
"Jangan harap kau bisa tidur bersamaku!" Jojo mendorong kening Edward dengan salah satu jari telunjuknya saat pria itu mengekorinya dari belakang ketika dia akan masuk ke dalam kamar.
"Tapi, aku sudah menjadi suamimu, Jo." Edward menepis tangan Jojo, kemudian ia segera menorobos masuk ke dalam kamar tersebut tanpa memedulikan teriakan wanita yang sudah menjadi istrinya itu.
"Edward!" seru Jojo sangat kesal ia segera mengikuti Edward yang sudah merebahkan diri di atas ranjangnya.
Nathan dan Kirana yang melihat kejadian itu pun ingin mengusir Edward dari kamar putri mereka, akan tetapi niat mereka langsung diurungkan karena di pelototi oleh Mbah Kumis.
"Kayak nggak pernah jadi pengantin baru saja! Sebagai orang tua harus pengertian kalau anak kalian itu sudah menikah dan artinya Jojo sudah menjadi milik Edward sepenuhnya, jadi jangan mencoba untuk memisahkan mereka!" Mbah Kumis memberikan ultimatum kepada anak dan menantunya.
"Iya, Mbah," jawab Nathan dan Kirana bersamaan.
"Biarkan mereka berada di dalam satu kamar yang sama, agar mereka saling mengerti dan saling memahami satu sama lain, sekaligus menyelesaikan masalah mereka. Aku yakin kalau Edward itu adalah pemuda yang baik, buktinya dia sangat senang dan bahagia ketika sudah menikahi dengan Jojo." Mbah Kumis kembali bersuara, di angguki anak dan menantunya.
__ADS_1
"Ed!" geram Jojo ketika pria itu berguling ke kanan dan ke kiri di atas tempat tidurnya.
"Ah, nyamannya." Edward tersenyum sambil merenggangkan badannya, tanpa memedulikan seruan Jojo.
"Sepertinya kau mau mati ya! Hei!!!" teriak Jojo sekali lagi sambil menarik salah satu kaki Edward dengan sangat kesal dan kuat, hingga membuat suaminya itu terjatuh ke atas lantai.
GEDABRUK!
"Rasakan itu!" Jojo segera naik ke atas tempat tidur lalu melemparkan bantal dan bedcover kepada Edward yang masih terduduk di atas lantai.
"Arghh! Dasar istri kejam!" umpat Edward sambil memeluk bedcover dan bantal yang di lemparkan oleh Jojo.
"Bodo amat!" sahut Jojo seraya menatap tajam suaminya, kemudian ia segera merebahkan diri tanpa memedulikan Edward.
__ADS_1
"Hei, aku tidur di mana?" tanya Edward sambil mengusap bo*kongnya yang masih terasa sangat sakit.
"Di lantai!"
"What?!" Edward terkejut mendengarnya, tidak percaya jika Jojo akan menyuruhnya tidur di atas lantai.
"Kenapa? Tidak mau? Sana keluar dan pergi dari rumah ini!" sewot Jojo menatap tajam Edward yang masih berdiri di dekat tempat tidurnya.
"Ha ha ha ha, kau ini sensitif sekali ... baiklah aku akan tidur di lantai." Edward menghela nafas kasar, seraya menggelar bedcover di atas lantai untuk alas tidurnya.
"Baru segitu saja mengeluh, apa kabar aku yang selama ini hidup menderita!" dumel Jojo seraya menutupi tubuhnya dengan selimut sampai sebatas leher.
Edward terdiam ketika mendengar dumelan Jojo yang begitu menusuk di hatinya. Edward merasa bersalah dan ia berjanji akan membahagiakan Jojo dan anak-anaknya nanti. Edward segera merebahkan diri dia tas bedcover tebal itu. Tidak masalah kalau tidur di atas lantai, yang terpenting masih satu kamar dengan istrinya.
"Good Night, Jo." Edward berkata sambil memejamkan kedua mata.
"Heem." Jojo menyahut dengan deheman saja.
Edward tersenyum, ia berharap esok pagi lebih baik dari hari kemarin.
__ADS_1
****
Like-nya jangan lupa ya ...