Hasrat Nakal Anak Tiri

Hasrat Nakal Anak Tiri
Yes, I Do! (TAMAT)


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu dengan begitu cepat. Keadaan yang tadinya rumit dan memburuk kini sudah membaik dan kembali seperti sedia kala. Edward kini sudah kembali ke Jakarta tidak lupa membawa Jojo. Pria tersebut juga sudah menjabat menjadi seorang CEO menggantikan posisi Elden.


Sedangkan Elden sendiri sudah pensiun dan kini tinggal di luar negeri menikmati masa tuanya di sana. Nathan dan Kirana juga sudah kembali ke Jakarta meninggalkan Mbah Kumis yang ada di Desa.


Jojo sedang berada di dapur untuk membuat susu hamil pada malam hari itu.


"Kenapa tidak bilang kalau belum minum susu?!" suara Edward mengejutkan Jojo yang baru akan meminum susu hamilnya. Jojo menoleh ke belakang di mana Edward berdiri sambil bersedekap di dada, menatap dirinya dengan tajam.


"Sejak kapan kamu bangun dan berdiri di sana?" tanya Jojo seraya meletakkan gelas berisi susu itu di atas meja.


Edward menghela nafas panjang, lalu mendekati Jojo yang terlihat masih tampak canggung, dan dingin kepadanya.


"Kenapa kamu tidak pernah menganggapku ada?!" Edward mencondongkan setengah badannya ke arah Jojo, sedangkan Jojo dengan reflek memiringkan badan, menjauhi Edward yang semakin mendekatinya.


Sikap Jojo yang seperti itu tentu saja membuatnya sangat geram, karena mereka sudah tinggal satu rumah selama dua bulan dan tidur satu kamar, tapi lihatlah Jojo masih saja terus menolaknya.


Jojo melipat bibirnya ke dalam, ia memejamkan kedua matanya dengan erat, lalu membuka mata lagi dan melirik Edward yang ada di sampingnya.


"Ed, jangan seperti ini." Jojo mendorong pundak Edward saat pria itu sudah mengikis jarak dengan tubuhnya.


"Jo, sampai kapan aku harus bersabar? Bukankah kamu sudah menerima pernikahan ini, dan kita juga sudah sepakat untuk selalu bersama dan membesarkan anak-anak kita nanti, tapi kenapa kamu selalu saja menolakku?" Edward berbisik di dekat telinga Jojo, lalu kedua tangannya itu merangkum pinggang Jojo dengan erat, dia tidak akan melepaskan wanita itu yang kini sudah  mengisi seluruh hatinya.


Jojo menghela nafas panjang, hembuskan nafas Edward yang mengenai cuping telinganya membuat tubuhnya merinding dan meremang seketika.


"Apakah kamu sangat ingin melakukannya? Apakah sudah tidak bisa di tahan?" Jojo bertanya sambil mendongak, menatap Edward yang juga tengah menatapnya.

__ADS_1


"Hei! Apakah wajahku terlihat mesum di matamu?!"


TUK!


TUK!


Edward kesal lalu mengetuk kening Jojo dengan pelan dan beberapa kali.


Jojo mengerucutkan bibirnya lucu dan memukul dada bidang itu pelan.


"Karena kau memang pria mesum! Jika tidak mesum mana mungkin perutku membesar seperti ini!" Jojo berkata dengan nada kesal, seraya melirik suaminya tajam.


"Cih! Begitu rupanya ya! Baiklah aku akan membuktikan  betapa mesumnya diriku ini! Dan kau tidak boleh menolaknya!" Edward langsung menggendong tubuh istrinya menuju kamar mereka yang ada di lantai bawah.


"Arghhh! Edward!" pekik Jojo terkejut karena Edward menggendongnya begitu saja, lalu dengan reflek ia mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh itu karena takut terjatuh.


"Diam!


"Ed, apa yang kau lakukan?!" Jojo berseru saat dia sudah di rebahkan di atas tempat tidur, dan Edward sudah mengungkung tubuhnya.


"Ed ..." Jojo berkata lirih ketika suaminya menatapnya dengan dalam dan penuh cinta, Ya, Jojo dapat merasakan sebuah cinta yang begitu besar dari pancaran sinar kedua manik mata hitam itu.


"Jo, kamu begitu cantik dan baik. Sejak awal aku bertemu denganmu. Aku sudah jatuh hati kepadamu. Tapi, rasa emosi dan dendam telah mengalahkan segalanya. Ya, aku marah dan dendam kepadamu karena saat itu aku pikir kau sudah merusak rumah tangga kedua orang tuaku, tapi saat mengetahui kenyataan itu, aku merasa bersalah kepadamu, dan rasanya ingin menghukum diriku sendiri karena sudah berbuat jahat dan membuatmu menderita. Jo, maafkan aku. Maafkan pria bajingan ini yang sudah menorehkan sebuah luka yang begitu dalam di hatimu. Aku tahu, tidak akan mudah bagimu menjalani pernikahan dan hidup bersama dengan pria yang sudah merenggut masa depanmu," ucap Edward panjang kali lebar dan dari hatinya yang paling dalam. Bahkan pria itu sampai berkaca-kaca saat mengungkapkan isi hatinya kepada istrinya.


"Ed, kamu percaya kepada takdir?" tanya Jojo, dan diangguki oleh Edward.

__ADS_1


"Aku sangat membencimu, dan rasanya aku ingin mengutukmu, tapi kembali lagi kalau semua yang kita alami adalah takdir yang sudah di berikan kepada Sang Pencipta kepada kita. Awalnya aku juga sangat membencimu, tapi seiiring berjalannya waktu, aku mulai memahami sebuah masalah atau penderitaan pasti akan ada hikmahnya," jawab Jojo seraya mengelus perutnya yang buncit.


"Aku tidak menganggap mereka berdua sebagai kesalahan, akan tetapi aku menganggap mereka sebuah anugrah terindah dari Tuhan. Mungkin jika hari kemarin aku berkata memaafkanmu, tetapi tidak akan melupakan semua perbuatanmu, tapi sekarang aku akan meralat jawabanku itu. Ed, aku memaafkanmu dan mari membuat kenangan yang baru untuk menggantikan kenangan buruk itu, kamu bersedia?" ucap Jojo pelan dan terdengar sangat lembutv di pendengaran Edward hingga meresap ke otak lalu menjalar ke relung hatinya.


Edward menangis, tapi beberapa detik kemudian ia menjawab dengan anggukan kepala.


"Yes, I do. Thank You, Jo." Edward menundukkan kepalanya lalu melabuhkan ciuman lembut di permukaan bibir Jojo yang lembut. Edward mencuim Jojo dengan penuh kelembutan dan ketulusan.


Jojo menyambut ciuman itu tidak kalah lembut.


Di malam itu, kamar mewah yang terlihat remang itu  menjadi saksi kisah cinta dan penyatuan mereka berdua. Ungkapan kata cinta terus mengalir dari bibir Edward dengan penuh ketulusan.


Tak mudah untuk mendefinisikan cinta secara pasti. Apalagi kalau menyangkut cinta sejati. Namun pastinya semua orang pernah mengetahui apa rasanya cinta dan kapan mereka akan merasakan hal ini. Sama halnya yang di rasakan oleh Edward saat ini, dia telah menyadari kalau sangat mencintai Jojo. Entah sejak kapan rasa itu timbul, tapi yang jelas,  Edward akan terus mencintai Jojo sampai tua nanti, dan sampai maut memisahkan mereka.


...TAMAT...


Yuhu, thank you semuanya yang udah mengawal Jojo dan Edward sampai final.


Jangan lupa mampir ke karya Emak yang  masih ongoing dan update setiap hari.


-Dance For Rich Man


-My Sweet Babysitter


-Ex Wife's Revenge

__ADS_1


Sekali lagi Emak ucapkan banyak terima kasih untuk pembaca setia dan pembaca baru, love you all... Semoga kalian sehat selalu dan lancarakn rezekinya, amin.


__ADS_2