
sudah beberapa hari ayu tak bisa ku hubungi, dan beberapa kali juga aku coba kerumahnya tapi bibi mengatakan kalau ayu tak ada di rumah. aku heran kenapa ayu seolah tiba tiba menghindari ku.
drrttt...drrrttttt.... getaran ponsel ku, ku lihat nama Hendra tertera di sana.
assalamualaikum halo hend ...
waalaikumsalam, wind lagi apa? sibuk nggak?, bisa kita bertemu ada yang ingin aku sampaikan... ucap Hendra
baiklah, 30 menit lagi di nongki cafe ya jawabku.
nongki cafe, 16.00wib
aku masuk ke dalam cafe ku lihat sudah ada Hendra di sana,
hai hend maaf aku telat tadi nungguin bus nya agak lama ucap ku.
iya nggak papa wind,silahkan duduk
aku tadi sudah pesan minum dan makanan kesukaan mu, just sirsak dan nasi goreng cumi ucap Hendra.
terimakasih hend...
oh ya ada apa kamu ngajak aku ketemuan? tanya ku
bisa kulihat keraguan di mata Hendra, ada apa hend? tanya ku kembali
Hendra menyodorkan sebuah undangan pada ku, ini adalah undangan pernikahan ku wind. ucap Hendra
__ADS_1
ku ambil undangan itu dan ku baca
HENDRA PRATAMA WIGUNA dan AYU LARASATI.
jedarrrrrrr seperti gledek di siang hari,
Aayyyuuu Larasati? ini ayu Larasati Sahabat ku hend?
Hendra pun mengangguk, aku juga baru tau ternyata wanita yang di jodohkan ibu pada ku itu ayu sahabat mu karna selama ini aku memang tak mau tau dan tak pernah ikut dalam hal apapun tentang pernikahan ini.
air mata ku menetes dengan sendirinya,
aku rasa ini yang dinamakan sudah jatuh tertimpa tangga pula.
dari sekian banyak wanita kenapa harus ayu sahabatku yang menjadi wanita pilihan orang tua nya, apa ini jawaban mengapa beberapa hari ini ayu seolah menghilang dari ku? begitu banyak pertanyaan di benak ku.
wind ucap Hendra menggenggam tangan ku, ini masih belum terlambat
aku pun dengan segera menggelengkan kepala ku, tidak hend aku tak ingin memulai pernikahan dengan mengecewakan orang tua, aku tak ingin kamu jadi anak yang durhaka. mungkin kita memang tidak berjodoh ucapku berusaha tegar.
**
terimakasih hend kamu sudah mengantar ku ucapku.
wind tahan Hendra saat aku ingin turun, Hendra menggenggam tangan ku, aku sangat mencintai mu, apa kita tak bisa berjuang lagi wind?
Hendra aku pun sangat mencintai mu, bukan aku tak ingin berjuang tapi mengingat kondisi ayah mu aku sungguh tak ingin membuatnya semakin buruk, mungkin kita memang tak berjodoh ucapku.
__ADS_1
Hendra mengecup kening ku dan kami berpelukan.
aku turun dulu ya, kamu hati hati di jalan.
Hendra menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
aku memasuki pekarangan kost ku, dan di sana ku lihat ayu sahabatku yang beberapa hari ini menghindari ku ada di sana.
aku kembali teringat akan undangan pernikahan yang di berikan Hendra.
aku berusaha menampilkan exspresi biasa saja seolah tak ada apa apa walaupun di dalam hati ku sangat sakit rasanya.
ayuuu ucapku sembari tersenyum.
wind ucap ayu, dia berdiri dan langsung memeluk ku. wind maafkan aku, aku tak bisa berbuat apa apa, aku tak mampu membantah ayah dan bunda ucap ayu diiringi isak tangisnya.
ayook masuk dulu ke dalam yu, kita ngobrol di dalam aja ucap ku.
ku berikan segelas air pada ayu,
ayu masih saja menangis,
sudah lah yu mungkin ini sudah takdir ku, dari awal memang kau selalu beruntung dan aku tak seberuntung kamu yu ucapku.
aku hanya berharap semoga kamu dan Hendra bisa membangun rumah tangga yang baik jangan sia sia kan pengorbanan ku.
ayu pun menghapus air mata nya,
__ADS_1
maafkan aku Wind, tolong maafkan aku, berulang kali dia mengucapkan maaf pada ku.
sudah lah yu kamu nggak salah ini semua sudah takdir jawab ku.