya wajahnya yang basah, tapi bantal dan alas tidurnya pun ikut basah, bahkan telinganya kemasukan air.


"Shiit!" umpat Edward lalu menatap seseorang yang berdiri di hadapannya sambil berkacak pinggang dan menatapnya dengan tajam.


"Pa-papi?!" Edward sangat terkejut ketika melihat ayahnya sudah berada di rumah Mbah Kumis.


"Dasar anak berandalan!!!!" maki Elden pada putranya yang akan melarikan diri. Elden segera menutup pintu kamar tersebut agar putranya tidak bisa kabur dari sana.


Di luar kamar, Jojo, Nathan, Kirana dan Mbah Kumis sedang menatap ke arah kamar tersebut dengan pandangan cemas.


"Apakah dia akan mati?" tanya Kirana.


"Mungkin hanya patah tulang," jawab Nathan, tanpa mengalihkan pandangan.


"Kenapa kalian berpikiran buruk seperti itu?" Jojo kesal mendengarnya sambil mengelus perutnya yang buncit, sejujurnya dia mencemaskan Edward.


"Kau cemas?" tanya Mbah Kumis.


"Tidak!" Jojo menjawab cepat seraya menggelengkan kepala.


Nathan dan Kirana mengulas senyum saat mendengar jawaban putri mereka yang malu  mengakui kalau sedang mencemaskan Edward.


BRAK!

__ADS_1


BRUK!


GEDABRUK!


"Arghhhh!! Ampun, Pi!" teriak Edward.


Semua orang yang berada di luar kamar itu sampai meringis ngilu mendengarnya. Entah apa yang di lakukan  Elden kepada Edward.


"Ya ampun! Aku tidak sanggup mendengarnya." Kirana segera menjauh sambil menyumpal kedua telinganya dengan kedua telapak tangan.


Tidak berselang lama, pintu kamar tersebut terbuka dari dalam. Elden keluar dari kamar tersebut dengan pakaian yang tetap rapi, setelan jas berwarna hitam, dan tatanan rambut klimis. Wajah pria itu juga terlihat biasa saja.


"Maaf, atas kekacauan ini, aku akan membayar ganti rugi atas semuanya," ucap Elden berkata sembari menundukkan kepalanya sedikit, lalu pandangannya tertuju kepada Jojo, ia menghela nafas kasar dan berusaha menahan emosinya saat melihat perut mantan istrinya itu membuncit.


"Iya, tidak apa-apa. Tapi, benar juga sih, kamu harus mengganti rugi 20X lipat," sahut Mbah Kumis yang matre dan mata duitan.


"Hah?" Elden menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan beberapa saat kemudian ia mengangguk setuju.


"Hanya memberikannya pelajaran kecil." Elden menjawab dengan santai.


Jojo tentu saja tidak percaya, ia segera berjalan menuju kamarnya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat kamarnya seperti kapal pecah dan lebih parahnya lagi tempat tidurnya terbelah menjadi dua bagian. Tatapan Jojo mengedar, mencari keberadaan suaminya, tapi tidak menemukannya.


"Jo, help ..." suara Edward terdengar pelan.


Jojo segera mencari suara suaminya, dan ketemu!


Edward berada di tengah tempat tidur yang terbelah itu.


"Ed, kau tak apa?" tanya Jojo cemas segera membatu Edward berdiri.

__ADS_1


"I'm oke. Tapi, sepertinya leherku patah." Edward menjawab sambil meraih tangan Jojo yang terulur kepadanya.


"Ayo! berdirilah." Jojo menarik tangan Edward yang sudah memegang tangannya, akan tetapi karena badan Edward lebih besar darinya, membuatnya tidak mampu menarik suaminya, hingga membuatnya terhuyung ke depan dan jatuh di atas tubuh suaminya, tanpa sengaja juga bibir mereka menempel.


CUP


Baik Edward atau Jojo terdiam, kedua mata mereka mengedip berulang kali tanpa melepaskan tautan  bibir mereka.


Mbah Kumis dan Nathan datang untuk melihat keadaan Edward, tapi mereka segera keluar lagi dari kamar tersebut  saat melihat pemandangan yang membuat mata mereka ternoda dengan adegan live itu.


"Ada apa? Kenapa kalian kembali lagi? Bagaimana dengan Edward?" tanya Kirana.


"Edward baik-baik saja! Ayo, keluar dan bicarakan masalah ganti rugi." Mbah Kumis beralih mendorong Elden menuju ruang tamu.


"Pak, yakin kalau Edward baik-baik saja?" tanya Kirana lagi.


"Mungkin hanya lehernya yang patah," sahut Elden ketika sampai di ruang tamu.


"Astaga! Kenapa kau begitu kejam kepada anakmu sendiri?!" kesal Kirana.


"Tapi, Edward lebih kejam lagi kepada Jojo kita." Nathan menimpali.


"Oh, iya ... benar juga, lagi pula hanya patah leher 'kan?" Kirana menjawab sambil menganggukkan kepalanya berulang kali.


Mbah Kumis tertawa mendengar ucapan putrinya.


"Anak muda, sekarang ganti ganti rugi 20X lipat, karena kau sudah merusak properti di rumahku!" Mbah Kumis menatap Elden dengan tajam.


"Tenang saja, dia ini kaya raya. Bapak seharusnya minta tanah ratusan hektar kepadanya." Nathan mengompori sambil menatap Elden yang tengah melotot tajam kepadanya.

__ADS_1


"Awas kau!" umpat Elden tanpa suara kepada Nathan.


Nathan hanya tertawa geli melihat ekspresi Elden.


__ADS_2