Hasrat Nakal Anak Tiri

Hasrat Nakal Anak Tiri
Permohonan Edward


__ADS_3

“Mbah! Dari tadi di cariin, di sana rupanya.” Jojo berseru sembari memegangi perutnya yang besar.


DEG!


Jantung Edward berdetak sangat cepat saat melihat Jojo yang masih di ambang pintu. Tatapan Edward kini beralih pada perut Jojo yang buncit. Ada sebuah rasa yang tidak biasa saat melihat pemandangan itu.


Sebuah rasa bersalah, penyesalan, dan haru kini bercampur menjadi satu dan menyeruak ke permukaan hatinya.


“Dia yang kamu cari?” Mbah Kumis membuyarkan lamunan Edward yang sedang terpaku menatap Jojo.


Edward mengangguk pelan sebagai jawaban.


Mbah Kumis menghela nafas panjang seraya mengeraskan rahangnya, berarti benar dugaannya kalau pria yang ada di hadapannya ini adalah pria yang sudah merusak masa depan cucunya.


“Pergi kamu dari sini!” usir Mbah Kumis seraya menatap tajam Edward yang terlihat sangat terkejut mendengarnya.

__ADS_1


“Kakek, maafkan aku sebelumnya. Aku akan menjelaskan siapa diriku sebenarnya, aku adalah ...” Belum selesai bicara, ucapannya terhenti karena Mbah Kumis memotongnya.


“Jojo tidak membutuhkan pria pengecut seperti kamu! Dia sudah menjadi sosok wanita yang kuat dan tangguh!” desis pria tua itu penuh penekanan dan emosi.


“Kakek, berikan aku kesempatan untuk bertemu dengan Jojo.” Edward memohon kepada Mbah Kumis dengan penuh harap.


“Maka bermimpi saja jika ingin bertemu dengan Jojo!” sentak Mbah Kumis seraya berlalu dari sana meninggalkan Edward yang kini berlari mengejarnya.


Jojo yang masih berada di ambang pintu sangat terkejut saat melihat kehadiran pria yang tidak diinginkannya. Kenapa pria itu bisa berada di sini? Jojo bertanya di dalam hati.


“Masuk, Jo!” Mbah Kumis memerintahkan cucunya agar segera masuk ke dalam rumah.


Tanpa banyak kata, Jojo menuruti perintah kakeknya, kemudian ia masuk ke dalam kamar, dan mengunci pintu kamarnya itu dengan rapat.


“Kakek, saya mohon berikan izin untuk bertemu dengan Jojo.” Edward menurunkan keegoisan dan harga dirinya, pria tersebut menyatukan kedua tangan di depan dada, memohon kepada Mbah Kumis agar dirinya di berikan kesempatan bertemu dengan Jojo.

__ADS_1


Sebuah rekor di dalam hidup Edward, karena ini adalah pertama kali ia memohon kepada seseorang demi mencapai keinginannya.


“Apakah dengan memohon kau bisa mengembalikan keadaan cucuku?! Aku tahu jika kau adalah pria yang sudah merusak masa depan Jojo yang malang itu!” amuk Mbah Kumis seraya menuding Edward yang masih memohon kepadanya.


Edward terdiam, yang di katakan Mbah Kumis benar jika dia tidak akan pernah mengembalikan keadaan seperti semula. Tapi, dia yang akan mengubah sikap dan bertanggung jawab atas kekacaun yang telah terjadi.


“Kek, aku akan bertanggung jawab atas kehamilan Jojo,” ucap Edward dengan mantap dan penuh keyakinan, tapi sayangnya ucapannya itu segera di patahkan oleh Mbah Kumis.


“Semestinya begitu, tapi kenapa tidak dari awal? Apakah kamu menyesal? Ataukah kamu merasa bersalah kepada Jojo yang malang?! Jika iya, simpan saja rasa menyesal dan rasa bersalahmu itu!” balas Mbah Kumis dengan telak seraya menuding dada bidang Edward dengan salah satu jari telunjuknya.


“Dan ingat! Jojo tidak membutuhkan pria bajingan dan pengecut sepertimu!”


BRAK!


Mbah Kumis menutup pintu rumahnya dengan kasar dan keras, hingga membuat Edward sangat terkejut.

__ADS_1


__ADS_2