Hidup Ku Tak Seberuntung Dia

Hidup Ku Tak Seberuntung Dia
bab 2


__ADS_3

kini aku sudah berada di dalam kamar kost ku, hari sudah larut malam namun mata ku masih tak kunjung bisa kupejam kan, fikiran ku masih terasa kacau ada rasa kekecewaan yang kini aku rasakan. aku teringat dengan percakapan ku dengan Hendra saat kami di perjalanan pulang dari rumah orang tua nya.


Hendra bisa kamu jelaskan pada ku sayang apa maksud dari ucapan om Wiguna tadi? ucapan yang mana sayang? aku rasa tidak ada ucapan yang salah dari ayah atau ibu ku, ucap Hendra sambil satu tangannya mengelus rambutku dan matanya tetap fokus pada jalanan yang kami tempuh.


tadi om Wiguna menanyakan keberadaan orang tua ku, kenapa kamu mengatakan pada om dan Tante jika orang tua ku seorang pengusaha dan kini sedang berada di negara P? sementara kamu tau kan Hendra orang tua ku ada di kota ini dan ayah ku seorang karyawan di perusahaan kecil sementara ibu ku hanyalah ibu rumah tangga biasa. kenapa kamu berbohong pada om dan Tante? tanya ku padanya.

__ADS_1


Hendra menepikan mobilnya di jalanan yang sedikit sunyi, begini sayang, ucapan hendra sedikit terjeda dia tampak menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara kasar, aku minta maaf soal itu aku terpaksa harus berbohong pada ayah dan ibuku soal latar belakang mu, karena ayah dan ibuku akan sulit menerima mu jika mereka tau kamu berasal dari keluarga yang tak sebanding dengan kami sayang jawab hendra sembari menggenggam tangan ku dan matanya menatap mata ku, ibu dan ayah ku sangat memperdulikan kedudukan dan latar belakang seseorang ,bagi mereka kualitas seseorang dinilai dari latar belakang ekonomi mereka.


dan aku sebenarnya tidak setuju dengan sudut pandang mereka karna bagiku kualitas seseorang akan di nilai dari sikap dan perilaku seseorang itu sayang, sekali lagi aku sungguh minta maaf pada mu karna aku sudah berbohong tentang latar belakang mu, tapi kamu tenang saja sayang karna aku perlahan lahan akan berkata jujur dan menjelaskan pada mereka tentang semuanya. untuk sementara biarlah mereka tau nya seperti ini dulu sayang, biarkan mereka mengenal kepribadian mu, dan aku yakin jika mereka nanti telah mengetahui tentang sifat dan sikap mu maka apapun latar belakang mu mereka akan menerimanya sayang, aku yakin akan hal itu.


kamu percayakan pada ku? aku sungguh sangat mencintai kamu dan ingin kamu menjadi wanita terakhir di hidupku, aku ingin kamu yang menjadi ibu dari anak anak ku kelak.

__ADS_1


Hendra mengusap air mataku dan mendaratkan ciuman di kening ku. kami pun melanjutkan perjalanan kami, kini kami telah sampai di depan kost'an ku, sayang aku ngak mampir ya karna aku ada janji sama teman ku untuk bertemu di cafe setelah ini. baiklah hati hati di jalan dan jangan larut malam pulangnya


siap calon istri ku jawab hendra yang membuat wajahku memerah karna malu, Hendra pun mengecup keningku, assalamualaikum ucap Hendra.


waalaikumsalam

__ADS_1


hati hati pekik ku mengiringi kepergian Hendra...


kini air mataku pun tiba tiba jatuh lagi mengingat pertemuan itu, aku takut jika nantinya setelah mengetahui tentang semuanya orang tua Hendra akan menentang hubungan kami, jujur aku sangat mencintai Hendra, aku berharap Hendra lah yang akan menjadi imam ku nanti, kini air mata ku tetap menetes menemani tidurku malam ini...


__ADS_2